Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kisah Inspiratif Agen Pegadaian di Sumut, Tumbuh Bersama Meng-EMAS-kan Indonesia

Redaksi • Selasa, 30 September 2025 | 13:54 WIB
Agen Pegadaian: Imelda Simamora di tokonya di Jalan HM Joni  no 45 Medan. Imelda Simamora adalah salah satu mitra Agen Pegadaian di wilayah Pegadaian Kanwil 1 Medan. (foto : Asih Astuti)
Agen Pegadaian: Imelda Simamora di tokonya di Jalan HM Joni no 45 Medan. Imelda Simamora adalah salah satu mitra Agen Pegadaian di wilayah Pegadaian Kanwil 1 Medan. (foto : Asih Astuti)

Bermula dari Keluarga yang Sering Nitip Gadai, Kini Beromset Miliaran Rupiah

SUMUTPOS.JAWAPOS.COM - Di balik kesulitan, selalu ada jalan. Sering kali peluang muncul dari himpitan kesulitan yang mengawali. Setidaknya itulah yang dialami wanita yang satu ini. Siapa sangka langkahnya ke Pegadaian untuk menggadaikan emas simpanannya di masa sulit kala pendemi Covid lalu membawa berkah tersendiri. Dia pun kini menjadi salah satu agen hebat Pegadaian yang punya omset miliaran per bulan. Omset ini pun cukup menopang perekonomian keluarga yang sempat goyah. Seperti apa kisahnya ? 

Asih Astuti - Medan

Sore itu, gerimis membasahi Kota Medan, saat awak Media sampai di sebuah toko di Jalan HM Joni no 45 Medan, Sumatera Utara. Toko/outlet yang didominasi warna hijau ini terpampang merek Agen Pegadaian Imelda Simamora. Dari dalam, wanita pemilik toko menyambut ramah. Dia juga baru tiba, setelah berkeliling ke beberapa lokasi mendatangi customer. Meski cuaca kurang bersahabat, ia tetap semangat sebagai bentuk pelayanan kepada nasabah setianya. ‘’Tadi ada beberapa nasabah yang minta kita datang.Ya begitulah. Kita harus jemput bola,’’ujar Imelda Simamora mengawali perbincangan dengan Sumut Pos (26/9/2025).

Imelda adalah salah satu dari 2.396 agen aktif di wilayah Pegadaian Kanwil I Medan. Seperti diketahui, Pegadaian, menjadi pilihan favorit masyarakat untuk menggadaikan berbagai barang berharga, mulai dari emas, barang elektronik, hingga kendaraan. Namun, tidak semua orang memiliki waktu datang langsung ke kantor cabang. Kehadiran agen Pegadaian menjadi solusi yang ikut mewujudkan misi Pegadaian mengEMASkan Indonesia. Mereka bertugas membantu masyarakat melakukan transaksi produk Pegadaian dan menerima sharing fee dari setiap transaksi.

Imelda bercerita awal mula menjadi agen Pegadaian. Mulai dari tahun 2020. Saat itu dia masih di level pemasar. Pembagian level agen terdiri dari Agen Pemasar, Pembayaran, Agen Gadai dan Agen Komunitas.‘’ Sekarang saya sudah Agen Gadai,’’ujarnya. Awalnya, pada masa Covid, Imelda beberapa kali menggadaikan emas simpanannya di kantor cabang Pegadaian untuk modal usaha online shop yang dirintisnya. Beberapa kerabat/keluarganya akhirnya juga ikutan menggadai emas dan menitip ke Imelda karena pada saat itu banyak yang takut keluar rumah.

‘’Mula-mula saudara pada nitip ke saya. Minta tolong gadaikan emasnya, pakai KTP saya. Nah pada saat itu Pegadaian sedang ada promo free biaya admin. Karena pakai KTP saya, jadi free adminnya itu buat saya.

Saya jadi berpikir lumayan nih kalau sering sering seperti ini. Dari situ karena semakin sering ke Pegadaian, Imelda pun diajak bergabung jadi mitra agen Pegadaian. Imelda yang semula jualan pakaian pun mulai beralih ke agen Pegadaian.Tak butuh waktu lama ia mendapat kesempatan ikut even literasi. ‘’Terus belajar dari sales channel Pegadaian. Lama-lama setiap bulan terasa hasilnya. Omsetnya nambah terus.

Nasabah yang mulanya dari keluarga, teman-teman kini terus berkembang ke masyaraat umum. Pegadaian juga sering membuat challenge dan saya beberapa kali menang,’’ujarnya.
Imelda kini merasakan manfaat menjadi agen Pegadaian. ‘’Saya dulu pernah bekerja, kemudian berhenti. Sempat 4 tahun menganggur. Bosan kan. Sekarang punya peluang usaha, bisa dapat cuan bantu keluarga. Jadi menjadi agen Pegadaian itu benar-benar asik,’’ujarnya.

