Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kisah Inspiratif  UMKM Sumut, Sekolah Bisnis JNE Dukung Usaha Rendang Dapoer Bu Endang Naik Kelas

Redaksi Sumutpos • Senin, 30 Juni 2025 | 21:24 WIB
Dra. Endang Dwi Artatie, pemilik PT RDB Rendang Dapoer Buendang memperkenalkan produk Rendang Kering Sapi dan Rendang Basah Sapi Dapoer Bu Endang di Plaza Pesona Nusantara di Jalan Brigjend Katamso.
Dra. Endang Dwi Artatie, pemilik PT RDB Rendang Dapoer Buendang memperkenalkan produk Rendang Kering Sapi dan Rendang Basah Sapi Dapoer Bu Endang di Plaza Pesona Nusantara di Jalan Brigjend Katamso.

Pecinta sajian klasik Indonesia sudah tidak asing dengan brand kuliner yang satu ini. Dapoer Bu Endang. Produknya sudah keliling nusantara. Bahkan sudah singgah ke beberapa negara. Siapa sangka, sang owner sebelumnya justru tidak punya latar belakang usaha. Bagaimana kisahnya?

Asih Astuti - Medan

Kebanyakan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang tidak memiliki latar belakang bisnis,  seringkali menghadapi berbagai kendala. Beberapa diantaranya adalah kurangnya pengetahuan dan pengalaman dalam menjalankan usaha, kesulitan mengakses pasar serta masalah dalam manajemen dan pemasaran.

Termasuk dalam hal mengemas /memilih packaging produk. Hal ini juga dialami oleh Dra. Endang Dwi Artatie, pemilik PT RDB Rendang Dapoer Buendang yang memproduksi produk Dapoer Bu Endang.

Kepada Sumut Pos baru baru  ini, Endang bercerita awal mula mendirikan Dapoer Bu Endang dengan produk unggulannya Rendang Kering Sapi dan Rendang Basah Sapi Dapoer Bu Endang. Rumah Produksi yang berlokasi di Jalan Rawa Cangkuk III, No.55 C, Tegal Sari Mandala III, Kec. Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara ini dimulai pada tahun 2019.

Berawal dari kebutuhan pribadi yang kemudian berkembang menjadi peluang usaha yang sukses. ‘’Ide awalnya muncul saat anak saya yang sedang menempuh pendidikan di pesantren sering meminta rendang sebagai makanan kesukaannya. Namun, rendang basah yang biasa saya masak memiliki masa simpan yang pendek dan cepat rusak.

Hal ini menginspirasi saya untuk mencoba membuat rendang kering yang lebih tahan lama. Setelah beberapa kali mencoba dan menggunakan teknik slow cooking, saya berhasil membuat rendang kering yang dapat bertahan lebih lama, meskipun awalnya hanya bertahan sekitar seminggu di suhu ruang saat dikemas dalam kotak mika sederhana,’’ujarnya.

Photo
Photo

Seiring berjalannya waktu, Endang aktif bergabung dengan berbagai komunitas UMKM. ‘’Melalui interaksi dengan teman-teman di komunitas tersebut, saya mulai menerima pesanan dari luar kota yang dikirim melalui jasa pengiriman seperti JNE Express,’’sebutnya.

Saat melakukan pengiriman, lanjutnya, staf JNE memperhatikan kemasan yang dipakai Endang saat itu masih sangat sederhana. ‘’Saat proses pengiriman itulah saya ketemu staf JNE yang melihat kemasan produk saya masih seadanya. JNE lantas menawarkan membuatkan desain kemasan yang lebih menarik. JNE membantu dalam mendesain kemasan awal produk Rendang Dapoer Bu Endang, ‘’lanjutnya.

Tidak itu saja, Endang diundang bergabung di sekolah bisnis JNE yang disediakan gratis. Di sekolah bisnis JNE ini, Endang dan UMKM lainnya dilatih bagaimana meningkatkan kualitas produk, masa simpan, serta mempelajari cara pengemasan yang menarik dan dapat meningkatkan nilai jual.

‘’Pelatihan ini sangat membantu saya. Banyak pengetahuan yang saya dapatkan sebagai modal mengembangkan usaha,’’lanjut Endang. Dapoer Bu Endang merupakan alumni angkatan pertama dari sekolah bisnis yang digelar JNE Cabang Medan. Produk Rendang Dapoer Bu Endang juga diberi kesempatan dipajang di Plaza Pesona Nusantara outlet yang disiapkan JNE Medan untuk mendisplay produk-produk UMKM Sumatera Utara.

Keistimewaan rendang Dapoer Bu Endang, lanjutnya dari pilihan bahan yang berkualitas, proses pemasakan yang lama dan dengan cara tradisional yang akan memberikan cita rasa yang khas.Tanpa bahan pengawet, daya tahannya di suhu ruang bisa mencapai 6 bulan. Kini produk Rendang Dapoer Bu Endang sudah sampai ke mana-mana.

‘’Pelanggan kita ada dari Korea, Jeddah, Belanda dan lain-lain. Banyak pelajar, jamaah umroh dan  tenaga kerja di luar negeri,’’sambung Endang. Untuk memperluas jangkaun pemasaran, Rendang Dapoer Bu Endang aktif mengikuti berbagai pameran dan bazar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga.

