JAKARTA, sumutpos.Jawapos.com- Model dan aktris Kelly Tandiono punya kesibukan baru. Pemeran Mutiara Jenar dalam Gundala itu terpilih sebagai national director Zetrix Miss Universe Indonesia (MUID). Hal itu diumumkan oleh Kelly dalam jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/5) siang.
Sebelumnya, jabatan national director MUID dipegang oleh Teuku Jordan Zacky. Namun, beberapa waktu lalu, Jordan mengumumkan bahwa dia sudah tidak lagi menjabat.
Dalam jumpa pers, Kelly mengatakan bahwa dia telah menerima tawaran untuk menjadi national director sejak Desember 2024.
“Baru minggu lalu aku iyain. Setelah ngobrol sama regional director Miss Universe dan beberapa orang dari pihak mereka, ternyata visi-misi kami cocok,” ujar perempuan yang sudah aktif di dunia modeling dan hiburan selama 20 tahun itu.
Meski tidak memiliki latar belakang kontes kecantikan, namun Kelly sudah kenyang dengan pengalaman kompetisi. Sejak kecil, model berdarah Tionghoa itu sering ikut lomba model. Selain itu, Kelly mengatakan bahwa ada hal dari modeling yang bisa dia bawa ke kontes kecantikan.
“Harus ada karakter unik. Tapi tentunya keunikan itu disesuaikan dengan keperluan kontes kecantikan,” ujarnya.
Begitu mendapat tawaran menjadi national director MUID, Kelly langsung mempersiapkan diri. Dia sudah menyaksikan tayangan kontes kecantikan untuk menambah wawasan dan memperkuat dasarnya.
“Saya juga ngobrol sama teman-teman yang aktif di pageant. Saya juga masih belajar tapi saya yakin bakal bikin kompetisi yang bagus,” ujar Kelly percaya diri.
Mengusung tema Indonesian by Heart, Rising to The Universe, Kelly menjanjikan ajang atau pemilihan Miss Universe Indonesia yang relevan dan menonjolkan inklusivitas. Perempuan yang pernah menjadi mentor Asia’s Next Top Model musim 4 itu ingin membuat MUID sebagai wadah pemberdayaan perempuan Indonesia secara menyeluruh dan berdampak.
Pendaftaran MUID 2025 sudah dibuka di hari yang sama dengan jumpa pers di situs registrasi MUID. Perempuan Indonesia berusia minimal 18 tahun (tanpa batasan usia dan bentuk badan) boleh ikut serta. Status pernikahan maupun sudah punya anak atau tidak pun tidak dibatasi. Perempuan yang lajang, telah menikah, bercerai, dan para ibu boleh mendaftar menjadi kontestan.
Dari proses registrasi nantinya akan terpilih 30 orang peserta. Mereka kemudian diseleksi lagi dengan sistem voting publik untuk menentukan Top 15. Ke-15 kontestan ini akan mengikuti rangkaian karantina dan berpeluang menjadi Miss Universe Indonesia 2025 di malam grand final.
“Segalanya kami upayakan transparan dan no handpick (pemilihan pemenang tanpa kompetisi,Red),” tegas Kelly.
Proses karantina atau boot camp sudah disiapkan Kelly dan akan diumumkan lebih lanjut. Dia akan mengasah para kontestan untuk lebih siap berkompetisi di level internasional. Selain mengasah performa, Kelly dan timnya akan mengasah kepemimpinan, komunikasi, dan karakter para kontestan. “Kami juga memperhatikan kesejahteraan mental mereka dengan adanya ruang aman,” tambahnya.
Saat ini, Kelly hanya bisa mengatakan bahwa dia mencari sosok yang unik dan mengutamakan keberagaman. Selebihnya, dia ingin melihat kualitas para kontestan terlebih dahulu.
“Yang pasti nggak sekadar badan proporsional karena kami menyorot keberagaman. Advokasi dan kepribadian juga diperhatikan,” ujar Kelly menegaskan tidak akan ada proses body checking selama proses seleksi dan penilaian. (len/jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan