Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Slank Bakal Teruskan Legacy Bunda Iffet

Johan Panjaitan • Senin, 28 April 2025 | 07:30 WIB
PEMAKAMAN: Personel Slank di pemakaman Iffet Vecheha atau yang akrab dibut Bunda Iffet. foto: Jawa Pos
PEMAKAMAN: Personel Slank di pemakaman Iffet Vecheha atau yang akrab dibut Bunda Iffet. foto: Jawa Pos

JAKARTA-Prosesi pemakaman Iffet Vecheha atau yang akrab disapa Bunda Iffet berlangsung penuh haru di TPU Karet Bivak, Minggu (27/4). Semasa hidup, ibunda personel Slank Bimo “Bimbim” Setiawan Almachzumi itu punya peran besar dalam kesuksesan Slank di industri musik tanah air.

Iffet pun punya pengaruh terhadap hidup para personel Slank secara pribadi. Terutama saat mereka terjebak narkoba seperti Kaka, Ivanka, Abdee, dan Bimbim. Bahkan, almarhumah juga membangun tempat rehabilitasi mandiri Padepokan Rehabilitasi Slankers di markas Slank, Potlot, Duren Sawit, Jakarta Selatan pada 2.000.

 

Bimbim menyampaikan, bahwa legacy tersebut akan terus dijalankan. “Pasti diterusin karena itu pesan bunda,” kata Bimbim kemarin. Selama 25 tahun berjalan, drummer berusia 58 tahun itu juga bakal melakukan inovasi terhadap tempat rehabilitasi tersebut.

“Kami kerja sama dengan dokter Aisyah, udah 25 tahun. Kami punya metode baru, konseling online,” tuturnya.

Di momen tersebut, keluarga dan personel Slank kompak menggunakan kaos putih lengan panjang. Di bagian depan bertuliskan IVAS, di lengan kiri IFF dan kanan VCH. Itu merupakan wasiat yang ditinggalkan almarhum. “Kami nggak tahu apa-apa tiba-tiba dapat seragam harus dipakai,” ucap Bimbim. Hal tersebut rupanya telah disiapkan Iffet sejak 2017.“Asisten bunda takut mau ngomong,” tambah Bimbim.

Dia menjelaskan, sang ibunda wafat di usia 87 tahun pada Sabtu (26/4) pukul 22.42 WIB karena komplikasi, termasuk diabetes dan jantung. Dia meninggal di kediamannya dua jam setelah pulang dari rumah sakit. Almarhumah sempat dilarikan ke rumah sakit pada Senin (21/4) pagi setelah tak sadarkan diri. 
“Tiba-tiba tidur nggak bangun-bangun. Biasanya jam 08.00-09.00 tuh udah berjemur,” jelas Bimbim.

Sehari di rumah sakit, kondisi Iffet sempat membaik dan bisa diajak berinteraksi seperti biasa.Bahkan, istri almarhum Manghurudin Soemarno itu sempat memaksa untuk pulang. Namun, kondisinya tidak memungkinkan. Sebab di hari ke-6, kondisi Iffet kembali menurun hingga dirawat di HCU. 

“Karena maksa dan akhirnya kami berembuk, ya udah pulangin aja deh. Sampai di rumah masih ada 2 jam,ya,istilahnya untuk pamit, kemudian meninggal,” tutur Bimbim.(shf/len/jpg)

 

Editor : Johan Panjaitan
#rehabilitasi #PADEPOKAN #slank #bunda iffet