MEDAN, SUMUT POS- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara memastikan erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo tidak menimbulkan kerusakan parah terhadap lahan dan tanaman milik masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Fariz Haholongan Hutagalung, mengatakan berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, tidak ditemukan kerusakan parah pada sektor pertanian akibat erupsi Gunung Sinabung.
"Data sampai dengan saat ini tidak ada kerusakan parah akibat abu vulkanik erupsi dari Gunung Sinabung di Kabupaten Karo," kata Fariz saat memberikan keterangannya, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: Korupsi Pengadaan Smartboard, Eks Kadisdik Langkat dan PPK Dituntut 11 Tahun Penjara
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, luas areal pertanian di Kabupaten Karo mencapai sekitar 1.832 hektare.
Dari luasan tersebut, sekitar 1.677 hektare lahan pertanian disebut sudah mulai kembali pulih setelah sebelumnya terdampak abu vulkanik.
Fariz menjelaskan, sejumlah komoditas pangan dan hortikultura yang terkena abu vulkanik memang mengalami dampak pada permukaan tanaman. Namun, kondisi tersebut sejauh ini belum menunjukkan kerusakan yang berpotensi menyebabkan gagal panen.
"Untuk komoditas pangan dan hortikultura sejauh ini masih aman dan tidak mengalami kerusakan. Hanya terkena abu vulkanik, tidak sampai mengalami kerusakan, apalagi sampai gagal panen," ujarnya.
Menurut Fariz, pihaknya masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi tanaman petani tetap dalam keadaan baik. Pemantauan dilakukan secara langsung di lapangan oleh petugas yang memiliki tugas menangani organisme pengganggu tumbuhan.
"Petugas Lapang Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) terus melakukan pemantauan pertanaman di lapangan dan terus memantau aktivitas pertanian di Kabupaten Karo," katanya.
Selain melakukan pemantauan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Karo serta para penyuluh pertanian untuk mendapatkan data terbaru terkait kondisi lahan dan tanaman yang terdampak erupsi.
"POPT terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Karo dan penyuluh terkait dengan data yang terkena bencana erupsi Gunung Sinabung, termasuk kerusakan pada tanaman," ucap Fariz.
Tak hanya melakukan pemantauan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut juga telah menyalurkan bantuan peralatan untuk membantu petani membersihkan abu vulkanik yang menempel pada tanaman.
Salah satu peralatan yang dikirimkan ke Kabupaten Karo yakni misblower. Alat tersebut digunakan untuk membantu proses pembersihan abu vulkanik dari permukaan tanaman sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan terhadap pertumbuhan tanaman.
"Kita juga telah mengirimkan alat misblower untuk digunakan petugas di lapangan membantu petani membersihkan abu vulkanik yang mengenai tanaman petani," jelas Fariz.
Posko-posko pemantauan yang berada di sekitar kawasan Gunung Sinabung juga terus melakukan pemantauan kondisi terkini. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang kembali berdampak terhadap masyarakat maupun sektor pertanian.
"Kita berharap erupsi Gunung Sinabung berhenti dan aktivitas pertanian tetap berjalan dengan sebaiknya di Kabupaten Karo," kata Fariz.
Dengan kondisi tanaman yang sejauh ini belum mengalami kerusakan parah, pemerintah berharap aktivitas pertanian masyarakat Kabupaten Karo dapat kembali berjalan normal dan produktivitas petani tetap terjaga meskipun aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih menjadi perhatian.(san/ram)
Editor : Juli Rambe