Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Disergap Begal Bersajam di Jalinsum, Driver Ojol Bertahan Meski Terluka

Johan Panjaitan • Selasa, 17 Februari 2026 | 20:30 WIB
Dedi driver gojek korban begal mengalami luka bekas sabetan benda tajam yang di lakukan pelaku Begal di Lubukpakam. (BATARA/SUMUT POS)
Dedi driver gojek korban begal mengalami luka bekas sabetan benda tajam yang di lakukan pelaku Begal di Lubukpakam. (BATARA/SUMUT POS)

LUBUKPAKAM, Sumutpos.jawapos.com-Aksi kejahatan jalanan kembali menghantui para pengemudi ojek daring. Seorang driver Gojek bernama Dedi (32) menjadi korban percobaan begal bersenjata tajam saat melintas di kawasan Lubuk Pakam, Selasa dini hari (17/2/2027) sekitar pukul 01.30 WIB. Meski mengalami luka sabetan, korban berhasil mempertahankan sepeda motornya dari tangan pelaku.

Dedi, warga Pondok Bali, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, diserang tiga pelaku yang membuntutinya sejak dari arah Tanjung Morawa menuju Lubuk Pakam. Para pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Vario itu diduga telah mengincar korban sejak awal perjalanan.

Setibanya di depan SPBU Kelurahan Paluh Kemiri, korban dipepet dan langsung diserang menggunakan senjata tajam. Dalam kondisi terdesak, Dedi berusaha melawan sambil berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut membuat pelaku panik dan akhirnya melarikan diri tanpa sempat membawa sepeda motor korban.

Meski berhasil menyelamatkan kendaraannya, Dedi mengalami luka sabetan pada tangan dan bagian belakang tubuhnya. Ia juga mengalami syok akibat kejadian tersebut dan segera menghubungi keluarganya untuk menjemput dan mengawalnya pulang.

“Korban driver Gojek diserang begal, tangannya terluka dan bagian belakang badannya dibacok. Begalnya kabur karena dia teriak. Lalu kami suruh istirahat di sini,” ujar seorang pekerja SPBU Paluh Kemiri yang menjadi saksi kejadian.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus begal yang menyasar pengendara, khususnya driver ojek daring di wilayah Deli Serdang. Jalur lintas Sumatera (Jalinsum) Tanjung Morawa–Lubuk Pakam dikenal rawan, terutama pada jam-jam sepi di atas tengah malam.

Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara pada malam hari. Para pengemudi ojek daring pun diimbau lebih selektif menerima pesanan di jam rawan, demi mengurangi risiko menjadi sasaran tindak kejahatan.(btr/han)

Editor : Johan Panjaitan
#driver #begal #gojek #Tanjungmorawa