KKSU 2026 Catat Transaksi Puluhan Miliar, Bank Indonesia Perkuat Jalan UMKM Sumut Menuju Pasar Global

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 14:35 WIB
Deputi Gubernur BI, Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono bersama Kepala KPw BI Provinsi Sumut, Ameriza M Moesa dan  Gubernur Sumut, Bobby Nasution dalam acara KKSU 2026, di Lobi Delipark Mall Medan, Sabtu (25/7) sore. (Sumut Pos/Dokumen Pribadi)
Deputi Gubernur BI, Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono bersama Kepala KPw BI Provinsi Sumut, Ameriza M Moesa dan Gubernur Sumut, Bobby Nasution dalam acara KKSU 2026, di Lobi Delipark Mall Medan, Sabtu (25/7) sore. (Sumut Pos/Dokumen Pribadi)

 

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 kembali menegaskan perannya sebagai panggung strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas. Memasuki penyelenggaraan ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2020, ajang yang diinisiasi Bank Indonesia ini berhasil melibatkan lebih dari 600 pelaku usaha dan 48 mitra strategis, sekaligus mencatatkan nilai transaksi dan potensi investasi yang mencapai puluhan miliar rupiah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, mengungkapkan bahwa hingga hari pembukaan, KKSU 2026 telah membukukan capaian transaksi yang menggembirakan.

Penjualan ritel selama kegiatan telah melampaui Rp900 juta, sementara nilai business matching mencapai sekitar Rp22 miliar melalui kerja sama pembiayaan dan perdagangan antara UMKM dengan pelaku usaha global, agregator, hingga sektor perhotelan.

Selain itu, potensi kerja sama dan investasi yang terbangun selama penyelenggaraan telah menembus angka lebih dari Rp80 miliar.

Baca Juga: Warga PB Selayang II Keluhkan Parkir Liar, DPRD Medan Desak Dishub Bertindak Cepat

"KKSU 2026 mencatatkan capaian transaksi yang sangat positif. Selain penjualan ritel, kerja sama bisnis dan potensi investasi yang tercipta menunjukkan semakin besarnya kepercayaan terhadap produk-produk UMKM Sumatera Utara," ujar Ameriza saat Opening Ceremony KKSU 2026 di Lobby Delipark Mall Medan, Sabtu (25/7).

Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional

KKSU 2026 resmi dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, dan berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Delipark Mall Medan.

Mengusung tema "Dari Lokal ke Global: Mendorong UMKM yang Inovatif, Inklusif, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Internasional", kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Beragam agenda disiapkan untuk memperkuat ekosistem UMKM, mulai dari Sumatra Export Celebration, Medan Digifestival, Medan Fashion Trend, edukasi literasi keuangan, digitalisasi pembayaran melalui QRIS, hingga pameran produk unggulan, wastra, dan kuliner khas Sumatera Utara.

Menurut Thomas, tema yang diangkat tahun ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat daya saing UMKM di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga: Video Viral di Lubuk Pakam Jadi Pengingat, Begini Prosedur Aktivasi Rekening PIP

"KKSU menjadi jembatan konkret yang mempertemukan UMKM dengan mitra pembiayaan, mitra dagang, dan pasar yang lebih luas sehingga pelaku usaha dapat berkembang secara berkelanjutan," katanya.

Ekonomi Sumut Dinilai Tetap Tangguh

Dalam kesempatan tersebut, Thomas juga mengapresiasi ketahanan ekonomi Sumatera Utara yang mampu mencatatkan pertumbuhan 4,98 persen di tengah tekanan ekonomi global.

Bank Indonesia, lanjutnya, terus memperkuat kebijakan insentif likuiditas makroprudensial bagi perbankan guna memperluas akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau bagi sektor UMKM.

Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku usaha memiliki ruang yang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Bobby Nasution: UMKM Harus Naik Kelas

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan KKSU 2026.

Menurutnya, UMKM merupakan pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.

Ia berharap KKSU mampu menjadi katalisator yang menggerakkan sektor swasta sekaligus memperkuat daya saing produk-produk lokal.

"UMKM memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Produk-produk Sumatera Utara, baik wastra maupun kuliner, memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional," ujar Bobby.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan orientasi pelaku UMKM dari pola business to consumer (B2C) menuju business to business (B2B) agar mampu masuk ke rantai pasok industri dan menarik minat investor.

Baca Juga: Persebaya vs Persija: Ronny Tanuwijaya Prediksi Duel Sarat Gengsi dan Adu Taktik

Untuk mendukung transformasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen memberikan pendampingan, mulai dari peningkatan kualitas kemasan, penyusunan studi kelayakan, hingga penguatan aspek bisnis agar produk UMKM semakin bankable dan kompetitif di pasar global.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, sektor perbankan, dan dunia usaha, KKSU 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi UMKM Sumatera Utara untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (dwi/han)

Editor : Johan Panjaitan
KKSU 2026 mitra strategis umkm bank indonesia