Polisi Buru Enam Pelaku Penyerangan Gudang Batok di Tanjung Morawa

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:50 WIB
Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H Damanik membesuk korban peyerangan Gang Sawi, Jalan Industri, Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. (Batara/Sumut Pos)
Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H Damanik membesuk korban peyerangan Gang Sawi, Jalan Industri, Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. (Batara/Sumut Pos)

 

LUBUKPAKAM, Sumutpos.jawapos.com– Aksi penyerangan brutal di Gudang pengolahan batok kelapa milik PT Mitra Miling, Gang Sawi, Jalan Industri, Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, masih menyisakan tanda tanya.

Hingga Kamis (13/8/2026), aparat kepolisian masih memburu enam orang yang diduga terlibat dalam penyerangan yang terjadi Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB tersebut.

Serangan itu tidak hanya membuat para pekerja di lokasi panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Dua orang juga menjadi korban. Keduanya mengalami luka akibat tembakan dan bacokan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga: Makin Mudah Merencanakan Perjalanan, Goldenbird Perluas Akses Reservasi Digital

Kedua korban diketahui bernama Anton Wijaya (41) dan Fandi Fong (67), warga Desa Tanjung Morawa B. Anton mengalami luka tembak pada bagian punggung, sedangkan Fandi mengalami luka tembak pada bagian punggung dan lengan serta luka akibat senjata tajam.

Keduanya kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Colombia Medan dan Rumah Sakit Jagir Sing Tanjung Morawa.

Pelaku Bersebo, Tembak ke Segala Arah

Aksi penyerangan berlangsung cepat dan membuat suasana gudang yang memproduksi bahan baku dupa tersebut berubah mencekam.

Sekelompok pria yang mengenakan penutup wajah atau bersebo datang ke lokasi dan langsung melakukan penyerangan. Suara tembakan terdengar dari dalam gudang. Para karyawan yang berada di lokasi pun sontak berlarian mencari tempat aman.

Baca Juga: Sambut HUT RI ke-81, Inalum Himpun 626 Kantong Darah

Tak hanya menimbulkan korban luka, para pelaku juga merusak tiga unit mobil yang berada di lokasi.

Polisi kini masih mendalami rangkaian kejadian tersebut untuk mengungkap siapa saja pelaku yang terlibat sekaligus motif di balik aksi penyerangan.

Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H Damanik memastikan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

“Berupaya kita untuk segera dapat mengungkap dan menangkap para pelaku penyerangan gudang batok itu,” ujar Jonni saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2026).

Dikaitkan dengan Penyerangan Rumah Warga

Di tengah proses penyelidikan, muncul pula dugaan adanya kaitan antara penyerangan gudang batok tersebut dengan aksi kekerasan di lokasi lain yang terjadi tidak jauh dari kawasan tersebut.

Penyerangan serupa sebelumnya terjadi di kediaman Dony Pace, di Lorong Tiga, Gang Pembangunan, Kelurahan Tanjung Morawa Pekan. Dalam peristiwa itu, satu orang dilaporkan terluka. Rumah dan mobil milik korban juga mengalami kerusakan cukup parah.

Baca Juga: Enam Rumah Ludes Terbakar, 24 Jiwa Mengungsi di Posko BPBD Binjai

Kesamaan pola aksi membuat sejumlah warga mengaitkan kedua peristiwa tersebut dengan keterlibatan kelompok preman. Namun, sejauh ini belum ada kepastian bahwa kedua kejadian tersebut memiliki hubungan.

Kapolsek Jonni menegaskan, penanganan kasus penyerangan rumah Dony Pace berada di tangan Satreskrim Polresta Deli Serdang.

“Tapi untuk kasus penyerangan rumah adik Ketua Ormas itu ditangani Satreskrim Polresta Deli Serdang,” katanya.

Sementara itu, polisi masih memburu enam terduga pelaku penyerangan Gudang PT Mitra Miling. Motif serangan dan identitas seluruh pelaku masih menjadi bagian dari penyelidikan.

Kasus ini menjadi perhatian karena aksi kekerasan dilakukan secara terbuka di kawasan aktivitas pekerja, menggunakan senjata api dan senjata tajam, serta menyebabkan korban luka dan kerusakan kendaraan.(btr/han)

Editor : Johan Panjaitan
polisi korban luka Tanjung Morawa penyerangan gudang