Gerombolan OTK Bersenpi Serang Gudang Batok di Tanjung Morawa, Dua Orang Luka

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:00 WIB
Kondisi Gudang milik PT Mitra Miling pasca penembakan oleh segerombolan OTK di Gang Sawi, Jalan Industri Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa. (Batara/Sumut Pos)
Kondisi Gudang milik PT Mitra Miling pasca penembakan oleh segerombolan OTK di Gang Sawi, Jalan Industri Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa. (Batara/Sumut Pos)

 

LUBUKPAKAM,  Sumutpos.jawapos.com – Suasana sebuah gudang pengolahan tempurung kelapa di Gang Sawi, Jalan Industri, Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, mendadak mencekam. Sekelompok orang tidak dikenal (OTK) bersenjata api dan senjata tajam menyerang gudang milik PT Mitra Miling, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Serangan berlangsung brutal. Para pelaku yang disebut mengenakan sebo atau penutup wajah datang menggunakan sepeda motor, kemudian masuk ke area gudang dan melepaskan tembakan serta mengayunkan senjata tajam.

Akibat penyerangan tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka. Anton Wijaya mengalami luka tembak di bagian punggung, sedangkan Toni Wong mengalami luka tembak sekaligus luka bacok pada bagian lengan.

Baca Juga: Kendarai Mobil Mewah Hasil CSR, Direktur RSUD Amri Tambunan Disorot Banggar DPRD Deliserdang

Kedua korban diketahui merupakan warga Desa Tanjung Morawa B. Setelah kejadian, keduanya mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Tak hanya menimbulkan korban luka, aksi tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah kendaraan yang berada di lokasi. Satu mobil dan dua unit truk dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Tembakan Membabi Buta, Pekerja Berhamburan

Seorang saksi, Tugiman, mengungkapkan detik-detik penyerangan berlangsung. Menurutnya, situasi berubah mencekam ketika dua orang tiba-tiba masuk ke dalam gudang sambil membawa senjata api dan parang.

Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung menyerang orang-orang yang berada di dalam gudang.

“Tiba-tiba ada dua orang masuk bawa tembak dan parang langsung melakukan penyerangan. Begitu pelaku melepaskan tembakan membabi buta, kami berlarian menyelamatkan diri. Ada tiga mobil ditembaki sampai kacanya pecah,” ujar Tugiman.

Baca Juga: DPRD Sumut Dorong Pencopotan Kepala Bulog Jika Terbukti Endapkan 52 Ton Beras dan 1,2 Ton Minyakita

Menurut dia, para pelaku kemudian menembaki sejumlah kendaraan dan menyerang orang-orang yang berada di sekitar gudang menggunakan senjata tajam.

Kepanikan pun tak terhindarkan. Para pekerja dan orang yang berada di lokasi berhamburan mencari tempat aman untuk menyelamatkan diri dari serangan.

Motif Masih Misterius

Gudang tersebut diketahui bergerak dalam pengolahan tempurung kelapa. Batok kelapa digiling hingga menjadi bubuk briket dan selanjutnya diolah menjadi arang.

Hingga kini, motif penyerangan masih menjadi tanda tanya. Polisi masih mengumpulkan informasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku.

Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di sekitar lokasi.

Keberadaan kamera pengawas atau CCTV di area gudang diharapkan dapat membantu penyidik mengidentifikasi para pelaku serta merekonstruksi rangkaian penyerangan.

Baca Juga: Kasus Pungli Rp4,5 Juta, PT Medan Pangkas Vonis Eks Anggota Bawaslu Gunungsitoli Jadi 9 Bulan

Desakan agar polisi bergerak cepat juga mengemuka menyusul aksi bersenjata tersebut. Pasalnya, penyerangan dilakukan secara terbuka dan menimbulkan korban luka serta kerusakan terhadap kendaraan.

Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H Damanik membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan.

“Ya, kami masih melakukan penyelidikan kasus ini,” pungkasnya.(btr/han)

Editor : Johan Panjaitan
gerombolan bersenjata api Tanjung Morawa gudang otk