Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Teriakan dan Sabetan Samurai Pecahkan Keheningan Misa

Admin-1 Sumut Pos • Senin, 12 Februari 2018 | 13:02 WIB
Polri masih menyelidiki motif Suliyono menyerang Gereja Lidwina, Sleman, DIY.
Polri masih menyelidiki motif Suliyono menyerang Gereja Lidwina, Sleman, DIY.
Photo
Photo
Polri masih menyelidiki motif Suliyono menyerang Gereja Lidwina, Sleman, DIY.

SUMUTPOS.CO - Minggu (11/2) pagi, cuaca di langit Jogjakarta cukup cerah untuk beraktivitas. Seperti halnya umat beragama di Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman yang sedang melakukan ibadah perayaan Ekaristi.


Sekitar pukul 07.30 WIB, ketika itu, suasana begitu tenang, saat Romo Prier memimpin doa ratusan jemaat yang hadir bersembahyang. Berserah diri, meminta agar umat berpikir meninggalkan perkara-perkara dunianya untuk sesaat.


Namun seketika itu juga, saat suasana hening dan khusyuk berdoa, terdengar teriakan takbir seorang pria masuk membawa sebilah samurai berwarna putih dengan perawakan agak pendek. “Dia teriak-teriak seperti itu (AllahuAkbar)," ucap Ketua Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Sukatno, mengisahkan.


Seketika itu juga suasana langsung pecah. Pria yang diketahui bernama Suliyono, warga asal Krajan, RT 2/1, Kandangan, Kecamatan Pasanggrahan, Kabupaten Banyuwangi, Jatim tersebut langsung mengayunkan samurainya di tengah mimbar menyerang Budijono (44), warga asal Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Photo
Photo
Suasana Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog usai adanya penyerangan oleh seorang pemuda yang membawa samurai.

Ia mengalami luka di bagian kepala belakang dan lehernya. Setelah berhasil melukai Budijono, Suliyono beranjak ke depan menyerang Romo Prier. Melukainya di bagian kepala menggunakan samurai yang ditentengnya.


Seketika itu juga, datang seorang anggota kepolisian. Namun karena tak membawa senjata lengkap untuk melumpuhkan pelaku, dipanggillah petugas lainnya. Sementara menanti petugas bantuan datang, jemaat berinisiatif menutup seluruh pintu gedung gereja untuk menghindari kaburnya pelaku.


Danang Jaya (60), umat gereja yang berada di sana mengungkapkan, petugas atas nama Aiptu Munir dari Polsek Gamping yang datang dengan membawa senjata api mendekati Suliyono melakukan negosiasi untuk menyerahkan diri.


"Saya masuk gereja, lihat di atas mimbar seorang pria bawa pedang tanpa berkata-kata membabati patung lilin. Ternyata, sebelum saya ke sini sudah ada beberapa korban yang kena," katanya.


Namun saat pelaku diacungi pistol, malah hendak melawan. Suliyono menyerangnya dengan samurai dan sempat melukai petugas, hingga terpaksa harus dilumpuhkan dengan 2 kali tembakan di bagian kakinya.


Saat terkapar itulah dibantu dengan beberapa jemaat, pelaku akhirnya berhasil diringkus. Total sebanyak 3 jemaat yang harus dilarikan ke rumah sakit dan seorang anggota polisi akibat peristiwa yang berlangsung hanya sekitar 10-15 menit tersebut.


Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri yang datang ke lokasi penyerangan mengungkapkan, ini merupakan tindakan biadab. Pihaknya akan menanti kondisi pelaku stabil terlebih dahulu untuk menginterogasinya. "Kalau dari identitas, dia memang mahasiswa. Kalau sudah stabil, kami interogasi," ucapnya. (idr/syn/bay/jpg/adz) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#penyerangan gereja #penyerangan Gereja Katolik Santa Lidwina #Gereja Katolik Santa Lidwina