Sumutpos.jawapos.com-Iwan Fals dan Isyana Sarasvati dipercaya mengisi original soundtrack (OST) film karya sutradara Daryl Wilson Panji Tengkorak berjudul Bunga Terakhir, yang akan tayang 28 Agustus mendatang. Lagu karya Bebi Romeo yang populer pada akhir 1990-an itu diaransemen ulang Lafa Pratomo.
Lagu Bunga Terakhir dipilih sebagai original soundtrack karena liriknya menggambarkan perjalanan cinta tokoh utama Panji Tengkorak.
“Karena secara cerita dia akhirnya memilih ilmu hitam setelah kehilangan cinta sejatinya,” papar Frederica, produser Falcon Pictures,saat konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan beberapa hari lalu.
Di kesempatan yang sama, Isyana menuturkan bahwa Bunga Terakhir menjadi kolaborasi pertamanya dengan Iwan untuk sebuah OST.
“Rasanya sangat terhormat dapat kesempatan duet lagi sama om Iwan. Kami beberapa kali duet bareng, tapi nggak pernah isi soundtrack bareng,” ucap Isyana.
Dia itu mengaku tidak butuh waktu untuk berpikir panjang ketika ditawari proyek tersebut. Isyana juga mengaku sebagai penggemar berat Iwan. “Ini kesempatan yang nggak akan aku tolak. Ngisi original soundtrack dengan living legend Indonesia, CV-ku bertambah,” ujarnya, lalu tertawa.
Sementara Iwan mengatakan, berkarya bareng Isyana memberikan semangat baru untuknya. “Saya jadi berasa tambah muda. Luar biasa energi Isyana. Saya senang kami bisa ketemu lagi,” ucap dia.
Menyanyikan Bunga Terakhir bukan hal yang mudah bagi Iwan karena lagu itu punya makna personal untuknya. Lagu itu mengingatkan Iwan pada momen kepergian orang-orang tersayangnya. Terutama ketika dirinya kehilangan sang anak, Galang Rambu Anarki, pada tahun 1997.
“Anak saya, kakak saya, ayah saya meninggal, tapi kebetulan (momen duka, Red) udah selesai pas lagu ini tren,” katanya.
Luka itu yang membuat Iwan enggan mendengarkan Bunga Terakhir. Bahkan, saat menyanyikan ulang dia masih merasa emosional. Di sisi lain, Bunga Terakhir merupakan lagu kesukaan ibu Iwan, yang membuatnya tidak bisa menolak tawaran dari Falcon Pictures.
Isyana dan Iwan butuh waktu puluhan panjang untuk workshop sebelum menjalani proses rekaman.
“Kalau latihan, om Iwan selalu penginnya 10 kali,” ucap Isyana.Iwan membenarkan hal itu. “10 dikali tiga (pertemuan, Red) emang, tapi tenggorokan saya serak jadinya. Karena buat saya kualitas suara soal keberapa, yang penting penghayatan,” timpal Iwan. (shf/len/jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan