Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kapoldasu: Pecandu Segera Bertaubat

Admin-1 Sumut Pos • Selasa, 15 Agustus 2017 | 11:06 WIB
SUTAN SIREGAR/SIREGAR GELAR KASUS_Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus waterpauw (tengah) beserta jajaran memberikan keterangan saat gelar kasus di Polrestabes Medan, Senin (14/8) Polisi jajaran polrestabes medan berhasil menangkap 451 orang tersngka dari berba
SUTAN SIREGAR/SIREGAR GELAR KASUS_Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus waterpauw (tengah) beserta jajaran memberikan keterangan saat gelar kasus di Polrestabes Medan, Senin (14/8) Polisi jajaran polrestabes medan berhasil menangkap 451 orang tersngka dari berba
Photo
Photo
SUTAN SIREGAR/SIREGAR
GELAR KASUS_Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus waterpauw (tengah) beserta jajaran memberikan keterangan saat gelar kasus di Polrestabes Medan, Senin (14/8) Polisi jajaran polrestabes medan berhasil menangkap 451 orang tersngka dari berbagai kasus kejahatan, dengan barang bukti diantaranya 78 kilogram ganja kering, 5 kilogram sabu-sabu dan sejumlah sepeda motor.

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Peringatan keras disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Paulus Waterpuow kepada personel Kepolisian yang terlibat narkoba. Orang nomor satu di jajaran Polda Sumut ini menegaskan, akan memecat personel yang terlibat narkoba. Karenanya, dia mengimbau agar personel yang terlibat narkoba segera bertaubat, dan bagi yang belum terlibat segera jauhi narkoba.


"Kepada para Kasatker dan Kasatwil tolong, ingatkan lagi kepada seluruh anggota jangan sekali-kali dekati narkoba," tegas Paulus saat Sertijab Dir Res Narkoba Poldasu dari Kombes Edi Iswanto kepada Kombes Hendri Marpaung di Aula Tribrat Polda Sumut, Senin (14/8). Paulus mengklaim, sudah memecat 17 personel yang lima diantaranya terlibat penyalahgunaan narkoba.


Sedangkan kepada personel yang sudah terlanjur terkontaminasi narkorika, dia mengimbau agar segera meninggalkan barang haram tersebut. "Kepada yang terlanjur terkontaminasi narkoba, segera tobat dan berhenti. Bila tidak, akan diambil tindakan tegas kepada anggota Polda Sumut dan jajaran yang terlibat dalam peredaran dan penggunaan apapun pangkat dan jabatannya," tegas Paulus.


Dia menyebutkan, dalam waktu dekat akan melakukan tes urine secara mendadak. Bukan cuma menyasar personel Polri saja, tetapi juga kepada keluarga personel itu sendiri. Mantan Wakabintel Mabes Polri ini juga menegaskan, jika dalam tes urin tersebut ada yang kedapatan, maka siapa saja personel atau keluarganya yang terlibat agar tidak ditutup-tutupi identitasnya.


"Jadi targetnya bukan hanya anggota Polri, tapi juga keluarga Polri. Hasilnya jangan ditutup-tutupi. Kita mempunyai kebijakan bersih-bersih ke dalam dan hajar keluar. Setelah pendeklarasian seluruh Asrama Polri Bebas Narkoba, kita punya kebijakan. Tingkatkan kecerdasan dalam penegakkan dan penanganan tindak pidana narkoba yang melibatkan personel Polri dan keluarga, sedangkan keluar kita tetap hajar dengan tegas," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Humas Poldasu, Kombes Pol Rina Sari Ginting, melalui Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi menyebut soal kapan waktu tes urine itu tergantung dari tiap-tiap satker dan satwil. Mereka, katanya, akan melaporkan langsung ke Kapolda atau Karo Ops soal hasil tes urine. "Tiap-tiap polres atau satker itu tak sama kapan waktu tes urinenya. Namanya tes urine mendadak. Nanti hasil tes urine akan dilaporkan ke pak kapolda," ungkap Nainggolan.


Dia mengutarakan, nantinya hasil tes urine juga akan dibeberkan ke media. Seperti halnya pemecatan personel kemarin. "Nanti akan kita kabari, kita terbuka ke media. Niatnya kan mau membenahi polri. Kenapa harus ditutup-tutupi," pungkas Nainggolan.


Sementara, Kombes Pol Hendri Marpaung resmi menjabat Direktur Reserse Narkoba Poldasu menggantikan Kombes Pol Edi Iswanto. Kepada Hendri Marpaung, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpuow menjelaskan, geliat peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Sumut cenderung tinggi dan masif. "Kondisi ini sangat mengkhawatirkan keadaan kita sebagai warga negara dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Banyaknya pelaku kriminal umum dipicu oleh penggunaan narkoba seperti kasus curat, curas, curanmor dan begal," ucapnya.

Seperti arahan Kapolri, kata Paulus, penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika tak boleh tanggung, apapun yang diperlukan harus dilakukan. "Kapolri juga memerintahkan untuk ambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan narkoba, maka saya perintahkan kepada Dirresnarkoba Polda Sumut segera menyusun langkah-langkah konkrit untuk menindak tegas para bandar dan pengedar narkoba, jangan pernah takut bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan narkoba selama saudara bekerja sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku, saya akan berdiri tegak di belakang saudara," paparnya.


Sementara di Mapolrestabes Medan, Paulus memberikan penghargaan kepada personel Polsek Medan Timur yang mengungkap jaringan pengedar sabu seberat 2 kilogram dengan tersangka Aiyub (54) yang tewas ditembak. Pengharhaan itu diberikan kepada Ipda Paulus Mabel, perwira polisi asal tanah Papua yang bertugas di Polsek Medan Timur. Selain itu, Kapolsek Medan Timur, Kompol Wilson juga mendapat penghargaan. "Saya meminta semua polisi menindak tegas para bandar yang merusak generasi bangsa," ungkap Paulus.


Diketahui, selama Juli hingga pertengahan Agustus 2017 ini, jajaran Polrestabes Medan menangkap 651 pelaku perampokan dan pencurian motor. "Kami coba memberikan kepastian kepada masyarakat tentang apa-apa yang sudah kami lakukan. Saya sudah satu bulan lebih sedikit di kota ini. Dan selama satu bulan itu, 48 kasus sudah diungkap oleh jajaran Polrestabes Medan," katanya.


Selain masalah begal dan tindak pidana umum lainnya, Polrestabes Medan juga mengungkap kasus narkoba. Sejak Juli hingga pertengahan Agustus ini, ada 176 kasus yang diungkap dengan rincian tersangka 270 orang.


Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengungkap kasus-kasus lainnya yang masih menjadi pekerjaan rumah." Sesuai perintah bapak Kapolda, kami harus bekerja dengan hati. Dan Alhamdulillah, inilah hasilnya selama satu bulan. Dan ini belum sebanding dengan target yang telah kami rencanakan," kata Sandi.


Ia juga berharap dukungan dari semua pihak dalam menjaga keamanan Kota Medan. Khusus dalam peredaran gelap narkoba, Sandi meminta masyarakat aktif memberikan informasi pada kepolisian.


Sebagaimana diberitakan, tersangka Bandar Narkob Aiyub ditangkap Sabtu (12/8) dia tewas saat petugas melakukan pengembangan untuk mencari tersangka lainnya di Kanal, Marindal. Polisi beralasan, tersangka Aiyub ditembak karen berusaha melumpuhkan petugas. (dvs/adz)

  Editor : Admin-1 Sumut Pos
#polisi terlibat narkoba #Irjen Pol Paulus Waterpuow #kapoldasu #narkoba