Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Perang Iran-Israel, Potensi Arus Keluar Dana Asing Tinggi

Johan Panjaitan • Minggu, 22 Juni 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi pergerakkan saham.
Ilustrasi pergerakkan saham.

JAKARTA, Sumutpos.Jawapos.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada pekan ini. Faktor eksternal berupa konflik Iran-Israel masih menjadi pengaruh penting yang akan dicermati investor.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memperkirakan, IHSG menguji level support di rentang 6.820 hingga 6.850, menyusul sinyal teknikal yang belum menunjukkan pembalikan arah.

“Stochastic RSI menunjukkan posisi oversold, namun belum ada indikasi rebound. Selain itu, volume jual meningkat dan terjadi pelebaran slope negatif pada indikator MACD,” ujarnya, Minggu(22/6).

Pada penutupan perdagangan Jumat (20/6) lalu, IHSG terkoreksi 0,88 persen ke level 6.907,14. Tekanan ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran, serta pelemahan nilai tukar rupiah menjadi pemicu utama pelemahan indeks.

“Kekhawatiran pasar meningkat seiring keterlibatan Amerika Serikat,” imbuhnya.

Di sisi lain, sambung Valdy, bursa saham Asia bergerak bervariasi menyusul keputusan Bank Sentral Tiongkok mempertahankan suku bunga acuan (loan prime rate) masing-masing 3 persen untuk tenor 1 tahun dan 3,5 persen untuk 5 tahun.

"Sentimen negatif juga terlihat di pasar komoditas. Harga emas tertekan akibat kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi, yang memperkecil peluang penurunan suku bunga dan menguatkan posisi USD,” ucapnya.

Sementara itu, Head of Research and Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto menyatakan, gejolak pasar ini dipicu oleh ketegangan geopolitik. Dia memperkirakan volatilitas jangka pendek hingga menengah akan tetap tinggi, dengan harga energi dan permintaan aset safe haven yang kemungkinan tetap meningkat.

“Kondisi ini berpotensi memicu arus keluar dana asing yang signifikan dari pasar saham Indonesia, terutama pada saham-saham yang banyak dimiliki investor asing,” imbuhnya.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan data perdagangan saham pada pekan lalu (16/6-20/6) berakhir ditutup dengan pergerakan melemah. Terlihat dari IHSG selama sepekan mengalami pelemahan sebesar 3,61 persen yang berakhir ditutup pada level 6.907,13 dari 7.166,06 pada pekan lalu.

“Sementara, investor asing Jumat lalu (20/6) mencatatkan nilai jual bersih Rp 2,73 triliun dan sepanjang tahun ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp 53,10 triliun,” kata P.H. Sekretaris Perusahaan BEI, I Gusti Agung Alit Nityaryana. (agf/dio/jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#Tekanan #ihsg #israel #iran #eksternal