BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Oknum sekuriti pada salah satu rumah sakit swasta di Binjai Timur, diduga menantang duel keluarga pasien. Sikap arogansi ini bermula dari dari seorang keluarga pasien, Reza saat mau menjemput mertuanya yang baru saja menjalani perawatan medis.
Reza mengaku, mendapat perlakuan kasar dari dua oknum rumah sakit, Senin (2/2/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Saat itu, Reza tiba di rumah sakit menggunakan mobil dengan tujuan menjemput bapak mertuanya yang sudah diizinkan pulang. Setibanya di lokasi, ia memarkirkan kendaraan dan turun untuk memanggil anggota keluarganya di dalam rumah sakit.
Namun, saat baru turun dari mobil, dua orang oknum Satpam menghampirinya. Salah satu Satpam yang berperawakan gempal menunjuk ke arah mobil Reza dengan nada bertanya.
"Saya jawab pelan, 'Bentar, pasien (sedang jemput pasien)'," ujar Reza saat diwawancarai wartawan.
Bukannya memberikan pelayanan yang humanis, oknum Satpam tersebut justru merespon dengan kata-kata kasar dan nada bicara yang arogan. Situasi semakin memanas ketika Reza mempertanyakan sikap arogan petugas tersebut.
Kedua oknum Satpam itu diduga langsung melontarkan ancaman kepada korban. "Kau jangan sok jago, habis kau nanti, capek kau nanti," ucap Reza menirukan ancaman oknum sekuriti.
Puncak ketegangan terjadi saat sekuriti berbadan gempal tersebut membuka pakaian dinasnya dan menantang Reza untuk beradu fisik secara langsung. Bahkan, oknum sekuriti itu mendorong Reza dengan keras menggunakan badannya sembari berteriak menantang duel.
Beruntung, aksi anarkis tersebut tidak berlanjut lebih jauh setelah abang ipar Reza segera melerai pertikaian. Meski pihak keluarga telah menjelaskan bahwa kedatangan mereka hanya untuk menjemput orang tua yang sedang sakit, oknum sekuriti tersebut tampak tetap emosional.
Mengingat kondisi bapak mertuanya yang masih sangat lemas dan membutuhkan istirahat, Reza memilih untuk mengalah dan segera meninggalkan lokasi guna mengantarkan mertuanya pulang.
"Fokus saya saat itu adalah kesehatan bapak mertua yang masih lemas. Sangat disayangkan institusi kesehatan memiliki petugas keamanan yang justru menunjukkan sikap premanisme kepada keluarga pasien," sambung Reza.
Terpisah, Humas RSU Latersia, dr Retno menyebut, sudah mengetahui informasi tersebut. Kata dia, oknum sekuriti itu sudah diganjar sanksi.
"Pihak terkait sudah diberi sanksi surat peringatan ketiga disertai pemotongan gaji dan sedang tahap mediasi dengan pihak keluarga," pungkasnya. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan