sumutpos.jawapos.com - Nilai tukar ringgit Malaysia menunjukkan performa impresif sepanjang 2026 dan tercatat sebagai mata uang dengan kinerja terbaik kedua di Asia, hanya berada di bawah yuan Tiongkok. Penguatan ini ditopang oleh membaiknya fundamental ekonomi domestik yang terus menunjukkan tren positif di tengah dinamika ekonomi global dan regional.
Melansir Instagram @lambegosiip, Jumat (19/6/2026), data dari Department of Statistics Malaysia (DOSM) mencatat bahwa nilai perdagangan Malaysia pada Maret 2026 meningkat 9,3 persen secara tahunan menjadi RM273 miliar. Kinerja ekspor juga menunjukkan penguatan dengan kenaikan 8,3 persen menjadi RM148,8 miliar, yang turut memperkuat posisi neraca perdagangan negara tersebut.
Sejalan dengan itu, pertumbuhan ekonomi di awal tahun juga menjadi katalis penting. Ekspansi produk domestik bruto (PDB) Malaysia pada kuartal pertama 2026 tercatat melampaui 5 persen, memberikan sinyal kuat bahwa pemulihan ekonomi berjalan solid dan berkelanjutan.
Baca Juga: Anggota TNI AD Aktif Diduga Ikut Menganiaya Warga hingga Tewas di Labura
Ekonom Bank Muamalat Malaysia, Mohd Afzanizam Mohd Afzanizam, menilai bahwa penguatan ringgit tidak terlepas dari kombinasi faktor eksternal dan internal, terutama dukungan dari pertumbuhan ekonomi domestik yang stabil serta peningkatan aktivitas perdagangan.
Menurutnya, kinerja perdagangan yang solid dan pertumbuhan PDB yang konsisten di atas 5 persen memberikan keyakinan kepada pasar bahwa fundamental ekonomi Malaysia berada dalam kondisi yang kuat. Hal ini turut membantu meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset-aset berbasis ringgit di tengah fluktuasi pasar keuangan regional.
Dengan tren ini, ringgit dipandang masih memiliki ruang penguatan, meski tetap dipengaruhi oleh dinamika global seperti arah suku bunga Amerika Serikat, harga komoditas, serta perlambatan atau percepatan ekonomi di kawasan Asia.
Baca Juga: Jepang Terapkan Disiplin Merokok, Perokok Wajib Tahu Tempatnya
Secara keseluruhan, performa ringgit sepanjang 2026 mencerminkan keberhasilan Malaysia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan memperkuat daya saing ekspor di tengah persaingan ekonomi regional yang semakin ketat.(lin)
Editor : Redaksi