Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pengeroyokan di Arena Biliar Diawali Dugaan Pelecehan Verbal, Kasus Berakhir Saling Lapor

Johan Panjaitan • Minggu, 3 Agustus 2025 | 13:05 WIB

 

Korban yang mengalami luka saat membuat laporan ke Polres Binjai.
Korban yang mengalami luka saat membuat laporan ke Polres Binjai.

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com-Insiden pengeroyokan terjadi di sebuah arena biliar di Binjai, menimpa seorang pemuda bernama Nathan Algrenov Shinoda (21). Peristiwa yang terjadi pada Minggu (25/5/2025) lalu ini diduga dipicu oleh pelecehan verbal terhadap kekasih korban, Sinta Anggi Samosir (23), yang merasa risih karena dilirik secara intensif oleh salah satu pelaku.

Kasus ini kini menjadi kompleks karena kedua belah pihak telah saling melayangkan laporan ke pihak kepolisian.

Menurut penuturan Sinta Anggi Samosir, atau akrab disapa Anggi, peristiwa bermula saat ia dan kekasihnya bermain biliar sekitar pukul 17.30 WIB. Anggi merasa tidak nyaman karena salah satu terduga pelaku yang berada di meja seberang terus-menerus melirik ke arahnya.

"Ketika mau akhir permainan kami, dia (salah satu terduga pelaku) melihati aku terus. Karena melihati terus, aku risih dan ngajak pulang Nathan (korban)," kata Anggi saat diwawancarai akhir pekan lalu.

Merasa dilecehkan, Anggi sempat menegur pelaku saat berpapasan, namun ucapannya diduga tidak didengar. Atas permintaan Nathan, mereka akhirnya memutuskan untuk mendatangi kelompok terduga pelaku untuk meminta klarifikasi.

"Saat kami temui, wajah salah satu terduga pelaku mengarah ke Nathan saja, padahal Nathan itu di belakang," beber Anggi.

Upaya klarifikasi tersebut justru disambut dengan respons yang agresif. Terduga pelaku utama, yang diidentifikasi berinisial MY (23), disebut langsung bersikap menantang.

"Yang kami datangi itu bilang: kenapa kalian datangi aku, kok hebat kali. Dari awal ngomongnya udah ngegas," ujar Anggi. MY kemudian menantang Nathan untuk berkelahi satu lawan satu sambil mendorongnya.

Melihat kekasihnya didorong, Nathan yang merasa tersudut dan kalah jumlah akhirnya bereaksi dengan memukul MY. Pukulan tersebut menjadi pemicu pengeroyokan oleh rekan-rekan MY.

"Lalu terjadi lah pengeroyokan kepada Nathan. Aku awalnya cuma diam, karena yang lain pada ke arah perkelahian itu, aku kira untuk melerai. Rupanya mereka mengeroyok Nathan," jelasnya.

Anggi mengaku berusaha melerai pengeroyokan tersebut. Namun, dalam kekacauan itu, ia diduga mengalami pelecehan seksual. "Aku tarik salah satunya berinisial B yang ikuti nendang dan aku pisahin, tangannya dia (B) di dadaku dan juga meremas sekali," katanya.

Kericuhan sempat dilerai oleh manajemen arena biliar, namun berlanjut di luar gedung. Nathan kembali dipukuli hingga terkapar. Dalam upaya melerai yang kedua kalinya, Anggi kembali mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh dari pelaku lain berinisial Al.

"Semuanya sudah aku sampaikan dalam pemeriksaan polisi," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hizkia Siagian, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dari kedua belah pihak.

"Saling lapor (antara kedua belah pihak)," ujar AKP Hizkia singkat.

Nathan Algrenov Shinoda telah membuat laporan ke Polres Binjai pada hari kejadian dengan nomor laporan: LP/B/274/V/2025/SPKT/Polres Binjai.

Di sisi lain, terduga pelaku utama, MY, membuat laporan balasan ke Polda Sumut 37 hari setelah kejadian, tepatnya pada 1 Juli 2025, dengan nomor laporan: LP/B/1021/VII/2025/SPKT/Polda Sumut.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#verbal #pengeroyokan #pelecehan