Diduga Kenali Pelaku Perampokan dari Suara dan Postur Tubuh, dr Nico: Seperti Pasien Saya

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:35 WIB
TERANGKAN: dr Nico R Tjowandi memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (2/9/2026). (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)
TERANGKAN: dr Nico R Tjowandi memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (2/9/2026). (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)

 

DAIRI, Sumutpos.jawapos.com – Dugaan perampokan yang dialami dokter Nico Rudy Tjowandi di tempat praktiknya di Sidikalang mulai menemukan titik terang. Korban mengaku mengenali suara dan postur tubuh pelaku yang diduga pernah menjadi pasiennya.

Kepada wartawan, Rabu (2/9/2026), dr Nico mengatakan pelaku beberapa kali datang berobat kepadanya. Pertemuan terakhir diperkirakan terjadi sekitar 1,5 tahun lalu, ketika pelaku mengeluhkan batuk dan pilek.

Menurut Nico, pelaku mengenakan penutup wajah berwarna gelap saat beraksi. Meski wajahnya tertutup, korban masih dapat mengenali karakter suara dan bentuk tubuhnya.

“Pelaku tinggi dan tidak terlalu gemuk. Usianya sekitar 50-60 tahun. Diperkirakan tinggal di sekitar Kecamatan Sidikalang,” ujar Nico.

Soal identitas, Nico mengaku tidak mengingat nama pelaku secara pasti. Namun, dia menduga pria tersebut bermarga Sitanggang.

“Nama tidak saya ingat, namun kalau tidak salah marganya Sitanggang,” ucapnya.

Ditodong Pisau dan Dilakban

Nico kembali menceritakan detik-detik menegangkan saat pelaku masuk ke ruang praktiknya.

Begitu masuk, pelaku langsung menodongkan pisau ke bagian perut sebelah kiri korban sembari meminta uang.

Baca Juga: Demokrat Galang Dukungan Fraksi, Dorong Pansus CSR Karo hingga Siapkan Langkah Politik

“Mana uang?” ujar pelaku seperti ditirukan Nico.

Nico kemudian menjawab bahwa dirinya tidak memiliki uang karena uang yang ada sebelumnya sudah disetorkan.

“Saya bilang tidak ada, sudah saya setor,” katanya.

Setelah itu, pisau yang sempat ditempelkan ke perut Nico diletakkan pelaku di lantai. Pelaku kemudian melakban kedua tangan, mulut dan kaki korban menggunakan lakban berwarna kuning.

Dalam kondisi tidak berdaya, pelaku mengambil uang dari laci meja. Selain uang tunai, pelaku juga membawa cincin emas yang masih terpasang di jari tangan kanan korban serta sebuah telepon seluler Nokia lama.

Setelah mengambil barang-barang tersebut, pelaku langsung meninggalkan lokasi.

Nico kemudian berusaha membebaskan diri. Setelah pelaku pergi, ia mengambil telepon seluler yang sebelumnya sempat terjatuh dan mencoba menghubungi tetangganya, Rudy.

Namun, panggilan pertama tidak dijawab.

Baca Juga: Gunung Api Sinabung Berhenti Erupsi Hari Ini

Nico lalu meminta istrinya yang berada di Medan untuk menghubungi istri Rudy. Tak lama berselang, Rudy bersama istrinya, Nila, datang ke tempat praktik.

“Saya suruh di foto menggunakan handphone saya untuk barang bukti ke polisi,” kata Nico.

Tetangga Diminta Foto Sebelum Lakban Dibuka

Rudy dan Nila menjadi orang pertama yang datang setelah Nico berhasil meminta pertolongan. Kepada wartawan, keduanya mengaku terkejut melihat kondisi dokter yang sudah terikat lakban.

Rudy mengatakan dirinya sebenarnya sempat menerima panggilan dari Nico. Namun, saat itu ia sedang berada di kamar mandi dan telepon genggamnya dalam kondisi senyap.

“Saya ditelepon dokter, tidak angkat karena kebetulan saya di kamar mandi. Handphone saya silent karena baru kebaktian di Vihara,” terang Rudy.

Setibanya di ruang praktik, Rudy melihat Nico sudah dalam kondisi terikat.

“Kami melihat dokter sudah disekap dengan lakban warna kuning. Namun, sebelum lakban saya buka, dokter menyuruh untuk mengambil foto terlebih dahulu,” ujarnya.

“Tolong dulu aku difoto,” kata Rudy menirukan permintaan Nico saat itu.

Menurut Rudy dan Nila, kondisi lingkungan di sekitar tempat praktik relatif sepi ketika mereka tiba. Hanya di seberang lokasi terdapat aktivitas warga yang cukup ramai karena terdapat lapo atau kedai tuak.

Baca Juga: KNO Kembali Normal, 60 Persen dari 55 Maskapai Sudah Diterbangkan

Mereka juga mengetahui asisten dokter bernama Icha Lingga telah meninggalkan tempat praktik sekitar pukul 19.30 WIB.

Saat tiba, pintu rumah yang juga menjadi tempat praktik tersebut dalam keadaan terbuka. Setelah memastikan kondisi Nico, Rudy bersama tetangga kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sudah Dilaporkan ke Polres Dairi

Dugaan perampokan tersebut kini telah resmi dilaporkan ke Polres Dairi. Laporan itu tercatat dengan Nomor: LP/B/339/IX/2026/SPKT/POLRES DAIRI/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 2 September 2026.

Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan melalui Kasi Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan saat dikonfirmasi mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Baca Juga: Khairul Azmi Tegaskan Seluruh UPT Dinas SDABMBK Harus Mampu Bangun Komunikasi

Pengakuan korban mengenai dugaan pelaku yang disebut pernah menjadi pasien kini menjadi salah satu informasi yang dapat didalami penyidik. Kendati demikian, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan alat bukti yang dimiliki kepolisian.

Masyarakat berharap polisi segera mengungkap identitas dan keberadaan pelaku, sekaligus menguak motif di balik aksi perampokan yang membuat warga Sidikalang resah tersebut. (rud/han)

Editor : Johan Panjaitan
postur tubuh perampokan pasien pelaku