JAKARTA, SUMUTPOS.CO - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan bahwa Apple berencana untuk berinvestasi dengan membangun pabrik AirTag senilai US$1 miliar atau sekitar Rp16 triliun.
Pabrik tersebut rencananya akan dibangun di Batam dan diperkirakan bisa menyerahkan 2.000 tenaga kerja.
"Pada intinya mereka berbicara dan berkomitmen penuh untuk pembangunan tahap pertama AirTag US$ 1 billion," ujarnya di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BPKM, Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2024).
Dijelaskannya, skema investasi dengan Apple yang tercapai saat ini masih tahap awal, dan sama dengan negara-negara ASEAN lainnya.
Untuk menunjukkan keseriusannya, pihak Apple juga sudah mmbidik tanah di Batam yang akan dibangun pabrik. Bahkan, pihak Apple sudah menunjukkan lokasi tanah tersebut.
"(Pembangunan) tahun ini di Batam. Pokoknya target tadi kita bicara early 2026 sudah selesai," tegasnya.
Rosan menambahkan pembangunan pabrik di Batam diperkirakan mampu menyerap 2.000 tenaga kerja. Selain itu, ia juga menyebut 65% kebutuhan AirTag Apple akan dipenuhi dari pabrik tersebut.
"Dan rencananya 65% dari kebutuhan AirTag Apple 65% akan dari pabrik tersebut," tambahnya.
Rosan mengatakan, Pemerintah juga berkomitmen untuk mengundang vendor-vendor lain. Dengan begitu, nilai investasi Apple diharapkan bisa terus meningkat.
"Sehingga komitmen dari 1 billion dari Apple ini bisa terus meningkat. Kita harapkan kalau vendornya, tadi kita bicarakan, kalau kita lihat dengan Thailand itu kan lebih dari 23 vendor, dengan Vietnam 30 vendor lebih," jelasnya. (bbs/ram)
Editor : Redaksi