Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

IHSG Tembus Level Psikologis 9.000

Johan Panjaitan • Jumat, 16 Januari 2026 | 14:15 WIB
warga melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Jakarta, Kamis (15/1). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
warga melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Jakarta, Kamis (15/1). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)


JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Pasar saham Indonesia mengawali 2026 dengan optimisme kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi menembus level psikologis 9.000 dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Selama dua hari berturut-turut, indeks acuan tersebut bertahan di atas level tersebut.

Pada perdagangan Kamis (15/1), IHSG ditutup menguat 0,94 persen ke posisi 9.075,41, atau naik 0,47 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Capaian ini menjadi sinyal kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi nasional ke depan.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai lonjakan IHSG merupakan cerminan ekspektasi pasar terhadap fase perbaikan ekonomi yang sedang berlangsung. Menurutnya, pasar keuangan kerap bergerak lebih cepat dibandingkan ekonomi riil.

“Pencapaian IHSG di level tertinggi sepanjang masa adalah refleksi dari harapan bahwa perbaikan ekonomi sedang berjalan. Pasar selalu mendahului realisasi di sektor riil,” ujar Fakhrul.

Konsistensi Kebijakan Jadi Kunci

Fakhrul menambahkan, optimisme investor saat ini didorong oleh narasi kebijakan yang dinilai pro-pertumbuhan serta terkoordinasi dengan baik. Namun, ia mengingatkan bahwa euforia pasar perlu dijaga dengan konsistensi kebijakan.

“Pasar membutuhkan sinyal yang jelas dan berkelanjutan dari koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Selama arah perbaikan ekonomi dikomunikasikan secara kredibel, ruang bagi pasar untuk tetap konstruktif masih terbuka,” jelasnya.

Sinergi Antarlembaga

Dari sisi otoritas bursa, Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menegaskan bahwa penguatan IHSG tidak terlepas dari konsistensi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.

“Dukungan kebijakan yang menjaga stabilitas ekonomi berperan besar dalam menciptakan sentimen positif yang berkelanjutan di pasar modal,” ujarnya.

Selain kebijakan makro, sinergi antarlembaga turut memperkokoh fondasi pasar modal. Kolaborasi BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Self Regulatory Organization (SRO) seperti KPEI dan KSEI dinilai membuat ekosistem pasar modal nasional semakin solid dan resilien menghadapi volatilitas global.

Peluang Menuju 10.000

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menilai peluang IHSG menembus level 10.000 pada 2026 masih terbuka lebar. Syarat utamanya adalah terjaganya fundamental ekonomi nasional serta meningkatnya peran investor domestik.

“Jika fundamental ekonomi tetap kuat dan partisipasi investor domestik terus meningkat, level tersebut bukan sesuatu yang mustahil,” katanya.

Meski demikian, Inarno mengingatkan bahwa pergerakan IHSG tidak semata ditentukan oleh kinerja emiten, tetapi juga dipengaruhi dinamika global dan kondisi domestik. Oleh karena itu, pengelolaan risiko tetap menjadi faktor krusial.

“OJK akan memastikan pasar berjalan secara teratur, wajar, dan efisien agar pertumbuhan yang terjadi bersifat berkelanjutan, bukan sekadar momentum jangka pendek,” pungkasnya.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#level #rekor tertinggi #pasar saham indonesia #ihsg #psikologis