Indonesia Coffee Expo 2026 Resmi Digelar di Medan, Perkuat Ekosistem Industri Kopi Nasional

Triadi Wibowo • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:42 WIB
Pembukaan Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 di Tiara Convention Center, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (31/7/2026).
Pembukaan Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 di Tiara Convention Center, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (31/7/2026).

 

MEDAN - Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 resmi dibuka di Tiara Convention Center, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (31/7/2026). 

Pameran yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026 ini mengusung tema "Brewing Business, Shaping Lifestyle, and Coffee Excellence" dengan menghadirkan 54 peserta dari berbagai sektor industri kopi, mulai dari petani, pelaku UMKM, roastery, coffee shop, penyedia mesin dan peralatan kopi, hingga industri pendukung.

Pembukaan ICX 2026 dihadiri Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Harun Adama Sume, Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa, Direktur Dyandra Promosindo Michael Bayu Sumarijanto, Rumpoko Hadi, SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Thomas Wahyudi, Manager Sales Garuda Indonesia Marga Tina, serta Project Manager ICX 2026 Mega Khoriani.

Baca Juga: Kadisdikbud Medan: Pengawas Sekolah Berperan Besar Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Harun Adama Sume mengatakan Sumatera Utara memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penghasil kopi berkualitas dunia dengan permintaan yang terus meningkat dari pasar internasional.

"Sumatera Utara sangat potensial. Budaya minum kopi di masyarakat sangat kuat sehingga kopi sudah menjadi bagian dari siklus hidup masyarakat Sumatera, tidak hanya di Sumatera Utara," ujar Harun.

Menurut Harun, pemerintah terus mendorong pelaku UMKM di sektor kopi agar berkembang dari hulu hingga hilir sehingga mampu menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah.

Baca Juga: Progres Peningkatan Saluran DI Rawa Bogak Besar Capai 6 Persen

"Komoditas kopi terus kami dorong agar UMKM tumbuh dan berkembang. Dengan berkembangnya sektor ini tentu akan menggerakkan multiplier effect ekonomi, khususnya di Sumatera Utara," katanya.

Harun menambahkan, kopi Indonesia, termasuk dari Sumatera Utara, telah memiliki pasar ekspor yang luas, di antaranya ke Australia, Inggris, China, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya.

"Nah mereka banyak permintaan dan kita tetap aja namanya trade, kalau itu menguntungkan buat kita, kita akan dorong para pengusaha kopi itu untuk berekspansi. Jadi banyak sekali yang kita lakukan untuk para pengusaha UMKM, termasuk yang bergerak di komoditas kopi dan turunannya," ujarnya.

Baca Juga: PT Tembakau Deli Medica Pastikan Tuntaskan Tunggakan Gaji Mantan Pekerja RSU Tanjungselamat

Direktur Dyandra Promosindo, Michael Bayu Sumarijanto, mengatakan Pulau Sumatera telah lama dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil kopi terbaik di Indonesia. Beragam origin unggulan seperti Mandailing, Lintong, Sidikalang, Gayo, hingga Kerinci telah mengharumkan nama kopi Indonesia di pasar dunia.

"Sumatera bukan hanya sebagai salah satu produsen utama, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas rantai pasok kopi di Indonesia. Karena itu, kami ingin Indonesia Coffee Expo menjadi lebih dari sekadar ajang promosi produk kopi siap jadi," katanya.

Menurut Bayu, penyelenggaraan ICX Medan 2026 menjadi kota kedua dalam rangkaian roadshow nasional Indonesia Coffee Expo 2026 yang digelar Dyandra Promosindo bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) serta didukung PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Baca Juga: Paluta Cup II U-15 Resmi Bergulir, Pemkab Padang Lawas Utara Tegas Lindungi Talenta Lokal

"Melalui pameran ini, kami membuka peluang pengembangan bisnis, termasuk memperluas akses pasar bagi green bean Indonesia sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi petani kopi," jelasnya.

Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai produk, teknologi, inovasi, dan tren terbaru industri kopi, sekaligus mengenal kekayaan kopi Nusantara melalui beragam origin unggulan seperti Kopi Sidikalang, Kopi Karo, Kopi Minang, Mandailing, hingga berbagai kopi khas Sumatera lainnya.

