MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Bagi banyak pelaku UMKM, persoalan terbesar bukan semata bagaimana meningkatkan penjualan, melainkan bagaimana memastikan setiap rupiah yang berputar dalam bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan.
Persoalan itulah yang menjadi perhatian dalam gelaran UMKM Digital Finance Tour – Medan Edition di Hotel Aryaduta Medan, Kamis (27/8). Melalui kegiatan tersebut, ratusan pelaku usaha lokal diperkenalkan pada solusi digital yang dapat membantu mereka membangun tata kelola bisnis yang lebih rapi, terukur, dan profesional.
Program ini menghadirkan platform UMKM Pintar, hasil kolaborasi PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank), Women’s World Banking, dan Platform Usaha Sosial (PLUS).
Platform tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM memahami kondisi keuangan usahanya secara lebih sederhana, sekaligus mendorong proses digitalisasi yang selama ini masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku usaha.
Dari Sekadar Jualan hingga Paham Untung
Pengalaman tersebut dirasakan Miftah Fatimah Salena Nasution, pengusaha sambal asal Medan. Sebelum mengenal UMKM Pintar, pengelolaan bisnisnya masih berlangsung secara sederhana.
Aktivitas usaha yang berpindah dari satu bazar ke bazar lainnya dengan tim yang tidak selalu sama membuat pencatatan keuangan menjadi tantangan tersendiri.
“Selama ini sistem usaha kami masih berpindah dari bazar ke bazar dengan tim yang tidak tetap. Tantangan terbesarnya ada di pengelolaan keuangan, kami hanya berpikir belanja, jualan, dapat uang, lalu diputar lagi tanpa sempat menghitung berapa persen keuntungan bersih yang sebenarnya didapat,” ujar Miftah.
Ia kemudian memanfaatkan fitur kalkulator Harga Pokok Penjualan (HPP) yang tersedia dalam platform tersebut.
Menurutnya, fitur itu membantu pelaku usaha mengetahui perhitungan biaya secara lebih praktis tanpa harus memiliki kemampuan akuntansi khusus.
“Fitur kalkulator HPP ini sangat bermanfaat dan membantu wirausaha, terutama perempuan yang padat aktivitas dan tidak memiliki tim khusus. Penggunaannya sangat mudah, tinggal input data saja dan menu-menunya mudah dimengerti,” tambahnya.
Pengalaman serupa datang dari Eni, pemilik usaha frozen food. Ia mengaku terbantu dengan fitur pencatatan dan kalkulasi yang membuat proses pengelolaan keuangan tidak lagi bergantung pada catatan manual.
“Penggunaannya gampang banget, tinggal ketik dan langsung keluar hasilnya. Fitur yang paling bermanfaat buat saya itu Kalkulator HPP dan Kalkulator Pinjaman,” ungkap Eni.
Menurutnya, fitur tersebut membantu pelaku usaha melihat apakah margin keuntungan yang diperoleh sudah masuk akal. Selain itu, simulasi pinjaman dapat menjadi pertimbangan ketika UMKM membutuhkan tambahan modal.
Digitalisasi Tak Harus Rumit
Direktur Utama Seabank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, mengatakan transformasi digital bagi UMKM tidak seharusnya berhenti pada aktivitas transaksi.
Menurutnya, pelaku usaha juga membutuhkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan agar mampu membaca kondisi bisnis dan mengambil keputusan secara lebih tepat.
“Kami tidak hanya berperan menyediakan layanan keuangan, tetapi juga berkomitmen mendorong digitalisasi melalui edukasi manajemen keuangan yang saat ini masih banyak dilakukan secara manual,” tegas Sasmaya.
Ia mengatakan, UMKM Pintar dirancang untuk membantu pelaku usaha mengelola keuangan sekaligus memahami kinerja bisnis secara lebih terarah.
“Kami ingin membantu pelaku usaha mengelola keuangan dan memahami kinerja bisnisnya secara lebih terarah, agar mereka mampu mengambil keputusan strategis yang tepat,” sambungnya.
Salah satu keunggulan platform tersebut adalah akses yang terbuka. UMKM Pintar dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat, baik nasabah SeaBank maupun nonnasabah.
Pendekatan tersebut diharapkan memperluas akses edukasi keuangan digital, khususnya bagi pelaku UMKM perempuan yang membutuhkan perangkat sederhana untuk mengelola bisnis secara lebih profesional.
Mendorong UMKM Tumbuh Berkelanjutan
Bagi Miftah, digitalisasi bukan sekadar mengganti buku catatan dengan aplikasi. Lebih jauh, teknologi membantunya memahami bisnis secara lebih terukur.
Ia pun mendorong pelaku UMKM lainnya untuk memanfaatkan solusi digital dalam mengembangkan usaha.
“Harapan saya teman-teman UMKM lain harus mencoba platform ini karena sangat memudahkan. Pencatatan yang selama ini di buku dan sering hilang, sekarang jadi jauh lebih rapi. Semoga UMKM kita bisa terus berkembang,” tuturnya.
Melalui UMKM Digital Finance Tour, SeaBank menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku usaha lokal, tidak hanya di Medan tetapi juga di berbagai daerah lainnya.
Di tengah persaingan pasar yang semakin digital, kemampuan mengelola keuangan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan UMKM.(rel/han)
Editor : Johan Panjaitan