Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Malam Ini, Shabrina atau Fajar Sang Jawara Indonesian Idol XIII

Johan Panjaitan • Senin, 19 Mei 2025 | 08:00 WIB

Shabrina  dsn  Fajar. foto: pikiranrakyat
Shabrina dsn Fajar. foto: pikiranrakyat

JAKARTA- Indonesian Idol musim XIII akan segera berakhir. Nanti malam (19/5), di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Masyarakat pun akan mengetahui siapa yang keluar sebagai pemenang utama dalam Result & Reunion Show di RCTI pukul 21.00 WIB. Kandidatnya adalah Shabrina Leanor dan Fajar Noor.

Pekan lalu (12/5) di Grand Final, keduanya sudah menunjukkan performa terbaik dan berusaha mendulang dukungan dari penonton.
Selain itu, Shabrina dan Fajar juga sudah memiliki lagu kemenangan yang diciptakan oleh musisi Yovie Widianto dan putranya, Arsy Widianto. Untuk Shabrina, judulnya Pendampingmu #TahtaHatiku. Lantas, lagu Fajar berjudul Tahta Hatiku #Pendampingmu.

Kedua lagu itu sama persis, hanya saja musik dan aransemennya disesuaikan dengan karakter vokal Shabrina dan Fajar. Shabrina memiliki karakter vokal alto yang kuat, namun juga bisa lembut.

Jawara Karaoke World Championship 2021 di Finlandia itu bisa menghantarkan emosi lewat penghayatan,aksi panggung, ekspresi, serta manuver atau ornamen vokal berteknik tinggi. Para juri Indonesian Idol dan penonton menyebut Shabrina paket lengkap dan level internasional.

Shabrina bahkan bisa memberi gaya khasnya di tiap lagu. Salah satu penampilan Shabrina yang menjadi trending di YouTube adalah ketika dia membawakan lagu Yank dari Wali bersama Andi Rianto.

Jika Wali membawakannya dengan langgam pop-rock melayu, maka Shabrina membawakan lagu itu dengan gaya bak biduan macam Adele atau Celine Dion. Dramatis, yang mana permainan piano Andi membuat lagu itu lebih megah.

Pendampingmu #TahtaHatiku milik Shabrina diaransemen sebagai pop balada yang didominasi suara piano. Ada bunyi mirip lagu pop balada era 80-an dan 90-an awal, yang identik dengan lagu-lagu bermuatan emosi kuat, khas gaya menyanyi Shabrina. Meski lagu tersebut berkisah tentang cinta dan kesiapan menjadi pendamping hidup, penyanyi 24 tahun itu punya kesan yang berbeda sebagai pelantun.

“Lagu kemenangan ini menggambarkan bahwa selama ini aku telah melalui perjalanan yang panjang, Namun akhirnya dapat bersama dan happy ending,” ujar Shabrina lewat keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos, berefleksi tentang perjalanannya di Indonesian Idol dan kesiapannya masa depan karier di industri musik Indonesia.

Sementara itu, Fajar punya karakter suara pop yang mudah diterima banyak orang. Serak-serak lembut, yang cocok digunakan untuk lagu-lagu romantis. Sebelum Indonesian Idol XIII, Fajar sendiri sudah pernah mengikuti X-Factor musim 4, yang mana dia melaju sampai babak The Chairs.

Para juri dan penonton menilai Fajar dan karya musiknya berpeluang besar sukses secara komersil dan disukai banyak orang.
Gaya dan cara menyanyi Fajar terbilang cukup mudah dinikmati. Salah satu penampilan Fajar yang populer adalah kolaborasinya bersama musisi elektronik Eka Gustiwana. Mereka membawakan lagu pop-rock melayu Putri Iklan milik ST 12 dengan aransemen disko pop yang mengasyikkan.

Penampilan dan aransemen tersebut populer di media sosial, termasuk tren di TikTok.
Tahta Hatiku #Pendampingmu yang dibawakan Fajar juga merupakan lagu pop. Jika versi Shabrina mengusung suara musik khas 80-an dan awal 90-an, maka lagu Fajar terdengar bak lagu pop balada era 2000-an awal. Gaya menyanyinya yang melankolis memperkuat ciri khas Fajar sebagai penyanyi yang mudah digemari banyak orang.

Bagi Fajar, Tahta Hatiku #Pendampingmu tak sekadar lagu tentang ungkapan perasaan untuk orang yang dicintai. Penyanyi 20 tahun itu merasa bahwa lagu tersebut adalah lagu sakral baginya dalam karier bermusik dan di pengujung Indonesian Idol XIII.

““Aku akan berusaha memberikan yang terbaik karena aku gak mau menyia-nyiakan kesempatan ini,” ungkap Fajar lewat keterangan tertulis. (len/jpg)

Editor : Johan Panjaitan
#jawara #indonesian idol