Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Lagu Band Hindia Berjudul Matahari Tenggelam Mengandung Satanic?

Juli Rambe • Selasa, 15 Juli 2025 | 18:30 WIB
Hindia Band. (Dok: Lomba Sihir)
Hindia Band. (Dok: Lomba Sihir)

 

SUMUTPOS.CO- Viral di media sosial, Band Hindia ditolak untuk menjadi pengisi acara. 

Penolakan terhadap Hindia berasal dari sejumlah pemuka agama setempat dengan alasan lagunya tidak sesuai dengan ajaran agama.

“Musik Hindia ada indikasi satanic yang melanggar norma syariat, terutama pemahaman simbol dajjal, baphomet, dan lambang ateis dengan jargon freemason,” kata Ustaz Hilmi Afwan, salah satu tokoh agama di Tasikmalaya. 

Dia secara tegas meminta pihak promotor dan aparat penegak hukum untuk membatalkan Hindia tampil di Tasikmalaya demi penyelamatan akidah umat, terutama di kalangan generasi muda.

Lagu yang dipersoalkan dari Hindia adalah Matahari Tenggelam rilisan 2023 silam. Lagu itu memiliki penggalan lirik “Kudoakan kita semua masuk neraka, panjang umur, matahari tenggelam dan Selamat datang malam” yang kemudian dianggap bermasalah oleh pemuka agama di Tasikmalaya.

“Tasikmalaya tidak alergi dengan musik dan seni, tapi jika ada indikasi penggiringan menjadi ateis, semua ulama bersikap tegas menolak konser musik Hindia,” ungkapnya.

Dia tegas mengatakan konser musik yang mengandung penyambutan terhadap kekuatan kegelapan harus ditolak supaya tidak meresahkan masyarakat.

Dalam akun media social X @IndoPopBase, pemuka agama tampak menyampaikan aspirassi mereka dengan mendatangi Polres Tasikmalaya menolak Hindia sebagai salah satu penampil konser Ruang Bermusik 2025.  

"Pilih lah band-band yang aman. Branding di YouTube kan sudah begitu (mengandung unsur Satanic)," protesnya ke pihak promotor.

Sedianya, Band Hindia akan menjadi pengisi acara pada konser music mengusung tajuk Ruang Bermusik 2025 yang direncaana digelar di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya, Jawa Barat pada 19-20 Juli 2025. (jpc/ram)

Editor : Juli Rambe