Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tangis Ibu Pecah di Ruang Duka, Bocah 12 Tahun di Paluta Tewas Tragis Setelah Diculik dan Disodomi

Johan Panjaitan • Rabu, 27 Mei 2026 | 16:00 WIB

Bocah 12 tahun (kanan) asal Padang Lawas Utara tewas diculik dan disodomi pelaku yang saat ini kasusnya dalam persidangan. (repro Mitra Harahap/Sumut Pos)
Bocah 12 tahun (kanan) asal Padang Lawas Utara tewas diculik dan disodomi pelaku yang saat ini kasusnya dalam persidangan. (repro Mitra Harahap/Sumut Pos)

 

PADANG LAWAS UTARA, Sumutpos.jawapos.com-Duka mendalam masih menyelimuti rumah sederhana milik RR dan suaminya, HH, di Desa Batang Baruhar Julu, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Putra kesayangan mereka, IKH (12), tewas secara tragis setelah diduga diculik, disodomi, lalu dibunuh dengan cara keji oleh seorang pria berinisial DH (46).

Berbulan-bulan setelah kejadian itu, tangis sang ibu belum juga reda. Setiap sudut rumah masih menyimpan kenangan tentang IKH, bocah kelas VI SD di Batang Baruhar Julu yang dikenal ceria dan dekat dengan keluarganya.

“Anak saya diculik dari tempat tidurnya saat kami tertidur. Sampai sekarang saya tidak sanggup melupakannya,” ujar RR dengan mata sembab menahan duka.

Peristiwa memilukan itu bermula pada dini hari, 21 Desember 2025. Malam itu, keluarga kecil tersebut tidur seperti biasa tanpa firasat apa pun. Namun sekitar pukul 03.00 WIB, RR terbangun dan mendapati tempat tidur putranya kosong.

Kepanikan langsung menyelimuti rumah mereka. Bersama warga dan aparat kepolisian, keluarga melakukan pencarian besar-besaran hingga ke berbagai sudut desa.

Dua hari kemudian, harapan itu berubah menjadi mimpi buruk.

Pada 23 Desember 2025 menjelang Magrib, jasad Ismail ditemukan di kawasan rawa-rawa Desa Batang Baruhar Julu dalam kondisi mengenaskan. Bocah malang itu ditemukan telungkup tak bernyawa dengan luka-luka berat di tubuhnya.

Menurut keluarga, kondisi jenazah sangat memprihatinkan. Kulit kepala korban terkelupas dan salah satu tangannya ditemukan terpisah sekitar 20 meter dari lokasi tubuh korban ditemukan.

Kasus itu kemudian mengarah kepada DH (46), pria yang belakangan ditangkap aparat kepolisian. Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengakuan tersangka, motif kejahatan diduga dipicu penyimpangan seksual.

Pelaku disebut menculik korban dari dalam rumah, lalu membawa IKH ke sebuah pondok di area kebun. Di lokasi itu, korban diduga mengalami kekerasan seksual sebelum akhirnya dibunuh agar pelaku tidak dilaporkan kepada keluarga korban.

Tersangka diduga menghilangkan nyawa korban dengan cara membenamkan wajah IKH ke rawa hingga kehabisan napas.

Bagi RR dan keluarganya, kehilangan itu bukan hanya menyisakan luka, tetapi juga trauma mendalam yang sulit dipulihkan.

Sambil memegang foto putranya, RR memohon kepada aparat penegak hukum agar menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku.

“Perbuatannya sangat biadab. Tidak ada rasa kemanusiaan sama sekali. Kami meminta pelaku dihukum seberat-beratnya, hukum mati,” ucapnya lirih.

Permintaan serupa juga disampaikan keluarga kepada Presiden RI, Jaksa Agung, Kejati Sumatera Utara, hingga Kejari Paluta agar kasus tersebut mendapat perhatian serius dan diproses secara adil.

Saat ini, perkara pembunuhan tragis itu telah memasuki proses persidangan di Pengadilan Negeri setempat. Masyarakat Padang Lawas Utara pun terus mengawal jalannya sidang, berharap keadilan benar-benar ditegakkan untuk IKH

Di tengah proses hukum yang berjalan, satu hal yang tak akan pernah kembali bagi keluarga itu adalah tawa seorang anak yang kini hanya tinggal kenangan.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
#tewas #diculik #bocah #tragis #Disodomi