DAIRI, SUMUT POS- PT Gunung Raya Utama Timber Industries (PT GRUTI), sudah mengelola lahan konsesi untuk pengembangan dan pengolahan kopi arabika, di Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi.
Manager Operasional PT GRUTI, Kery Sinaga menjelaskan, dalam 2 tahun terakhir, perusahaan telah mengelola dengan melakukan pembersihan lahan dan sudah melakukan penanaman kopi di lahan konsesi sesuai ijin yang dimiliki.
Kery menerangkan, ijin pertama dikeluarkan Menteri Kehutanan tahun 1976, perusahaan miliki areal seluas 8.800 hektare. Namun, sebagian sudah dikelola masyarakat.
"Palingan ada sekarang tinggal 4.000-an hektare, sesuai rencana kerja tahunan (RKT) di tahun 2025 ini, kita akan kelola seluas 480 hektare. Dan hingga saat ini, sudah 80 hektar kita tanami kopi arabika," ucap Kery, saat ditemui wartawan di Desa Parbuluan VI, Selasa (26/8/2025).
Selain itu, lebih dari 100 hektar lahan yang sudah dibersihkan, dan siap ditanami. Begitu juga bibit kopi sudah disiapkan sebanyak 350 ribu batang siap tanam.
"Dan akan terus kita bibitkan, untuk mengejar target 480 hektar jelasnya. Kita juga telah menanam pohon pelindung seperti lamtoro dan alpukat," jelasnya.
Dijelaskannya, kopi yang dikembangkan adalah kopi Arabika atau kopi Ateng Super Sigagar Utang dari Puslit Jember, dan masih generasi kopi Ateng Dairi.
PT GRUTI punya target untuk mengembangkan 1.000 hektar perkebunan kopi. Jadi, diproyeksikan Kabupaten Dairi tepatnya dari Kecamatan Parbuluan, akan menjadi penghasil kopi terbesar dunia.
"Ini menjadi harapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi juga, untuk mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang," jelas Kery.
Sementara itu, kata Kery, selain melakukan budidaya, kopi hasil budidaya PT GRUTI akan diolah langsung di lokasi, kemudian diekspor.
Direncanakan, peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan kopi pada Bulan September 2025 mendatang. Nantinya, perusahaan akan menampung biji kopi para petani setempat. Bahkan, perusahaan sudah mengajak para petani untuk ikut kelompok tani.
"Pabrik pengolahan kopi kita nanti bisa menjadi terbesar di dunia. Akan mengalahkan Brazil, karena kita punya target 1.000 hektar lahan, sementara lahan dimiliki Brazil hanya 500 hektar," sebut Kery.
PT GRUTI juga akan menjadi multi usaha agronomi dan agrowisata di Kabupaten Dairi.
Kery menegaskan, kehadiran PT GRUTI telah membuka lapangan kerja. Saat ini, ada sebanyak 56 orang warga setempat bekerja di lahan pertanian kopi yang dikembangkan perusahaan.
"Sebagian dari mereka sudah memiliki BPJS. Ke depan, perusahaan akan membuka lapangan kerja lebih banyak karena akan banyak bidang dan keahlian yang dibutuhkan," tandas Kery.
Salahsatu karyawan PT GRUTI, Panroy Silalahi (32) warga Dusun Huta Tele, Desa Parbuluan VI kepada wartawan mengaku, sudah bekerja di PT GRUTI kurang lebih 4 tahun.
Panroy mengaku, tadinya menolak kehadiran PT GRUTI saat bergabung dengan Kelompok Tani Marhaen, bahkan dirinya ikut demo di Kantor Bupati.
"Tetapi itu dulu, setelah saya lihat dan pikirkan matang-matang, saya malah rugi besar. Jadi saya memilih bergabung dengan perusahaan," katanya.
Menurut ayah 2 anak itu, dampak langsung PT GRUTI ke masyarakat saat ini memang belum ada, tetapi keuntungan sudah diperoleh para petani sekitar perusahaan.
Dimana, akses jalan sudah terbuka yang menjangkau ribuan hektare lahan pertanian seperti akses jalan dari Dusun Huta Tele, Jalan Truc, Sibira, Simarsoit dan Laembara.
"Dari Lumban Siboro ke Huta Tele sekarang sudah tembus," ujarnya lagi. Panroy menilai, kehadiran perusahaan akan mendorong kemajuan Desanya. (rud/ram)
Editor : Juli Rambe