MEDAN, SUMUT POS- Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara membantah adanya pengendapan atau penimbunan stok beras sebanyak 52 ribu ton dan 1,2 ribu ton Minyakita di gudang BULOG Sumut.
Kepala Perum BULOG Kanwil Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menegaskan bahwa keberadaan stok pangan di gudang BULOG merupakan bagian dari tugas BULOG sebagai operator pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan.
Menurut Budi, stok yang berada di gudang tidak serta-merta dapat langsung disalurkan tanpa adanya perintah atau penugasan dari pemerintah.
Baca Juga: Produksi Vape Etomidate, Pemuda asal Aceh Dituntut 10 Tahun Penjara
Karena itu, menurutnya, stok beras yang saat ini menjadi sorotan bukanlah barang yang sengaja dibiarkan mengendap.
“Jadi kan BULOG itu sebetulnya operator pemerintah untuk menjaga stok. Jadi kalau dalam gudang BULOG itu ada stok, bukan diendapkan, tapi menunggu perintah,” ujar Budi saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah sebelumnya memang telah memberikan arahan terkait penyaluran stok tersebut. Bahkan, sejumlah pemerintah daerah disebut telah berkoordinasi dengan BULOG untuk memastikan penyaluran beras dapat segera dilakukan.
Budi menyebut pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara, termasuk Deli Serdang, Serdang Bedagai, Binjai, dan Kota Medan, telah datang dan berkoordinasi dengan pihak BULOG terkait rencana penyaluran beras tersebut.
“Perintahnya kan baru kemarin. Jadi ini yang dimaksud mungkin karena BULOG kemarin menyatakan kepada Gubernur, terus viral di Instagram,” katanya.
Budi kembali menegaskan bahwa jumlah beras yang dimaksud bukan 52 ton, melainkan sekitar 52 ribu ton yang tengah dipersiapkan untuk disalurkan melalui pemerintah daerah.
“Kalau dulu mau menyalurkan 52 ribu ton, bukan 52 ton ya. 52 ribu ton itu lagi mau proses,” jelasnya.
Menurut dia, proses penyaluran tersebut telah mulai dibahas bersama sejumlah pemerintah daerah. Bahkan, pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Kota Binjai, hingga Kota Medan disebut telah berkunjung ke gudang BULOG untuk melihat kesiapan stok dan membahas mekanisme penyaluran.
“Dari pemerintah Kabupaten Deli Serdang, kemudian ada Kabupaten Serdang Bedagai, Binjai dan juga Kota Medan itu sudah berkunjung ke gudang kami untuk bisa segera melaksanakan penyaluran pangan-pangan yang 52 ribu ton ini,” ungkap Budi.
Karena itu, ia menolak anggapan bahwa stok beras tersebut sengaja ditahan atau dibiarkan menumpuk di gudang BULOG. Menurutnya, stok tersebut memang sedang menunggu proses dan perintah penyaluran.
“Ini bukan diendapkan. Bukan diendapkan ya. Kita mau salurkan, kita mau salur,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai kapan tepatnya beras tersebut mulai disalurkan kepada masyarakat, Budi mengatakan BULOG masih menunggu informasi dan instruksi lebih lanjut terkait teknis pelaksanaannya.
Ia menyebut informasi mengenai penyaluran tersebut baru diterima pihak BULOG dalam waktu dekat sehingga diperlukan proses untuk menentukan mekanisme dan wilayah penyalurannya.
“Kalau masalah kapan, ini kalau BULOG baru datang beritanya itu kan baru hari, baru kemarin,” ujarnya.
Dengan adanya koordinasi bersama pemerintah daerah, Budi memastikan pihaknya siap menyalurkan stok beras tersebut sesuai dengan penugasan pemerintah.
“Baru seminggu,” katanya ketika ditanya mengenai proses persiapan penyaluran.
Budi kembali menekankan bahwa tidak terdapat praktik pengendapan stok sebagaimana yang menjadi sorotan. Menurutnya, keberadaan stok di gudang merupakan bagian dari fungsi BULOG dalam menjaga ketersediaan pangan, sementara penyalurannya harus mengikuti mekanisme dan perintah pemerintah.
“Tidak ada pengendapan. Tinggal kita salurkan,” pungkasnya.
BULOG Sumut memastikan proses penyaluran akan dilakukan sesuai dengan ketentuan dan instruksi pemerintah. Stok yang tersedia di gudang, kata Budi, pada prinsipnya siap didistribusikan ketika seluruh mekanisme penyaluran telah ditetapkan.(san/ram)
Editor : Juli Rambe