SUMUTPOS.CO- Gold Medalist, agensi yang menaungi aktor Kim Soo Hyun, mengumumkan rencana untuk mengambil langkah hukum terhadap Garosero Research Institute (Ga Se Yeon). Keputusan ini diambil setelah saluran YouTube tersebut menyebarkan klaim yang dianggap tidak berdasar mengenai Kim Soo Hyun dengan mendiang Kim Sae Ron.
Pada 10 Maret 2025, Gold Medalist merilis pernyataan resmi yang membantah tuduhan yang dibuat oleh Garosero Research Institute. Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa informasi yang disebarkan sama sekali tidak benar.
"Klaim yang dibuat oleh Garosero Research Institute, mengenai Kim Soo Hyun di YouTube hari ini sepenuhnya salah. Mereka menuduh bahwa perusahaan kami dan Kim Soo Hyun, berkolusi dengan YouTuber Lee Jin Ho untuk melecehkan mendiang Kim Sae Ron.
Bahwa Kim Soo Hyun telah berpacaran dengan mendiang Kim Sae Ron sejak ia berusia 15 tahun. Bahwa tanggapan agensi kami terhadap kecelakaan saat ia (Kim Sae Ron) menyetir dalam keadaan mabuk tidak adil. Bahwa manajer perusahaan kami, memiliki hubungan yang dekat dengan YouTuber Lee Jin Ho.
Tuduhan ini, bersama dengan berbagai klaim jahat lainnya terhadap perusahaan kami dan Kim Soo Hyun, sepenuhnya salah, dan kami tidak dapat mengabaikannya," ungkap Gold Medalist dalam pernyataan resminya, dikutip dari Allkpop.
Agensi tersebut menegaskan bahwa tuduhan tersebut bukan hanya mencemarkan nama baik Kim Soo Hyun, tetapi juga memanfaatkan nama mendiang Kim Sae Ron demi kepentingan pribadi. Oleh karena itu, mereka akan mengambil tindakan hukum sekeras mungkin terhadap Garosero Research Institute.
"Perusahaan kami akan mempertimbangkan untuk mengambil tindakan hukum sekeras mungkin, terhadap Garosero Research Institute karena telah menyebarkan informasi yang tidak benar," lanjutnya.
Gold Medalist juga mengungkapkan rasa duka mereka atas meninggalnya Kim Sae Ron.
"Kami sangat berduka dengan berita meninggalnya mendiang Kim Sae Ron, karena ia pernah menjadi bagian dari perusahaan kami, dan turut berduka atas kepergiannya," ujarnya.
Lebih lanjut, Gold Medalist mengecam tindakan Garosero Research Institute yang dinilai sebagai bentuk perundungan dunia maya. Mereka menegaskan bahwa penyebaran informasi palsu semacam ini bukan hanya merugikan perusahaan mereka, tetapi juga menodai nama baik mendiang Kim Sae Ron.
Sebagai langkah pencegahan, Gold Medalist meminta masyarakat untuk tidak menyebarluaskan atau mempercayai informasi yang tidak memiliki dasar
kebenaran. Mereka juga menyerukan agar publik lebih berhati-hati dalam mengonsumsi informasi yang beredar di dunia maya.
Rumor ini bermula dari siaran langsung terbaru Garosero Research Institute, yang mengklaim bahwa Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron pernah menjalin hubungan sejak mendiang masih berusia 15 tahun. Selain itu, mereka mengutip pernyataan bibi Kim Sae Ron yang menuduh Gold Medalist bertindak tidak adil terhadap sang aktris setelah insiden Driving Under the Influence (DUI).
Tanggapan Garosero Research Institute
Garosero Research Institute mengutip pernyataan bibi Kim Sae Ron dan menuding bahwa agensi Gold Medalist memperlakukan sang aktris dengan tidak adil pasca-insiden DUI (Driving Under the Influence).
Garosero Research Institute segera memberikan respons melalui sebuah unggahan di komunitas YouTube mereka.
Dalam unggahan tersebut, mereka tampak menanggapi ancaman tindakan hukum dengan nada meremehkan, bahkan membandingkannya dengan kasus serupa yang pernah dihadapi oleh grup BTS.
"Sepertinya Kim Soo Hyun tidak tahu siapa Kim Se Yi dari Garosero Research Institute, haha. Tindakan hukum? Bahkan yang disebut-sebut sebagai bintang dunia BTS, pernah mengatakan bahwa mereka akan mengambil 'tindakan hukum' terhadap Garosero. Bagaimana hasilnya? Semua orang masuk wajib militer," tulis mereka.
Tak hanya itu, Garosero Research Institute juga mengklaim memiliki bukti dan wawancara langsung dengan keluarga Kim Sae Ron. Mereka menantang Gold Medalist untuk mengambil tindakan hukum bukan hanya terhadap mereka, tetapi juga terhadap pihak keluarga mendiang aktris tersebut.
"Tapi sekarang, Kim Soo Hyun, yang hanya populer di Tiongkok, mengambil tindakan hukum? Garosero kami tidak menyiarkan dari sembarang tempat. Kami mendapatkan materi dan wawancara langsung dari keluarga Kim Sae Ron! Mengapa tidak mencoba aksi 'tindakan hukum' pada keluarganya juga? Haha. Bagaimanapun, komentar artikel adalah opini publik, Soo Hyun," lanjut mereka.
Lebih lanjut, mereka juga menyinggung dugaan hubungan Kim Soo Hyun dengan Kim Sae Ron saat sang aktris masih di bawah umur, serta mempertanyakan mengapa aktor tersebut tidak hadir di pemakaman Kim Sae Ron seperti halnya aktor Won Bin.
"Saya pikir seseorang akan mengajukan keluhan besok mengenai masalah seksual anak di bawah umur. Apakah dia memiliki hubungan romantis dengan seorang gadis kelas 2 SMP? Aku harap dia tidak melakukan hubungan seksual dengan anak di bawah umur. Nah, dari apa yang saya dengar... sepertinya seseorang akan melaporkannya besok," tulis mereka.
Jika keluarga diam-diam dipaksa atau diancam, kau tahu? Bukankah 'paman' yang menakutkan akan mencabik-cabiknya tanpa gigi emasnya? Ngomong-ngomong, kenapa kau tidak pergi ke pemakaman Kim Sae Ron di mana Won Bin pergi? Bukankah manusia harus menunjukkan kesopanan dasar?" lanjutnya.
Dalam unggahan tersebut, mereka juga menyerukan partisipasi publik dalam sebuah petisi yang menyerukan hukuman bagi reporter hiburan dan YouTuber Lee Jin Ho, yang mereka tuduh bertanggung jawab atas penderitaan Kim Sae Ron.
"Bagaimanapun, Garosero Research Institute kami percaya bahwa Li Zhenhao (reporter YouTube Lee Jin Ho) yang pro-Tiongkok sayap kiri sampah itu, telah menyebabkan aktris Kim Sae Ron meninggal dunia. Sebuah petisi untuk menghukum Li Zhenhao dengan 50.000 tanda tangan sedang berlangsung di Majelis Nasional," tulis mereka.
Kami membutuhkan 50.000 tanda tangan dalam waktu satu bulan, jadi mohon berpartisipasi secara aktif. Reporter hiburan/YouTuber Lee Jin Ho terus menerus melecehkan aktris yang tak berdaya, Kim Sae Ron. Meskipun demikian, dia belum meminta maaf," lanjutnya.
"Dia harus dilarang mendapatkan keuntungan, dan saluran YouTube-nya harus dihapus. Tolong berpartisipasi dalam petisi ini," tambahnya. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe