IEE Series 2026 Perkuat Konektivitas Industri Energi dan Engineering di Indonesia

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:10 WIB
 [Ki-Ka] Ahmad Syauki - Sekjen PJCI; Hendra Suryakusuma - Chairman IDPRO; Bambang Tjahjono - Direktur Eksekutif ASPINDO; Moshe Rizal - Komite Investasi ASPERMIGAS; Dudung Maulana - Sekjen AP3I; Teddy Setiabudi - Chairman PERPAMSI ;Andrian Cader - COO ADEXCO; Hanung Hanindito - Deputy Event Director Pamerindo pada konferensi pers IEE Series (19/8/2026). (Ari Iswandi/Sumut Pos)
[Ki-Ka] Ahmad Syauki - Sekjen PJCI; Hendra Suryakusuma - Chairman IDPRO; Bambang Tjahjono - Direktur Eksekutif ASPINDO; Moshe Rizal - Komite Investasi ASPERMIGAS; Dudung Maulana - Sekjen AP3I; Teddy Setiabudi - Chairman PERPAMSI ;Andrian Cader - COO ADEXCO; Hanung Hanindito - Deputy Event Director Pamerindo pada konferensi pers IEE Series (19/8/2026). (Ari Iswandi/Sumut Pos)

 

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Peta industri energi dan engineering Indonesia kembali mendapat panggung besar melalui Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026. Setelah menyambangi Balikpapan dan Surabaya, rangkaian industri ini akan mencapai agenda utamanya di Jakarta melalui Energy Week pada 2–5 September 2026 dan Engineering Week pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran.

Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, IEE Series 2026 tidak sekadar menjadi ajang pamer teknologi dan produk industri. Gelaran ini dirancang sebagai ruang temu yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, penyedia teknologi, asosiasi, investor, akademisi, hingga profesional dari berbagai sektor strategis.

Skala penyelenggaraan tahun ini pun semakin besar. Pamerindo Indonesia menargetkan lebih dari 75.000 trade attendees, dengan keterlibatan lebih dari 2.000 perusahaan dari 39 negara dan wilayah. Total area pameran juga mencapai lebih dari 108.000 meter persegi.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-81 RI, PLN UID Sumut Hadirkan Diskon Tambah Daya 50 Persen hingga 25 Agustus

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan pertumbuhan IEE Series mencerminkan semakin kuatnya kebutuhan industri terhadap ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan berbagai kepentingan dalam satu ekosistem.

“Skala penyelenggaraan tahun ini menunjukkan bagaimana IEE Series terus berkembang sebagai platform pertemuan bagi berbagai pelaku industri. Dengan 2.000+ perusahaan peserta dan target lebih dari 75.000 trade attendees, kami melihat kebutuhan yang semakin besar terhadap ruang yang dapat mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pengetahuan dalam dunia industri, melihat perkembangan solusi terbaru, serta membangun peluang bisnis dan kolaborasi,” ujar Hanung.

Sepuluh Platform Industri Strategis

IEE Series 2026 menghadirkan 10 platform pameran yang mencakup sektor-sektor strategis, mulai dari energi, ketenagalistrikan, baterai, infrastruktur digital, konstruksi, pertambangan, minyak dan gas, pengelolaan air, hingga pengecoran logam dan metalurgi.

Selain itu, gelaran ini turut mengangkat isu manajemen kebencanaan dan perlindungan sipil sebagai bagian dari kebutuhan industri modern yang semakin menempatkan aspek keselamatan dan ketahanan infrastruktur sebagai prioritas.

Keberlanjutan menjadi benang merah dalam seluruh rangkaian tersebut. Menurut Hanung, transformasi industri tidak lagi semata-mata berbicara tentang peningkatan produksi dan efisiensi, tetapi juga menyangkut keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan serta keberlangsungan operasional.