Antara lain,tampil di pada even Moto GP Mandalika tahun 2022 lalu. Rendang Dapoer Bu Endang juga pernah mengikuti event Toba Expo F1H2O Power Boat (perdana di Balige). Yang terbaru tahun 2025, produk Rendang Dapoer Bu Endang mengikuti ajang pameran Toko Ritel Terbesar di Jepang yang digelar di Jakarta.‘’Saya kini lebih memperluas jaringan. Semua tak lepas dari dukungan JNE. JNE telah memberi inspirasi dan motivasi bagi kami UMKM untuk terus berinovasi sehingga bisnis kami juga bisa melesat,’’tutup Endang.

Sebagai perusahaan ekspedisi barang terbesar di Indonesia, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE Express tidak hanya fokus pada kegiatan ekspedisi. JNE juga berkomitmen tanpa batas memberikan inspirasi memajukan UMKM dengan berbagai layanan dan programnya.

Kepala Cabang JNE Medan Fikri Alhaq Fachryana menyebutkan,  program yang disiapkan oleh JNE Medan untuk membantu pengembangan UMKM salah satunya adalah sekolah bisnis dan digital marketing UMKM. Program ini setiap bulan diadakan tepat pada kantor cabang utama JNE Medan dan diikuti oleh komunitas UMKM yang ada di Sumatera Utara secara bergantian.

‘’Sekolah bisnis JNE dilatarbelakangi karena banyaknya komunitas UMKM di Sumut khususnya Kota Medan yang aktif dan membutuhkan materi-materi yang mampu membantu mereka dalam mengembangkan bisnisnya,’’ujar Fikri.

Fasilitas lain yang diberikan JNE untuk membantu pengembangan bisnis UMKM adalah pendirian Plaza Pesona Nusantara , tempat dimana UMKM dapat mendisplay produknya secara gratis tanpa ada biaya admin, bahkan dibantu  pemasaran produknya oleh JNE baik offline dan juga online.

Plaza Pesona Nusantara yang diresmikan pada 29 Juli 2022 lalu ini berlokasi di Jalan Brigjend Katamso no.523 E, tepatnya di sebelah Counter Pusat JNE Medan. Sudah ratusan UMKM di Sumut yang merasakan manfaat dari program JNE. Salah satunya adalah peserta dari kalangan UMKM yang ikut serta dalam program sekolah bisnis.

Kontribusi JNE Cabang Medan dalam mendukung UMKM mendapat apresiasi dengan berbagai penghargaan. Salah satunya penghargaan Perusahaan Peduli Ekonomi Syariah.  JNE melakukan pendampingan UMKM berupa Manajemen Ekonomi Syariah. Inilah yang menjadi landasan penghargaan yang pernah didapatkan oleh JNE Medan ini.

Sejak berdiri 1990 lalu, JNE Express terus mendukung pertumbuhan UMKM dengan menawarkan berbagai solusi logistik yang komprehensif, termasuk layanan pengiriman yang efisien dan harga yang kompetitif didukung jaringan dan jangkauan area distribusinya yang mencakup lebih dari 83.000 titik tujuan termasuk kabupaten, desa, dan pulau terluar, dengan gerai penjualan berjumlah lebih dari 8.000 titikdi seluruh Indonesia.

JNE menyediakan berbagai layanan pengiriman khusus untuk UMKM seperti layanan jemput paket JNE Pick-Up Point, JNE Yes, JNE Reguler, JNE Trucking, dan JNE E-commerce. Layanan-layanan tersebut memungkinkan UMKM untuk mengirimkan produk mereka ke seluruh Indonesia dengan biaya yang terjangkau dan waktu pengiriman yang cepat.

Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Komplotan Begal di PDAM Sunggal

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto juga menegaskan,  JNE telah tumbuh menjadi bagian penting dalam ekosistem dunia usaha dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia. ‘’Kami terus berinovasi dan berfokus pada kemajuan.

Sejalan dengan tagline “Connecting Happiness” semangat ini kami wujudkan melalui berbagai inisiatif dalam memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan, mitra, dan seluruh stakeholder,” ucapnya Dia berharap, dengan terus bergerak maju JNE dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia, serta mendukung UMKM untuk terus bertumbuh.

Mendukung  keberlanjutan UMKM sangat penting dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.  Pengamat Ekonomi Sumut,  Gunawan Benjamin mengatakan, UMKM  sangat dominan dalam membentuk produk domestik bruto (sekitar 60%) dan dominan dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan (lebih dari 90%).

Namun, di balik peluang besar tersebut, masih banyak tantangan yang dihadapi pelaku UMKM saat ini.  Dikatakan Gunawan, UMKM  kerap menghadapi tantangan pasar dan ekonomi yang sangat dinamis. Daya saing menjadi akar masalah utama dengan gempuran barang-barang impor.

Di era digitalisasi seperti sekarang, sambungnya, pelaku UMKM pada dasarnya mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari ekosistem usahanya. Namun, digitalisasi tidak serta merta mampu melindungi pelaku UMKM dari pesaing, terlebih pesaing dari negara lain.

Untuk mendukung kegiatan usaha pelaku UMKM di tanah air, ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Seperti memberikan pendampingan untuk mendapatkan sertifikasi halal, maupun diberi kemudahan atau pengetahuan untuk melakukan ekspor produk unggulan, serta bentuk pengembangan UMKM lainnya yang bisa memperbaiki daya saing. Pihak swasta, ujarnya juga harus turut serta dalam hal ini.

Ditambahkan Gunawan, langkah dan bentuk pelatihan yang dilakukan JNE layak mendapatkan apresiasi. JNE, ujarnya bisa menjadi inkubator bisnis yang diharapkan mampu menjembatani kebutuhan pelaku UMKM agar bisa lebih dekat dengan pasar, dan UMKM mampu melakukan penetrasi pasar di tengah persaingan ketat.  (*)

Editor : Redaksi
#umkm sumut #jne