Grab Perkuat Inklusivitas, Edukasi Bahasa Isyarat hingga Bagikan 1.000 Rompi Teman Setara

Triadi Wibowo • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 19:35 WIB
Mitra Pengemudi Medan saat mengikuti edukasi bahasa isyarat melalui rangkaian Kopdar Spesial HBII 2026.
Mitra Pengemudi Medan saat mengikuti edukasi bahasa isyarat melalui rangkaian Kopdar Spesial HBII 2026.

 

MEDAN, SUMUT POS - Grab Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem yang inklusif bagi penyandang disabilitas, khususnya Teman Tuli. Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026, Grab menghadirkan semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” melalui berbagai kegiatan edukasi, inovasi layanan, serta pemberdayaan di lingkungan ekosistemnya.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi edukasi bahasa isyarat bagi 650 mitra Grab di enam kota, distribusi 1.000 rompi Teman Setara bagi Mitra Pengemudi Tuli, hingga pembelajaran inklusif bagi karyawan Grab.

Director of Grab Indonesia, Richard Aditya mengatakan, perjalanan Grab bersama Teman Tuli telah berlangsung hampir satu dekade. Menurutnya, inklusivitas tidak hanya berkaitan dengan membuka akses, tetapi juga memastikan setiap orang dapat berinteraksi dan merasa menjadi bagian dari ekosistem secara setara.

“Selama hampir satu dekade, perjalanan bersama Teman Tuli mengajarkan kami bahwa ekosistem inklusif bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga memastikan setiap orang dapat merasa diapresiasi dan menjadi bagian dari interaksi yang setara dalam keseharian,” ujar Richard.

Ia menambahkan, pengalaman bersama Teman Tuli, baik sebagai Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant maupun pelanggan, menjadi pembelajaran bagi Grab untuk terus memperluas ruang interaksi dan edukasi di seluruh ekosistem.

Salah satu kegiatan diwujudkan melalui edukasi bahasa isyarat dalam rangkaian Kopdar Spesial Hari Bahasa Isyarat yang digelar di Medan, Semarang dan Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Mitra Pengemudi untuk berbagi pengalaman sekaligus mempelajari cara berkomunikasi yang lebih inklusif dengan pengguna maupun sesama mitra.

Kegiatan itu mendapat dukungan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (GERKATIN), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Koneksi Indonesia Inklusif (Konekin), dan Disability Network (DNetwork).

Selain edukasi, Grab bersama Indosat juga mendistribusikan 1.000 rompi Teman Setara kepada Mitra Pengemudi Tuli. Program tersebut turut melibatkan kontribusi pelanggan melalui pembelian produk IM3 dan Tri di aplikasi Grab.

Rompi tersebut dilengkapi ilustrasi bahasa isyarat dasar untuk membantu komunikasi antara mitra pengemudi dan pengguna. Di antaranya isyarat sederhana untuk memberikan arahan kiri dan kanan serta ungkapan seperti “terima kasih” dan “sama-sama”.

Teman Tuli sekaligus Mitra Pengemudi Perempuan Grab, Imelda Situmorang, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi bahasa isyarat dan rompi Teman Setara membantu menciptakan komunikasi yang lebih mudah antara mitra pengemudi dan penumpang.

“Rompi Teman Setara juga membantu memperlancar komunikasi karena memuat informasi visual yang dapat dilihat penumpang, misalnya untuk memberi arahan kiri atau kanan serta menggunakan isyarat sederhana seperti ‘terima kasih’ dan ‘sama-sama’,” kata Imelda.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar karena memberikan pengetahuan baru sekaligus memperluas pemahaman mengenai budaya Tuli.

Selain Mitra Pengemudi, edukasi bahasa isyarat juga diberikan kepada Mitra GrabMerchant. Sebanyak 450 mitra di Bali, Bandung dan Yogyakarta mengikuti kegiatan yang menjadi ruang berbagi pengalaman serta pembelajaran mengenai komunikasi inklusif dalam melayani pelanggan, khususnya Teman Tuli.

Di lingkungan internal, semangat Teman Setara diwujudkan melalui pop-up booth Kopi Sunyi di Headquarters Grab Indonesia. Kegiatan yang melibatkan Mitra GrabMerchant Disabilitas tersebut memberikan kesempatan kepada karyawan Grab atau Grabbers untuk mempelajari bahasa isyarat sekaligus mengenal pengalaman Teman Tuli secara lebih dekat.

Grab juga menggelar sesi immersion bersama Mitra Pengemudi Tuli. Dalam kegiatan itu, Grabbers mengikuti secara langsung pengalaman mitra pengemudi saat menjalankan pesanan pelanggan. Melalui kegiatan tersebut, kedua pihak dapat saling belajar mengenai pola komunikasi dan membangun interaksi yang lebih inklusif.

Di sisi teknologi, Grab turut menghadirkan sejumlah fitur yang dirancang untuk mengurangi hambatan komunikasi bagi penyandang disabilitas. Bagi Mitra Pengemudi Tuli, fitur Disable Call mengalihkan komunikasi dari panggilan telepon ke pesan sehingga proses menjalankan pesanan dapat dilakukan melalui komunikasi berbasis teks.

Dukungan tersebut juga dilengkapi GrabSupport yang menyediakan bantuan melalui teks, chat dan bahasa isyarat. Sementara Smart Suggestion Chat Information membantu Mitra Pengemudi memahami kebutuhan komunikasi pelanggan penyandang disabilitas.

Grab mencatat, sepanjang 2025 sebanyak 6.207 Mitra Pengemudi penyandang disabilitas di Asia Tenggara telah memperoleh akses pendapatan melalui GrabAccess.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya Grab membuka kesempatan yang lebih setara bagi penyandang disabilitas, termasuk Teman Tuli, untuk berpartisipasi, bekerja dan berkembang dalam ekosistem Grab.

Melalui edukasi, inovasi teknologi dan perluasan akses, Grab menyatakan terus mendorong terciptanya ekosistem yang memberikan ruang bagi Teman Tuli untuk berinteraksi, bekerja dan bertumbuh secara lebih setara. (rel/tri)

Editor : Redaksi
Teman Setara Bahasa Isyarat Teman Tuli Inklusivitas Disabilitas grab indonesia