Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana 28 Ton Lidi Sawit ke China, Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Petani

Johan Panjaitan • Minggu, 21 Juni 2026 | 09:30 WIB
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia melepas ekspor perdana sebanyak 28 ton lidi sawit ke China. Pelepasan ekspor tersebut berlangsung di gudang PT Arra Setya Abadi, Belawan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/6/2026).(Dok : Badan Pengelola Dana Perkebunan).
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia melepas ekspor perdana sebanyak 28 ton lidi sawit ke China. Pelepasan ekspor tersebut berlangsung di gudang PT Arra Setya Abadi, Belawan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/6/2026).(Dok : Badan Pengelola Dana Perkebunan).

 

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Produk yang selama ini kerap dianggap limbah perkebunan kini membuktikan nilai ekonominya di pasar global. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia resmi melepas ekspor perdana 28 ton lidi sawit ke China, sebuah langkah yang menandai terbukanya peluang usaha baru bagi petani dan pelaku UMKM di sektor perkebunan.

Pelepasan ekspor berlangsung di gudang PT Arra Setya Abadi, Belawan, Rabu (17/6/2026). Lidi sawit yang dikirim merupakan hasil pengumpulan petani, UMKM, dan koperasi anggota ASPEKPIR di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Dalam proses pemasaran internasional, ASPEKPIR menggandeng PT Arra Setya Abadi sebagai mitra eksportir.

Ekspor perdana ini menjadi buah dari program pemberdayaan UMKM dan koperasi yang selama dua tahun terakhir dijalankan secara berkelanjutan oleh BPDP bersama ASPEKPIR. Program tersebut tidak hanya mendorong pemanfaatan produk samping kelapa sawit, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat di sentra perkebunan.

Baca Juga: Tunisia vs Jepang:  Samurai Biru Mengincar Tiket 16 Besar

Kegiatan pelepasan ekspor dihadiri Ketua Umum ASPEKPIR Setiyono, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, Badan Karantina, akademisi, serta para petani dan pengrajin lidi sawit.

Dalam sambutan tertulis Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP yang dibacakan Anwar Sadat, disampaikan bahwa BPDP sejak beberapa tahun terakhir aktif mendorong pengembangan produk bernilai tambah dari sektor perkebunan, termasuk pemanfaatan lidi sawit yang selama ini belum tergarap secara optimal.

Melalui berbagai workshop, pelatihan, dan diseminasi yang digelar sejak 2024, BPDP bersama ASPEKPIR terus memperkenalkan potensi ekonomi lidi sawit kepada masyarakat. Program tersebut telah menjangkau sejumlah daerah penghasil sawit seperti Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur hingga Pasangkayu di Sulawesi Barat.

Selain memperkenalkan peluang usaha baru, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan keterampilan petani dalam pengolahan dan pengendalian kualitas produk agar mampu memenuhi standar pasar ekspor.

“BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujar Anwar Sadat.

Baca Juga: Hyundai CRETA Hadir dengan Tiga Karakter, Hyundai Arista Medan Bidik Kebutuhan Konsumen yang Kian Beragam

Menurut BPDP, keberhasilan ekspor perdana ini menunjukkan bahwa industri sawit memiliki spektrum manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar menghasilkan minyak sawit mentah. Produk samping seperti lidi sawit terbukti mampu menciptakan rantai ekonomi baru yang melibatkan petani, pengrajin, koperasi, hingga eksportir.

Dampaknya tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi di wilayah pedesaan.

“Rantai pasok produksi lidi sawit melibatkan banyak pihak, sehingga mampu memberikan efek ganda terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

BPDP juga menilai inisiatif tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang mendorong ekonomi hijau, penguatan kewirausahaan, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat desa.

Sementara itu, Ketua Umum ASPEKPIR Setiyono mengatakan ekspor perdana ke China menjadi bukti nyata bahwa program pemberdayaan yang dijalankan bersama BPDP mampu menghasilkan peluang usaha yang berkelanjutan.

Ia menyebut sedikitnya tujuh koperasi anggota ASPEKPIR terlibat dalam penyediaan bahan baku ekspor, dengan manfaat ekonomi yang diperkirakan dapat dirasakan oleh sekitar 2.800 anggota koperasi.

“Keterlibatan koperasi menunjukkan bahwa pengembangan usaha berbasis limbah sawit mampu menjadi sumber ekonomi baru bagi petani,” kata Setiyono.

Baca Juga: Pertamina Berkah Hadir di 5 Provinsi, Santuni 11 Yayasan Sosial

Menurutnya, selama ini lidi sawit belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, jika dikelola dengan baik dan memenuhi standar kualitas, komoditas tersebut memiliki permintaan yang cukup menjanjikan di pasar internasional.

“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber pendapatan tambahan,” ujarnya.

Direktur Utama PT Arra Setya Abadi, Ilham Setiadi, menjelaskan pihaknya bersama ASPEKPIR dan BPDP telah melakukan berbagai sosialisasi serta pendampingan sejak akhir 2024 untuk membangun ekosistem usaha ekspor lidi sawit.

Upaya tersebut dilakukan dengan memperluas jaringan pemasok, meningkatkan kualitas produk, serta membuka akses pasar internasional yang lebih luas. Menurutnya, peluang ekspor produk turunan sawit nonkonvensional masih sangat besar dan belum tergarap sepenuhnya.

“Ini bukan sekadar ekspor perdana, tetapi awal dari pengembangan rantai nilai baru di sektor sawit yang melibatkan petani secara langsung. Potensinya masih sangat besar untuk terus dikembangkan,” pungkasnya.(san/han)

Editor : Johan Panjaitan
#aspekpir #lidi sawit #peluang ekonomi #china #BPDP