Hal itu menjadi semakin relevan di sektor pertambangan yang menghadapi tuntutan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat praktik industri yang bertanggung jawab.

“Sesuai dengan tema kami, keberlanjutan juga menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan berbagai sektor, salah satunya sektor tambang saat ini. Penerapan teknologi tidak hanya dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga untuk mendukung aspek keselamatan, pengelolaan lingkungan, serta keberlanjutan operasional,” jelas Hanung.

Energy Week Soroti Energi hingga Infrastruktur Digital

Rangkaian pertama, Energy Week, akan mempertemukan tiga pameran utama, yakni Electric & Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, serta Data Center Asia–Indonesia.

Selama empat hari penyelenggaraan, Energy Week akan menghadirkan empat hybrid stages, 21 sesi seminar, 73 thought leaders, serta dukungan dari 12 asosiasi.

Kombinasi tersebut mencerminkan perubahan lanskap energi yang semakin terhubung dengan perkembangan teknologi digital dan kebutuhan infrastruktur baru. Transisi energi, ketahanan kelistrikan, teknologi baterai hingga perkembangan pusat data menjadi bagian dari ekosistem yang saling berkaitan.

Baca Juga: VRV DAIKIN Raih Predikat Green Label Indonesia Tertinggi

Engineering Week Hadirkan Ekosistem Lebih Luas

Seminggu kemudian, giliran Engineering Week yang mengambil panggung. Rangkaian ini membawa cakupan lebih luas melalui Construction Indonesia, Concrete Show South-East Asia–Indonesia, Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Water Indonesia, ADEXCO, serta GIFA & METEC Indonesia sebagai special co-located exhibitions.

Engineering Week akan menghadirkan enam hybrid stages, 26 sesi seminar dan 206 thought leaders dengan dukungan 49 asosiasi.

Tak hanya forum diskusi, pengunjung juga dapat melihat lebih dari 100 product displays alat berat yang berkaitan dengan kebutuhan konstruksi, pertambangan dan berbagai sektor engineering lainnya.

Kehadiran berbagai asosiasi dinilai menjadi salah satu kekuatan utama IEE Series karena membuka ruang pertukaran perspektif yang lebih luas antarsektor.

“Bagi kami, keterlibatan berbagai asosiasi dan institusi bukan hanya sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan IEE Series, tetapi juga bagian dari upaya membangun ruang kolaborasi yang lebih luas,” kata Hanung.

Menurutnya, setiap asosiasi membawa kebutuhan dan perspektif dari sektor masing-masing. Ketika seluruh perspektif tersebut dipertemukan, terbuka peluang lebih besar untuk berbagi pengetahuan, memperkenalkan solusi teknologi dan membangun kolaborasi lintas industri.

Baca Juga: Korupsi Ganti Rugi Makam Wakaf Tol Binjai-Langsa, Eks Kadus di Langkat Dituntut 6 Tahun Penjara

IEE Series 2026 juga menempatkan program pengetahuan sebagai salah satu elemen penting. Seminar, forum industri dan diskusi disiapkan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan sekaligus membahas arah perkembangan industri secara lebih mendalam.

Sepanjang dua pekan, terdapat 47 sesi seminar yang melibatkan total 279 thought leaders.

Dengan cakupan sektor yang luas—mulai energi, konstruksi, pertambangan, manufaktur, teknologi digital, pengelolaan sumber daya hingga ketahanan infrastruktur—IEE Series 2026 diarahkan menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan industri dengan inovasi dan peluang bisnis.

Pamerindo Indonesia pun mengajak pelaku industri, perusahaan, asosiasi, pemerintah, akademisi, investor dan profesional untuk memanfaatkan rangkaian IEE Series 2026 sebagai ruang bertukar pengetahuan, mengikuti konferensi dan seminar, melakukan business matching, sekaligus memperluas jejaring lintas industri.(ari/han)

Editor : Johan Panjaitan
IEE series 2026 energy week engineering