Dengan terus mendapat bimbingan produk knowledge dari Pegadaian, dalam 7 bulan Imelda sudah bisa menembus level tertinggi (Emerald) yang minimal beromset Rp.2.7 miliar setahun pada saat itu. Kini Imelda sudah memiliki sertifikat Agen Gadai dan sudah membuka toko/outlet pada pertenganan 2024 lalu.

Meski sudah ada toko, Imelda masih sering harus menjemput bola. Mendatangi langsung customer. Jadi nasabah yang gak sempat datang ke toko kita jemput ke rumah,’’ujarnya. Untuk tahun 2025 ini, dari Januari sampai akhir Agustus, Imelda mencatat sekitar 800 transaksi nasabah dengan omset sekitar Rp12 Miliar.

‘’Transaksi terbanyak untuk produk gadai emas, menyusul gadai BPKB, cicilan emas, tabungan emas dan sebagainya,’’ujar ibu tiga anak yang tinggal di Jalan Jati 2 Medan ini. 

Keberhasilan Imelda juga tidak terlepas dari kegigihan usaha. Konsisten dan fokus. Dan yang terpenting menjaga kepercayaan pelanggan. ‘’Kita juga terus memberikan literasi ke masyarakat,’’ujarnya seraya menambahkan, penggunaan teknologi dan aplikasi khusus yang tersedia di Pegadaian juga mempermudahnya dan nasabah dalam  transaksi dan pelaporan.

Cerita Wanna Ria, Raih BUMN Champion 2024

Selain memfasilitasi proses transaksi produk Pegadaian, menginformasikan dan mengedukasi calon nasabah, tugas lain yang diperanan agen Pegadaian adalah pengembangan inklusi keuangan, membawa layanan keuangan ke wilayah-wilayah yang sebelumnya kurang terlayani. Seperti diakui mitra agen Pegadaian lainnya Wanna Ria Ginting. Agen Pegadaian dari Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara ini belum lama ini meraih penghargaan di ajang Mitra BUMN Champion 2024 atas capaian prestasinya. Selama sembilan bulan, omsetnya mencapai Rp 65,488 miliar. Apa yang dilakukan Wanna adalah terus memperkenalkan produk dan layanan Pegadaian ke desa-desa di kabupatennya.

Wanna Ria Ginting (tengah), agen Pegadaian dari Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, penerima penghargaan di ajang Mitra BUMN Champion 2024.  (Foto : Dok Wanna Ria Ginting)
Wanna Ria Ginting (tengah), agen Pegadaian dari Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, penerima penghargaan di ajang Mitra BUMN Champion 2024. (Foto : Dok Wanna Ria Ginting)

‘’Kita datang ke pesta-pesta adat dan sebagainya. Kita juga aktif memanfaatkan promosi di sosial media,’’ujarnya. Wanna bahkan memiliki tim berjumlah 20 orang yang siap turun ke lapangan untuk memberikan pelayanan agar dimanapun nasabah nya bisa terlayani. Ditambah 3 orang yang khusus bertanggungjawab ke Pegadaian. ‘’Kebetulan di sini, kantor cabang Pegadaian hanya ada dua. Terus jam operasionalnya kan cuma sampai pukul 15.00 Wib atau 16.00 Wib. Nah kita buka dari pukul 7 pagi hingga 22.00 Wib. Jadi kalau nasabah butuh uang di jam jam tertentu jadi lebih terbantu,’’ujarnya ketika dihubungi Sumut Pos.

Kebetulan Wanna juga punya toko emas yang dikelola suami.‘’Jadi nyambung memang. Pelanggan yang beli emas, kita tawari produk Pegadaian. Begitu juga sebaliknya,’’ujar pemilik toko emas R Tarigan G 68 ini. Terkait support Pegadaian, dikatakan Wanna cukup banyak. ‘’Kita juga diajari bagaimana mengecek kadar emas,’’ujar ibu empat anak ini. Pegadaian, ujarnya, juga selalu mempersiapkan reward kapada para agen. Seperti bonus wisata dan lain-lain.‘’Belum lama ini saya diberangkatkan ke Jepang,’’sebutnya.

Investasi Emas yang Menggiurkan

Pencapaian omset para mitra agen ini, tidak terlepas dari semakin banyaknya masyarakat yang sadar pentingnya berinvestasi dan semakin banyak yang merasakan manfaat dari produk dan layanan Pegadaian. Seperti diketahui, emas kini menjadi salah satu investasi yang diminati oleh masyarakat.