Bayu menilai Medan memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan di Sumatera sehingga berpotensi memperluas akses pasar dan memperkuat kolaborasi antar pelaku industri kopi.

Baca Juga: Pemkab Padang Lawas Utara Dukung Gerakan Tanam Serempak, Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan

Sementara, Project Manager ICX 2026 Mega Khoriani mengatakan pihaknya menargetkan sekitar 7.500 pengunjung selama pameran berlangsung. Hingga pembukaan, sekitar 3.000 pengunjung telah melakukan registrasi secara daring.

"Sedangkan, kita mentargetkan transaksi kurang lebih di Rp1,5 miliar sampai Rp2 miliar untuk di Medan," kata Mega.

ICX Medan 2026 juga menghadirkan Indonesia Brewers Cup (IBRC) Regional 3 yang diikuti 25 brewer dari 18 coffee shop di seluruh Indonesia. Kompetisi ini menjadi bagian dari seleksi brewer menuju tingkat nasional sebagai langkah awal menuju World Brewers Cup.

Ketua SCAI, Daryanto Witarsa, mengatakan penyelenggaraan ICX menjadi salah satu upaya meningkatkan apresiasi terhadap kopi Indonesia sekaligus memperkuat daya saing industri.

Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang, Dua Pohon Tumbang, Tak Ada Korban

"Indonesia memiliki kekayaan origin kopi yang luar biasa dan Sumatera menjadi salah satu wilayah dengan karakter kopi yang telah dikenal dunia. Melalui ICX, kami berharap semakin banyak masyarakat mengenal keberagaman kopi Indonesia sekaligus mendorong pelaku industri terus menjaga kualitas agar mampu bersaing di pasar global," katanya.

ICX 2026 juga mengusung semangat inklusivitas melalui kolaborasi dengan Kementerian UMKM dengan menghadirkan Warung Difabel Sharaswaty yang memberdayakan penyandang disabilitas sebagai barista.

Dukungan terhadap penguatan ekosistem kopi nasional juga diberikan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melalui layanan transaksi digital selama pameran berlangsung.

SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, mengatakan pertumbuhan industri kopi perlu diimbangi dengan sistem keuangan digital yang mampu meningkatkan daya saing UMKM.

Baca Juga: Korban Pohon Tumbang di Binjai Dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik, Alami Luka Serius pada Kaki

"Pertumbuhan industri kopi perlu didukung oleh ekosistem yang semakin kuat, termasuk dari sisi layanan keuangan dan transaksi digital. Kehadiran BTN di ICX menjadi bagian dari upaya mendukung digitalisasi transaksi sekaligus memperkuat daya saing UMKM," kata Thomas.

Ia mengungkapkan hingga semester I 2026, superapps balé by BTN telah digunakan 4,32 juta pengguna dengan ekosistem yang mencakup lebih dari 344 ribu merchant, lebih dari 14 ribu developer, dan telah terhubung dengan 59 pemerintah daerah.

Hingga Juni 2026, jumlah transaksi melalui balé by BTN tumbuh 41,6 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi 2,63 miliar transaksi, dengan nilai transaksi meningkat 55,3 persen menjadi Rp134 triliun.

Baca Juga: KONI Sumut Terapkan Skema Pembiayaan 50:50 untuk Akomodasi dan Transportasi Atlet Porprovsu, Nominal Masih Dibahas

Selama pameran, BTN menghadirkan berbagai promo transaksi menggunakan QRIS balé by BTN maupun Kartu Debit BTN, mulai dari cashback hingga Rp150 ribu, cashback Rp100 ribu, cashback Rp15 ribu, hingga program undian berhadiah mesin kopi senilai Rp10 juta dan hadiah saldo tabungan.

Indonesia Coffee Expo (ICX) Medan 2026 berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Tiara Convention Center, Medan, mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Pameran terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya dengan registrasi melalui DyandraTiket.com. 

Informasi lengkap mengenai rangkaian acara dapat diakses melalui Instagram @icx_expo maupun situs resmi Indonesia Coffee Expo. (tri)

Editor : Redaksi
Indonesia Coffee Expo 2026 Industri Kopi Nasional