Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bagelen Kampoeng_an,  Cita Rasa Kampung Yang Tidak Kampungan

Redaksi Sumutpos • Senin, 7 Juli 2025 | 18:49 WIB
Eva Ramadhani pemilik usaha Bagelen Kampoeng_an saat ditemui di Pekan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) IV di Jalan Mesjid Raya, Medan. (sumutpos/julika)
Eva Ramadhani pemilik usaha Bagelen Kampoeng_an saat ditemui di Pekan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) IV di Jalan Mesjid Raya, Medan. (sumutpos/julika)

MEDAN - Siapa bilang cemilan tradisional tenggelam di tengah tren kuliner modern serta makanan viral saat ini. Dengan cita rasanya yang khas, cemilan tradisional tetap punya  tempat di hati penggemarnya. Roti Bagelen salah satunya. Roti kering yang renyah dan manis ini tetap menjadi pilihan populer sebagai camilan atau teman minum teh. Apalagi, saat ini kelezatan yang sederhana, berpadu dengan sentuhan kreatif, membuat roti tersebut menjadi camilan lintas generasi, tidak hanya bagi orang tua.

Melihat peluang pasar yang ada, pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), pemilik usaha dengan lebel Kampoeng_an, Eva Ramadhani memilih Bagelen sebagai produk unggulan yang ditawarkan ke khalayak. Sejak kecil wanita yang akrab disapa Momo ini bersama keluarganya memang menyukai makanan berupa roti kering yang dipanggang dengan olesan mentega tersebut.  Dan tinggal di perkampungan yang tak jauh dari kota memberi inspirasi baginya memilih brand Kampoeng_an.                                                                                         

Meski awalnya respon konsumen masih sepi, namun dengan kegigihan dan inovasi yang terus dilakukan, usaha Bagelen Kampoeng_an semakin berkembang. Produknya kini ada di mana-mana. Tidak hanya di Medan dan Sumatera Utara saja, Bagelen Kampoeng_an juga sudah merambah pasar nusantara.

 

Kepada sumutpos.jawapos.com baru-baru ini, UMKM dari Deliserdang ini bercerita awal mula merintis usaha Bagelen Kampoeng_an ini. Tahun 2020 saat pandemi Covid-19 mewabah, Momo keluar dari pekerjaannya. Di tengah situasi sulit saat itu, Momo memberanikan diri memulai bisnis. Meskipun sebelumnya tidak punya keahlian yang khusus di bidang usaha. ‘’Awalnya karena gak bekerja, dan situasi, membuat saya nekat. Meski gak punya pengalaman,’’kata Ibu tiga anak ini.

Momo pun kemudian memilih membuat Bagelen yang awalnya ditawarkan ke tetangga dan teman-teman. Respon nya belum bagus saat itu. Momo belum paham trik pemasaran. ‘’Saya belum dapat bagaimana rasa dan formula yang tepat. Kemasannya juga masih seadanya. Jadi belum menarik konsumen. Karena penjualan sepi, modalpun sempat minus,’’kenangnya.

Dengan kondisi ini, Momo tak lantas menyerah. Ia terus belajar memperbaiki produknya. Ia kemudian menghubungi Dinas Koperasi Deli Serdang dan mendapat bantuan dari dinas tersebut untuk pengurusan legalitas dan sebagainya. Setelah itu ia pun makin semangat menambah ilmu. Ia juga bergabung dengan Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (IPEMI) dan banyak menimba pengalaman di sini. 

 Baca Juga: Bawa Berbagai Inovasi di Bidang Operasional, BCA Pemenang Utama Indonesia Operations Banking Summit 2025

Selain memperbaiki kualitas produk, Momo aktif mengikuti pelatihan pelatihan. Antara lain mengikuti  Sekolah Bisnis yang digelar perusahaan ekspedisi PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) pada tahun 2022 lalu. Sekolah Bisnis ini merupakan program yang disiapkan oleh JNE Medan untuk membantu pengembangan UMKM. Berbekal pelatihan dan pengembangan jaringan, kini Bagelen Kampoeng_an telah diterima pasar dengan tagline, Cita Rasa Kampung Yang Tidak Kampungan.  

Sekarang produk Bagelen Kampoeng_an sudah sampai ke Jawa, Makassar, Papua dan lain-lain. Tidak hanya ditawarkan secara offline, pemasaran juga banyak dilakukan online, melalui media sosial maupun  e-commerce. Dalam sebulan Momo bisa memproduksi hingga seribuan produk Bagelen.

Dari rumah produksinya di Gang Bilal No.2, Tj. Selamat, Kec. Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Bagelen Kampoeng_an terus melakukan inovasi. Baik dari segi pemasaran, kemasan dan variasi rasa. Meskipun rasa original bagelen tetap menjadi favorit, kini juga banyak varian rasa yang dapat dinikmati. Seperti rasa coklat, keju, mocca, oreo, taro dan lain-lain.

Meski kita gak punya outlet, tapi Bagelen Kampoeng_an ada di mana-mana. ‘’Tidak punya outlet sendiri, karena Kampoeng_an sifatnya seperti pabrik. Bermitra dengan banyak pihak,’’katanya seraya menambahkan, Bagelen Kampoeng dapat ditemui di sejumlah swalayan di Medan dan tersedia juga di outlet Plaza Pesona Nusantara di area Kantor JNE Medan, Jalan Brigjen Katamso Medan.

Selain produk Bagelen, Kampoeng_an juga menyediakan aneka jajanan pasar. Momo membuat kue basah bercitarasa kampung. Momo juga bekerja sama dengan hotel-hotel di Medan untuk menyediakan kue untuk even di hotel. Kampoeng_an juga kini berkembang menjadi perusahaan jasa untuk mengelola even. Sudah ada beberapa even perusahaan yang dipercayakan kepada Momo.

Atas pencapaiannya, beberapa penghargaan pun berhasil diraih. Pada tahun 2023 Kampoengan mendapat penghargaan dari Kabupaten Deli Serdang, sebagai UMKM ter uptodate Deli Serdang. Kemudian di tahun yang sama Kampoeng terpilih dari PADI UMKM BUMN Indonesia, terpilih menjadi produk yang dipromosikan langsung dari PADI Indonesia. Di tahun 2024  menjadi UMKM unggulan dan speaker bagi JNE yang melakukan promo UMKM ke sekolah dan kampus-kampus.

Kampoeng_an juga dipercaya menjadi salah satu UMKM terpilih untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 yang digelar di Aceh-Sumatra Utara. Kampoeng_an terpilih untuk roadshow PON baik oleh Pemkab Deli Serdang maupun Pemprov Sumut. Yang terbaru, Kampoeng_an juga berkesempatan hadir di Pekan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) IV yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan pada 2 hingga 6 Juli 2025  di Jalan Mesjid Raya, Medan. (sih)

 

 

 

Editor : Redaksi
#cemilan tradisional