Dugaan Penganiayaan Siswa di Binjai, Orangtua Sebut Terduga Pelaku Tak Hanya Guru

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 20:14 WIB
SMA Negeri 2 Binjai di Kecamatan Binjai Selatan. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
SMA Negeri 2 Binjai di Kecamatan Binjai Selatan. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

 

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com – Dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa di lingkungan SMA Negeri 2 Binjai memasuki babak baru. Orangtua korban, Aidil Syahputra (41), telah melaporkan perkara tersebut ke Polres Binjai. Namun hingga kini, terlapor berinisial YS disebut belum dimintai keterangan oleh penyidik.

Aidil mengungkapkan, laporan dibuat setelah mendengar pengakuan anaknya mengenai dugaan kekerasan yang dialaminya di lingkungan sekolah. Ia juga menyebut dugaan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.

Menurut Aidil, anaknya mengaku dugaan pemukulan terjadi di luar ruang kelas. Selain oknum guru olahraga berinisial YS, korban juga menyebut adanya siswa lain yang diduga terlibat.

“Pengakuan anak saya, pelaku oknum guru (guru olahraga) dan murid,” ungkap Aidil, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga: AMKAK Desak Kejari Karo Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi BDLUT Rimo Bunga

Laporan tersebut telah teregistrasi di Polres Binjai dengan nomor LP/B/510/IX/2026/SPKT/Polres Binjai/Polda Sumatera Utara.

Aidil mengatakan, dirinya telah dimintai keterangan oleh penyidik. Polisi juga disebut telah melihat kondisi korban saat masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Terkait motif, Aidil mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun ia menyebut pernah terjadi persoalan lain yang melibatkan anaknya dengan guru olahraga tersebut.

“Motifnya sampai sejauh ini saya kurang tahu. Tapi pernah ada satu kejadian anak saya ditampar saat baju olahraganya hilang,” kata Aidil.

Ia mengatakan, saat kejadian tersebut anaknya juga sempat dimarahi. Setelah memperoleh penjelasan dari anaknya, Aidil mengaku sempat melakukan klarifikasi kepada pihak sekolah melalui sambungan telepon.

“Saya klarifikasi juga ke sekolah melalui telepon, kenapa hal itu bisa terjadi. Kali ini saya maafkan saya bilang,” ujarnya.

Disebut Dipukul Empat Kali

Aidil melanjutkan, berdasarkan keterangan anaknya, dugaan pemukulan dalam peristiwa terbaru disebut terjadi sebanyak empat kali. Namun, ia belum dapat memastikan apakah orang yang diduga melakukan pemukulan tersebut merupakan orang yang sama.

“Tapi saya kurang tahu apakah pelaku yang sama,” katanya.

Pihak sekolah juga disebut telah mendatangi kediaman korban pada Jumat (25/9/2026). Aidil menyebut rombongan tersebut terdiri dari empat guru dan lima siswa.

Dalam pertemuan itu, kata Aidil, pihak sekolah sempat menanyakan mengenai orang yang diduga terlibat.

“Sempat menanyai soal pelaku, saya bilang tanya saja ke polisi,” tukasnya.

Terlapor Bantah Lakukan Penganiayaan

Di sisi lain, Yudhi membantah tudingan telah melakukan penganiayaan terhadap korban. Bantahan itu disampaikan saat dirinya dikonfirmasi wartawan di ruang kerja Kepala SMA Negeri 2 Binjai, Juliana br Sitepu, akhir pekan lalu.

Yudhi menyatakan siap memberikan keterangan kepada kepolisian apabila dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Baca Juga: Penyerapan Dana TKD untuk Bencana Masih Rendah, Bahkan di Bawah 5 Persen

“Tidak ada penganiayaan. Kalau saya mau dikroscek sama polisi, saya pun berani,” kata Yudhi.

Ia juga membantah berada di sekolah saat dugaan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (16/9/2026). Yudhi mengaku sedang tidak masuk sekolah karena sakit dan baru menjalani operasi gigi.

“Hari Rabu, 16 September 2026 saya tidak masuk ke sekolah. Saya sakit dua minggu dan ini baru selesai operasi gigi,” ujarnya.

Karena itu, Yudhi mengaku keberatan dengan tudingan yang diarahkan kepadanya. Ia juga menyebut hingga saat ini belum menerima surat panggilan dari kepolisian.

“Saya pun tidak terima juga dituduh begitu, sementara saya dua minggu tidak masuk. Saya belum ada dapat surat panggilan,” katanya.

Yudhi mengaku kecewa dengan situasi yang berkembang. Menurutnya, guru juga perlu mendapat ruang untuk memberikan penjelasan ketika muncul persoalan di lingkungan sekolah.

Ia menduga tudingan tersebut muncul karena dirinya dikenal sebagai guru olahraga sekaligus bagian dari kesiswaan yang dianggap tegas.

“Maaf ya, anak sekarang tidak bisa pelan dikasih tahu. Tapi mungkin karena wajah saya guru olahraga kesiswaan, temperamen, dikira saya yang mukul. Saya tidak terima juga,” tambahnya.

Baca Juga: Ini Penyebab Banjir di Jalan Kapten Muslim dan Sekitarnya

Meski membantah terlibat, Yudhi menyebut korban sebagai siswa yang dikenal pendiam dan baik. Ia mengaku mengenal korban sebagai salah satu siswa di lingkungan SMA Negeri 2 Binjai.

“Orangnya pendiam,” katanya.

Dugaan penganiayaan tersebut disebut terjadi di lingkungan sekolah di Kecamatan Binjai pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Hingga kini, motif dan rangkaian peristiwa secara utuh masih menunggu proses pemeriksaan dari pihak kepolisian.

Perkara tersebut masih berupa dugaan. Kepastian mengenai pihak yang terlibat maupun ada atau tidaknya tindak pidana akan bergantung pada hasil penyelidikan dan penyidikan aparat penegak hukum. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
penganayaan siswa guru oknum