LABUHANBATU, SUMUT POS- Babak baru penanganan kasus kematian korban Luis David Hutabarat (32), warga Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), kian terungkap.
Indikasi kuat dugaan korban mengalami penganiayaan berujung kematian dilakukan oleh oknum petugas pengamanan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Regional I, mulai menemui kejelasan.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji menegaskan adanya keterlibatan oknum purnawirawan TNI AD dan oknum TNI AD aktif lainnya. Setelah proses penyidikan dan pendalaman kasus dilakukan pihak Mapolres Labuhanbatu.
Baca Juga: Zulkarnaen SKM : Nilai Pancasila Bawa Generasi Z dan Post Z jadi Generasi Emas
"Bahwa tersangka BD merupakan purnawirawan TNI AD yang telah resmi memasuki masa pensiun sejak 1 April 2026 dan mulai bertugas di PT Agrinas Palma Nusantara sejak 13 Oktober 2025," kata Letkol Hanung dalam konfrensi pers berlangsung di Gedung Serba Guna Polres Labuhanbatu, Jalan MH Thamrin, Rantauprapat, Sabtu (20/6/2026).
Dengan status tersebut, ujar Dandim 0209/LB proses hukum terhadap BD sepenuhnya menggunakan ketentuan hukum yang berlaku bagi masyarakat sipil.
"Dan tidak lagi berkaitan dengan aspek kemiliteran," jelas Dandim.
Di kesempatan yang sama, Kapten CPM Rudi FP Simorangkir mengatakan Subdenpom I/1-2 Rantauprapat telah menerima pelimpahan perkara dari Polres Labuhanbatu terkait dugaan keterlibatan seorang oknum TNI berinisial BDL.
Menurutnya, berdasarkan keterangan dua saksi korban berinisial DR dan S, terdapat dugaan keterlibatan BDL dalam peristiwa tersebut. Namun Subdenpom masih akan melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi lainnya yang merupakan personel pengamanan PT Agrinas Palma Nusantara guna melengkapi proses penyidikan.
Peristiwa ini bermula saat beberapa orang diduga berupaya menghentikan korban dan dua rekannya. Terjadi insiden yang berujung pada dugaan penganiayaan terhadap sejumlah korban.
Setelah itu, korban Luis David Hutabarat diduga sempat mengalami tindakan kekerasan yang menyebabkan dirinya terjatuh dan tidak sadarkan diri di lokasi. Dan akhirnya tewas.
Kematian korban kemudian memicu kemarahan warga. Massa yang mengetahui insiden tersebut melakukan aksi spontan yang berujung pada pembakaran dan perusakan sejumlah fasilitas milik perusahaan.
Data yang dihimpun menyebutkan sedikitnya tiga bangunan perusahaan hangus terbakar. Selain itu, tiga bangunan lainnya mengalami kerusakan akibat terbakar sebagian, sementara empat bangunan lain rusak akibat aksi perusakan massa. (fdh/ram)
Editor : Juli Rambe