SUMUT POS- Harga emas dari Aneka Tambang Tbk. (Antam) tercatat naik Rp7.000 per gram pada perdagangan hari ini, Sabtu (13/9/2025), dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. Kenaikan tersebut membawa harga emas Antam kembali ke level tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), yang lebih dulu dicapai pada Kamis (11/9/2025) di level Rp2.095.000 per gram.
Berdasarkan informasi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam pada pukul 08.34 WIB, harga dasar emas 24 karat ukuran 1 gram hari ini dijual sebesar Rp2.095.000 per gram.
Pada hari ini emas berukuran terkecil 0,5 gram dijual seharga Rp1.097.500. Sementara itu, harga emas dengan ukuran terbesar 1.000 gram mencapai Rp2.035.600.000.
Adapun, harga jual kembali (buyback) emas Antam dipatok sebesar Rp1.942.000 per gram. Nilai tersebut juga lebih mahal Rp7.000 per gram jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.
Dalam laman Antam tertera semua transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000 akan dikenai PPh 22 sebesar 1,5% sesuai peraturan pada PMK No. 34/PMK.10/2017. PPh 22 akan dipotong secara otomatis dari total nilai transaksi penjualan atau buyback.
Sedangkan harga emas di Pegadaian hari ini untuk jenis Galeri 24 dengan ukuran 0,5 gram turun dan dibanderol dengan harga Rp1.090.000.
Harga emas Galeri 24 di Pegadaian tersebut turun Rp 4.000 dari hari Jumat kemarin. Sedangkan, harga emas UBS di Pegadaian naik dan saat ini dijual dengan harga Rp 1.144.000 untuk ukuran 0,5 gram.
Harga emas di Pegadaian untuk jenis UBS naik Rp 9.000 dari Jumat, 12 September 2025.
Lalu, harga emas Antam turun dari Rp 2.179.000 per gram menjadi Rp 2.172.000 per gram dari hari Jumat, 12 September 2025.
Harga emas dunia kembali menguat hingga mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.
Melansir dari Refinitiv, harga emas ditutup di level US$3.642,62 per troy ons pada perdagangan Jumat (12/9/2025), atau naik 0,24%, menjadikannya level penutupan tertinggi emas sepanjang masa. Secara kumulatif sepekan, harga emas telah melonjak sekitar 1,57%, yang memperkuat tren bullish logam mulia ini.
Kenaikan ini ditopang oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di tengah sinyal pelemahan pasar tenaga kerja Amerika Serikat. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe