Ekonomi Sumut Tumbuh 5,06 Persen, Bank Permata Ajak Nasabah Medan Jaga Keseimbangan Kelola Kekayaan

Juli Rambe • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 23:50 WIB
MEDIA BRIEFING: Glenn Ranti, Div Head Strategic and Marketing Communication Permata Bank; Eddie Sajoga, Direktur Consumer and Branch Banking Permata Bank, Verawaty, Group Head Deposit and Wealth Management Permata Bank, dalam Sesi Media Briefing Wealth Wisdom Tahun 2026 di Kota Medan. (Dok: Bank Permata)
MEDIA BRIEFING: Glenn Ranti, Div Head Strategic and Marketing Communication Permata Bank; Eddie Sajoga, Direktur Consumer and Branch Banking Permata Bank, Verawaty, Group Head Deposit and Wealth Management Permata Bank, dalam Sesi Media Briefing Wealth Wisdom Tahun 2026 di Kota Medan. (Dok: Bank Permata)

 

MEDAN, SUMUT POS- Wealth Wisdom 2026 kembali hadir di Medan. Memasuki penyelenggaraan ke-12, signature event tahunan Permata Bank ini mengusung tema 'Finding Balance, Building Resilience' dengan semangat 'Growing Together Through Changes', yang mengajak nasabah melihat kekayaan secara lebih utuh di setiap tahap perjalanan kehidupan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Sumut pada triwulan II 2026 tumbuh 5,06 persen secara tahunan (year-on-year), dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp341,05 triliun.

Sementara itu, inflasi tahunan Sumut tercatat 3,23 persen pada Agustus 2026. Kondisi tersebut menjadi konteks bagi nasabah untuk terus mencermati perkembangan ekonomi, memahami risiko, serta menyesuaikan strategi pengelolaan kekayaan dengan tujuan finansial masing masing.

Baca Juga: Epson Hadirkan Proyektor 4K hingga 150 Inci, Bioskop di Rumah Tanpa Makan Banyak Ruang

Direktur Consumer and Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga mengatakan, baginya kekayaan bukan hanya mengenai seberapa besar aset bertumbuh, tetapi bagaimana kekayaan tersebut dapat mendukung hal hal yang penting dalam kehidupan. 

Ada keluarga yang ingin dilindungi, bisnis yang diharapkan terus berkembang, kesehatan yang perlu dijaga, serta generasi berikutnya yang perlu dipersiapkan.

"Karena itu, membangun kekayaan perlu berjalan beriringan dengan kemampuan menjaga keseimbangan dan ketangguhan dalam menghadapi perubahan," katanya.

Dalam hal ini, sambung Eddie, Wealth Wisdom 2026 mengajak nasabah memaknai kekayaan melalui enam pilar, yaitu Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments.

"Ke enam pilar tersebut menjadi kerangka untuk melihat bahwa kekayaan tidak hanya berkaitan dengan aspek finansial, tetapi juga tujuan hidup, kesehatan, relasi, kontribusi, serta berbagai momen yang memberi makna dalam kehidupan," pungkasnya.

Adapun, di Medan, tema tersebut diwujudkan melalui tiga sesi yang saling melengkapi, mulai dari keberlanjutan bisnis dan legacy, kesehatan fisik dan mental, hingga dinamika pasar dan strategi investasi.

Melalui kelas 'Beyond Wealth: A Legacy That Lasts' , Menteri Negara BUMN periode 2011-2014, Dahlan Iskan turut berbagi pengalaman mengenai kepemimpinan dan keberlanjutan bisnis, termasuk bagaimana nilai dan legacy dapat terus dijaga ketika estafet beralih kepada generasi penerus. (dwi/ram)

 

Editor : Juli Rambe
bank permata pertumbuhan ekonomi sumut