Perampokan Gegerkan Sidikalang, dr Nico Disekap, Uang serta Perhiasan Digondol Pelaku

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 08:31 WIB
IDENTIFIKASI. Tim identifikasi Polres Dairi sedang melakukan identifikasi dilokasi kejadian, Selasa (1/9/2026) malam. (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)
IDENTIFIKASI. Tim identifikasi Polres Dairi sedang melakukan identifikasi dilokasi kejadian, Selasa (1/9/2026) malam. (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)

 

DAIRI, Sumutpos.jawapos.com – Aksi perampokan menggegerkan warga Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi. Seorang dokter, dr Nico R Tjowandi (61), menjadi korban setelah seorang pria menyatroni tempat praktiknya di Jalan Tembakau Nomor 14, Kelurahan Kota Sidikalang, Selasa (1/9/2026) malam.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.15 WIB. Dalam waktu kurang lebih 10 menit, korban disekap, diancam menggunakan pisau, kemudian harta bendanya dikuras pelaku.

Kepada wartawan, dr Nico menceritakan detik-detik menegangkan saat dirinya menjadi korban. Pelaku yang mengenakan penutup wajah disebut tiba-tiba masuk ke ruang praktik seorang diri.

Begitu berada di dalam ruangan, pelaku langsung menodongkan pisau sembari meminta uang.

“Mana uang?” kata pelaku seperti ditirukan dr Nico.

Baca Juga: GP Ansor Tebingtinggi Perkuat Konsolidasi, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando

Korban sempat menjawab bahwa dirinya tidak memiliki uang. Namun pelaku kembali mendesak dan mempertanyakan keberadaan uang tersebut.

Dalam kondisi terancam, pelaku kemudian melakban mulut, tangan, dan kaki korban. Setelah korban tidak berdaya, pelaku kembali menanyakan uang.

Dr Nico kemudian mengatakan bahwa uang miliknya sudah disetorkan. Mendengar jawaban itu, pelaku beralih meminta kartu ATM.

Korban menjawab bahwa dirinya tidak mungkin mengambil uang karena kedua tangannya telah dilakban.

Pelaku akhirnya menggeledah ruangan dan mengambil uang tunai pecahan Rp20 ribu dan Rp10 ribu yang tersimpan di dalam laci meja. Total uang yang dibawa kabur diperkirakan mencapai Rp2 juta.

Tak berhenti di situ, pelaku juga mengambil cincin pernikahan milik korban yang dikenakan di jari tangan kanan dengan berat sekitar 4 gram. Satu unit telepon seluler Nokia model lama turut dibawa kabur.

Pelaku Diduga Pernah Berobat

Dr Nico menyebut pelaku hanya seorang diri. Saat menjalankan aksinya, korban juga mencium bau alkohol dari napas pelaku.

Hal lain yang membuat kasus ini semakin menarik perhatian adalah dugaan bahwa korban mengenal pelaku.

Menurut dr Nico, pria tersebut pernah datang berobat ke tempat praktiknya. Namun, korban mengaku tidak lagi mengingat namanya.

Baca Juga: IDI Usulkan Gaji Minimum Dokter, Spesialis Bisa Capai Rp110 Juta per Bulan

“Saya tidak ingat namanya, tetapi marganya saya tahu Sitanggang,” ujar dr Nico.

Korban memperkirakan pelaku berusia di atas 50 tahun dengan postur tubuh tinggi. Pelaku disebut membawa sendiri lakban berwarna cokelat yang digunakan untuk menyekap korban.

Saat kejadian berlangsung, kondisi tempat praktik relatif sepi. Karyawan dr Nico diketahui telah pulang sekitar setengah jam sebelum perampokan terjadi.

Korban Hubungi Tetangga dari Ruang Praktik

Begitu pelaku pergi membawa uang, emas, dan telepon seluler, dr Nico berupaya mencari pertolongan.

Ia menghubungi tetangganya, Rudy, yang rumahnya hanya berjarak sekitar empat rumah dari tempat praktik. Namun, panggilan tersebut tidak langsung mendapat respons.

Dr Nico kemudian menghubungi istrinya yang berada di Kota Medan dan memberitahukan bahwa dirinya baru saja menjadi korban perampokan.

Korban meminta sang istri menghubungi Rudy. Karena Rudy juga tidak mengangkat telepon, istri dr Nico kemudian menghubungi istri Rudy dan menyampaikan kondisi yang dialami korban.

Baca Juga: Gas Melon Pakai Desil, Netizen Minta Data Jangan Salah Sasaran

Tidak lama berselang, Rudy bersama istrinya mendatangi tempat praktik. Mereka mendapati dr Nico masih dalam kondisi mulut, tangan, dan kaki terlakban.

Dr Nico kemudian meminta Rudy mengabadikan kondisinya sebagai dokumentasi sebelum kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Polisi Kejar Pelaku

Kasus perampokan tersebut kini dalam penanganan Polres Dairi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.

Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan melalui Kasi Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan mengatakan, petugas masih mengumpulkan sejumlah bukti di lokasi kejadian.

“Petugas di lapangan masih mengumpulkan bukti dan mengejar pelaku. Sabar ya, nanti akan kita sampaikan jika sudah ada titik terang,” ujar AKP Syahril.

Polisi masih mendalami seluruh keterangan korban serta bukti-bukti yang ditemukan di lokasi. Termasuk dugaan bahwa pelaku merupakan seseorang yang pernah berobat kepada korban.(rud/han)

Editor : Johan Panjaitan
tempat praktik perampokan disekap sidikalang Perhiasan Berkualitas