RANTAUPRAPAT, SUMUT POS- Warung Polri Presisi sudah memasuki pekan ktuga pelaksanaan. Kali ini, program sarapan pagi gratis bersama aparat Kepolisian Resor Labuhanbatu, diadakan di sekitar Lapangan Ika Bina, Jalan MH. Thamrin, Rantauprapat, Jumat pagi (24/4/2026).
Dalam program ini, personel kepolisian duduk bersama warga menikmati makanan, kopi dan duduk sambil berbincang santai.
Program yang digagas langsung oleh Kapolres Labuhanbatu, Wahyu Endrajaya, ini menyasar kalangan yang paling jarang tersentuh, yaitu pengemudi ojek online, ibu-ibu petugas kebersihan, dan para penarik becak motor. Mereka adalah tulang punggung mobilitas kota yang kerap luput dari perhatian.
Baca Juga: Kasus Penggelapan di Binjai, Riko Wijaya Ngaku Pengacara Tak pernah Disumpah Dihukum Dua Tahun
Kapolres yang diwakili Wakapolres Labuhanbatu, Kompol PS Simbolon, turun langsung memantau kesiapan dan pelaksanaan. Ia memastikan bahwa setiap warga yang datang mendapat porsi layak, bukan sekadar sisa atau seremonial.
“Saya sangat bahagia. Antusias masyarakat semakin bertambah, dan ini yang membuat program ini hidup,” ujar Kompol PS Simbolon di sela-sela kegiatan.
Momen ini menjadi ruang dialog informal yang langka. Seorang pengemudi ojol yang biasanya hanya berinteraksi dengan polisi saat razia, kini bisa melapor soal keamanan lingkungan sambil mengunyah nasi goreng. Seorang becak motor yang biasanya dirazia, kini diberi senyum dan sarapan sebelum memulai pekerjaan.
“Saya tadi sempat sampaikan kepada warga, agar terus mendoakan Polres Labuhanbatu lebih baik lagi. Program ini adalah ide Kapolres, dan kami ingin program ini terus berlanjut,” tambah Wakapolres.
Dalam setiap arahannya, Kapolres Wahyu Endrajaya disebutkan selalu menekankan satu pesan utama: personel Polres harus hadir di tengah masyarakat. Bukan hadir dalam bentuk razia atau patroli dengan sirene, melainkan hadir sebagai saudara, pelindung, dan pelayan.
Kompol PS Simbolon pun menambahkan bahwa program ini membuktikan bahwa polisi bisa menjadi pemrakarsa kebaikan tanpa harus menunggu anggaran besar dari pusat.
Yang mencolok dari laporan pekan ketiga ini adalah kata “semakin bertambah” dalam antusiasme masyarakat. Ini sinyal kuat bahwa warga sebenarnya rindu dengan pendekatan humanis dari aparat. (fdh/ram)
Editor : Juli Rambe