LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO - Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah 2 Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumut, Jon Sahatma Sagala mendadak terserang stroke dan meninggal dunia saat diperiksa unit Tipikor Polres Deliserdang.
Jon Sagala diperiksa pada Senin (11/6/2018) pagi, terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan polisi terhadap tiga anak buahnya, beberapa pekan lalu karena diduga memeras pengusaha.
Adik almarhum, MP Sagala yang juga merupakan pejabat di Dinas Pehubungan Kabupaten Deliserdang mengakui kalau abangnya itu sebelumnya diperiksa oleh pihak kepolisian karena kasus OTT bawahannya.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya abangnya itu. "Memang abangku ini sudah stroke sudah beberapa tahun. Dari rumah pun memang kurang sehat dia dan sudah beberapa hari memang," kata MP Sagala.
Dia mengatakan saat anak buahnya terjaring OTT, saat itu dia kemudian lemas hingga terbawa ke pikirannya. "Mungkin anggotanya ketangkap itu jadi makin tebawa ke pikirannya. Udah kubilangnya kemarin saat dikabarinya aku dia mau diperiksa. Kubilang santai aja abang. Kubilang kemarin anggotaku pun kena OTTnya tapi kan dia yang mempertanggungjawabkannya sendiri," tambah MP Sagala.
Ia mengaku sedang berada di jalan dan hendak menuju rumah almarhum yang berada di perumahan Villa Mutiara Bajak V Medan. Ia mengaku dapat kabar pertama kali dari adiknya.
"Aku nomor 2 dan abangku ini nomor 1. Kami ada 7 bersaudara. Pertama yang kasih kabar tadi adikku. Dibilang jatuh dan masuk rumah sakit. Gak lama kemudian dibilang sudah meninggal. Dulu pun pernah dia jatuh karena memang kena stoke dia. Aku sedang di jalan ini karena sedang di Simalungun tadi," kata MP Sagala.
Frans Bangun, Plt Kepala Disnaker Sumut menyebut Jon Sagala meninggal pada pukul 12.00 Wib di Rumah Sakit Grandmed, Deliserdang.
"Dia sedang ada pemeriksaan di Polres Deliserdang pada pukul 10.00 Wib, jadi kena stroke dan darah tinggi. Turut berduka cita, besok (hari ini, Selasa) saya dengan tim akan kumpul di rumah duka," ujar Bangun.
Dia merasa kehilangan sosok anak buah yang menurutnya selalu aktif menegakkan peraturan tenaga kerja di lingkungan Disnaker Sumut.
"Kita merasa kehilangan sosok Jon Sagala yang aktif ikut menegakkan peraturan tenaga kerja di Sumut. Orangnya tegas dan disiplin," kata Frans.
Frans terakhir berkomunikasi dengan Jon Sagala saat terjadi unjuk rasa di DPRD Sumut, terkait dengan aksi unjuk rasa antara tenaga kerja dengan satu perusahaan.
Dia mengatakan kondisi Jon Sagala memang belakangan ini kurang sehat saat dilakukan pemanggilan, "tapi itu kewenangan polisi," ungkapnya.
Kapolres Deliserdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan menjelaskan,
Jon Sahatma Sagala meninggal dunia mendadak karena terkena serangan jantung.
Disebutkan, saat menjalani pemeriksaan, yang bersangkutan sempat izin pergi ke kantin. "Jadi saat di kantin itu dia jatuh. Saat itu langsung dibawa ke klinik Polres, tapi karena peralatan kurang memadai langsung kita bawa ke Rumah Sakit Grand Med Lubukpakam," ujar Eddy.
Dijelaskan, saat berada di klinik Polres, mendiang masih hidup. Diperkirakan Jhon meninggal ketika dalam perjalanan ke rumah sakit atau sudah di rumah sakit.
"Iya, dia (Jon Sahatma Sagala) kan pimpinan. Ada anggotanya memeras perusahaan-perusahaan dan sudah kita tahan. Kena OTT dengan barang bukti uang Rp 6 juta. Dia sebagai pimpinan ya kita periksa lah," kata Kapolres.
Jhon Sagala ini menurut keterangan keluarga juga punya penyakit bawaan stroke. “Sudah lama ia sakit bahkan saat bertugas menjadi Kabid Penyidikan dan Penindakan Dinas Ketenagakerjaan Pemkab Deliserdang,” ujarnya.(bbs/ras) Editor : Admin-1 Sumut Pos