Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Rae Lil Black Tidak Peduli dengan Pendapat Orang Lain

Juli Rambe • Sabtu, 12 Juli 2025 | 19:30 WIB
Rae Lil Black. (Dok: instagram)
Rae Lil Black. (Dok: instagram)

 

SUMUTPOS.CO- Rae Lil Black atau kini bernama Nuray Istiqbal mengaku sudah tidak peduli pandangan orang akan dirinya yang kini menjadi muslim. Baginya, saat ini adalah pandangan Allah SWT padanya.

"Allah satu-satunya yang bisa menghakimi. Saya seumur hidup sering dihakimi orang, saya coba untuk abaikan tapi sulit sekali. Sekarang, setelah saya tahu saya cuma perlu peduli apa yang Allah lihat dan dengar, hidup saya jadi lebih baik dan mudah," katanya dalam sesi wawancara, Jumat (11/7/2025).

Melalui sesi wawancara itu, Rae mengungkap bahwa hal yang paling ia sukai dalam Al-Qur'an adalah bagaimana Allah SWT menjadi satu-satunya Tuhan yang dapat menghakimi makhluk-Nya. Dia-lah satu-satunya yang bisa menilai makhluk-Nya.

"Sekarang saya hanya peduli satu (hal), apa yang Allah lihat dan dengar. (Hanya) Dia yang bisa menilai saya, Allah satu-satunya yang dapat menilai saya," sambungnya.

Mantan bintang film dewasa asal Jepang itu menceritakan, 2025 menjadi tahun pertamanya sebagai muslim. Pada tahun ini pula, ia menjalani Ramadan dan Muharram pertamanya.

"Tahun ini adalah tahun pertamaku (sebagai muslim). Ramadan pertama, Muharram pertama. Semuanya baru," ungkapnya.

Dalam wawancara tersebut, Rae juga mengungkap bagaimana awal ia mempelajari Al-Qur'an. Mulanya, Rae membeli Al-Qur'an secara online.

Secara rutin, ia mempelajari dan membaca Al-Qur'an untuk mendalami Islam. Bahkan ketika Ramadan, ia menuntaskan Al-Quran sepanjang bulan suci.

"Semua orang bilang kalau baca Al-Quran secara tuntas selama Ramadan itu sunnah bagus. Saya pikir kalau sunnah kenapa tidak? Ayo coba. Saya baca setiap hari sekitar 15-20 halaman," ujar Rae menceritakan.

Ia mengaku saat ini dirinya masih terus mempelajari Al-Qur'an sekaligus cara membacanya. Tak hanya otodidak, Rae juga memiliki guru yang mengajari dan membimbingnya.

Alasan keputusan Nuray Istiqbal menganut Islam adalah karena dia mengunjungi negara dengan mayoritas muslim, seperti Indonesia, Malaysia dan Thailand bagian Selatan. Dia melihat mereka baik dan hidup tenang. (bbs/ram)

 

Editor : Juli Rambe