Beli Emas : Customer tampak memilih emas di gerai Galeri24 di kantor  Pegadaian Cabang Medan Utama (29/9/2025). (Foto : Asih Astuti)
Beli Emas : Customer tampak memilih emas di gerai Galeri24 di kantor Pegadaian Cabang Medan Utama (29/9/2025). (Foto : Asih Astuti)

Alasannya antara lain, harganya yang cenderung naik serta jarang mengalami penurunan signifikan serta mudah dikonversikan ke dalam bentuk uang tunai. Hal ini sudah dirasakan oleh salah satu nasabah setia Pegadaian, Apriani. Ia bercerita, awal mula jadi nasabah tahun 2017 saat mengambil kredit mobil di Pegadaian. Berlanjut membeli emas dengan cara dicicil. Waktu itu nilainya belasan juta rupiah.

Dalam 6 tahun kemudian, nilainya melonjak jadi puluhan juta rupiah. ‘’Saat ada yang mendesak jual rumah, kami jual simpanan emas tersebut . Alhamdulillah, terbeli la rumah dari tabungan emas ini,’’ujarnya. ‘’Pegadaian kalau soal emas no 1. Bisa nyicil. Puas beli emas di Pegadaian,’’ujar warga Kelurahan Sidorame Barat 1 Kecamatan Medan Perjuangan ini.

Dari tabungan emas ini pula dia bisa melunasi cicilan mobil yang juga diambil di Pegadaian.’’ Tidak kena finalti, malah dapat potongan,’’ujarnya. Sejak itu Apriani semakin rutin menggunakan produk Pegadaian.Termasuk kredit kendaraan. ‘’Ambil KUR juga di Pegadaian,’’ujar Apriani.

Sebagai perusahaan jasa keuangan milik negara yang didirikan tahun 1901, PT Pegadaian (Persero) kini telah menjadi lembaga keuangan terkemuka di Indonesia. Pemimpin PT Pegadaian Kanwil 1 Medan Maksum menjelaskan, Pegadaian saat ini tidak hanya dikenal sebagai perusahaan gadai, tetapi juga telah menjadi pemimpin dalam ekosistem emas di Indonesia.

Produk dan layanan Pegadaian meliputi, Pinjaman Gadai (gadai emas, kendaraan, sertifikat dan sebagainya), Pinjaman Non Gadai (cicil emas, cicil kendaraan, pinjaman modal, pembiayaan porsi haji, pembiayaan wisata dan sebagainya. Pegadaian juga melayani Layanan Jasa (tabungan emas, deposito emas, jasa titipan emas fisik, pengiriman uang hingga jasa pembayaran online. ‘’Melalui inovasi ini, kami ingin memberikan pilihan investasi yang aman dan terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara Deputi Operasional PT Pegadaian Kanwil 1 Medan Basuki Tri Andayani mengatakan, inovasi ini memberikan pencapaian positif. Merujuk data transaksi di Pegadaian Kanwil 1 Medan yang meliputi Sumut – Aceh per Agustus 2024/2025, untuk produk gadai emas, jumlah nasabah naik dari 884 ribu menjadi 1.002 ribu (naik 13.3 persen), dengan kenaikan omset 42,32 persen dari 11.852 T menjadi 16.868 T. Demikian juga dengan cicilan emas.

Kantor Pegadaian Cabang Medan Utama (Foto Asih)
Kantor Pegadaian Cabang Medan Utama (Foto Asih)

Jumlah nasabah naik dari 52 ribu menjadi 73 ribu (40,3 persen) dengan kenaikan omset 111 persen dari 190 kg menjadi 401 kg . Untuk tabungan emas, dari 221 ribu nasabah menjadi 251 ribu (naik 13,5 persen). Dengan jumlah omset yang naik 44 persen dari 524 kg menjadi 769 kg. ‘’Untuk deposito emas ada 1.668 nasabah dengan omset 73 kg dan pengguna Pegadaian Digital mencapai 464 ribu nasabah. Untuk kantor layanan, Kanwil 1 Medan memiliki 50 kantor cabang, 285 kantor unit, 49 colocation dan 8 point of sales.

Pengamat ekonomi Sumut, Wahyu Ario berpandangan, sebagai penyedia jasa pembiayaan, Pegadaian memiliki kontribusi nyata terhadap dinamika perekonomian. ‘’Fungsinya tidak hanya sebatas penyedia dana cepat, tetapi juga mencakup aspek lebih luas seperti peningkatan kesejahteraan rumah tangga, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan stabilitas ekonomi,’’ujar dosen Fakultas Ekonomi USU ini. Dengan prosedur yang sederhana dan jaringan yang luas, ujarnya, Pegadaian mampu menjangkau lapisan masyarakat yang sering kali tidak memiliki akses ke lembaga perbankan formal, sehingga menjadi salah satu instrumen inklusi keuangan yang efektif. (*)

Editor : Redaksi
#mengEMASkanindonesia