Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bank Sumut Gelar Manasik Haji Akbar, Jadi Bekal 1.661 Calon Jamaah Menuju Baitullah 

Ade Zulfi • Kamis, 2 April 2026 | 19:34 WIB
Wakil Gubernur Sumut Surya didampingi Dirut Bank Sumut Heru Mardiansyah, Komisaris Utama Bank Sumut Firsal Dida Mutyara, Anggota BPKH Acep R Jayaprawira, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sumut Zulkifli Sitorus, dan jajaran pejabat Pemprov Sumut maupun Pemko Medan,
memberi keterangan kepada wartawan usai membuka secara resmi Manasik Haji Akbar di Asrama Haji Medan, Kamis (2/4/2026). Foto: Ade Zulfi AS/Sumut Pos.
Wakil Gubernur Sumut Surya didampingi Dirut Bank Sumut Heru Mardiansyah, Komisaris Utama Bank Sumut Firsal Dida Mutyara, Anggota BPKH Acep R Jayaprawira, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sumut Zulkifli Sitorus, dan jajaran pejabat Pemprov Sumut maupun Pemko Medan, memberi keterangan kepada wartawan usai membuka secara resmi Manasik Haji Akbar di Asrama Haji Medan, Kamis (2/4/2026). Foto: Ade Zulfi AS/Sumut Pos.

 MEDAN, sumutpos.jawapos.com– Suasana haru dan khidmat menyelimuti Gedung Asrama Haji Medan saat Bank Sumut kembali menggelar Manasik Haji Akbar, Kamis (2/4/2026). Sebanyak 1.661 calon jamaah haji dari berbagai daerah berkumpul untuk mematangkan persiapan spiritual dan teknis sebelum berangkat ke tanah suci.

Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menyampaikan, manasik haji akbar telah menjadi tradisi sejak 2006. Dari awalnya hanya diikuti 12 orang, kini jumlah peserta meningkat signifikan.

“Tahun ini, peserta manasik haji akbar mencapai 1.661 jamaah dari total 1.887 nasabah yang telah melunasi biaya haji di Bank Sumut. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai sahabat dalam perjalanan spiritual bapak dan ibu,” kata Heru.

Ia menegaskan, Bank Sumut berkomitmen memastikan seluruh calon jamaah mendapatkan pembekalan yang matang, baik dari sisi pemahaman manasik maupun kesiapan mental.

Baca Juga: Menunjukkan Resiliensi, Bank Mandiri Sukses Menerbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Pasca Ketegangan Geopolitik

Menurut Heru, kegiatan ini merupakan bentuk kebahagiaan yang tidak terukur materi. "Allah memanggil hamba-Nya ke Baitullah adalah kebahagiaan tertinggi. Bank Sumut hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai mitra ibadah masyarakat," ujarnya.

Untuk mengakomodasi jumlah peserta, manasik tahun ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama diikuti 728 jamaah pada 31 Maret, sementara gelombang kedua akan berlangsung pada 5 hingga 8 April. Bank Sumut juga menyediakan fasilitas pendukung, mulai dari transportasi dari daerah asal hingga akomodasi selama di Medan.

Sementara Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Surya, memberikan apresiasi kepada Bank Sumut yang dinilai konsisten mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam layanan finansial, tetapi juga dalam persiapan ibadah haji. 

Baca Juga: Hamzah Fanshuri Damanik Dilantik jadi Ketua LPTQ Siantar

“Manasik ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata tanggung jawab Bank Sumut dalam membantu jemaah agar lebih siap menunaikan rukun Islam ke lima. Melalui produk seperti Tabungan Haji Makbul, masyarakat diberi kemudahan dalam merencanakan perjalanan ibadah mereka,” ujar Surya.

Ia menekankan, manasik adalah kunci keberhasilan ibadah haji yang mabrur. Ia juga mengingatkan para calon jamaah bahwa ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Karena itu, jamaah diimbau mulai menjaga pola makan dan istirahat sejak dini.

"Jaga kesehatan, atur pola makan, dan patuhi instruksi petugas. Yang paling utama, jaga nama baik Sumatera Utara. Tunjukkan sikap santun, disiplin, dan perkuat kebersamaan selama menjalankan ibadah,” pesan Surya kepada para jamaah.

Baca Juga: Air Mata Haru di Langkat, PLN Wujudkan Rumah Layak dan Harapan Baru untuk Keluarga Prasejahtera

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI Acep R Jayaprawira, memaparkan perkembangan dana haji yang dikelola BPKH. “Saat ini dana haji yang dikelola mencapai sekitar Rp180 triliun, meningkat dari Rp98 triliun pada 2018. Dana ini dikelola secara profesional untuk menghasilkan nilai manfaat sekitar Rp12 triliun per tahun, yang digunakan untuk mensubsidi biaya haji jemaah reguler,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama delapan tahun berdiri, BPKH mencatatkan rekam jejak audit yang impresif yang ditandai dengan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Menuju tahun ke-9, BPKH telah meraih 7 kali opini WTP. Artinya, kami pastikan tidak ada uang jamaah yang hilang satu rupiah pun," tegasnya.

Acara ini turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumut Zulkifli Sitorus, Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Medan Ramlan Sudarto, jajaran komisaris dan direksi Bank Sumut, tokoh agama, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumut. (adz)

Editor : Redaksi
#baitullah #manasik haji akbar #bank sumut