sumutpos.jawapos.com - Tren terus berubah dari tahun ke tahun, termasuk soal perabotan. Apa saja yang diprediksi jadi incaran pada 2026 ini?
Melansir Real Simple, Selasa (20/1/2026), ada pergeseran tren desain interior. Sejumlah gaya perabotan yang sempat mendominasi mulai dianggap ketinggalan zaman.
Para desainer menilai, tren 2026 menjadi momen untuk meninggalkan tampilan perabotan yang terasa berlebihan dan kembali ke desain yang lebih matang serta fungsional.
Misalnya, furniture atau perabotan bermotif kerang. Pendiri Storie Collective, Sara Swabb mengatakan, motif ini sempat sangat populer dan terlihat manis jika digunakan secara tepat.
Namun, karena terlalu sering muncul, kesan elegan yang dulu dimilikinya kini memudar.
Pendiri ADROIT Architecture & Interior Design, Madelaine Mayer menambahkan bahwa gelombang kerang yang berlebihan bisa membuat ruangan terlihat kekanak-kanakan dan kurang berkelas.
Perabotan bermotif beralur (fluted) juga akan kurang tren. Menurut desainer Ashley Fiocco, gaya ini kini terasa terlalu sering digunakan. Awalnya dianggap unik dan segar, tetapi kini dinilai berlebihan.
Berikut tiga gaya perabotan atau furniture yang dilrediksi tidak akan jadi tren pada 2026:
1. Gaya Developer
Furniture standar ala rumah baru dari developer juga mulai ditinggalkan.
Swabb menilai, masyarakat kini lebih paham desain dan ingin ruang yang mencerminkan karakter pribadi, bukan sekadar pilihan aman.
Pemilik rumah kini mencari perabotan dengan cerita, detail unik, dan kualitas yang terasa.
Baca Juga: Perasaan Ganda Putra Indra/Joaquin Bermain di Istora GBK,Terpukau dengan Antusias Penonton
Sentuhan personal pada elemen dasar dinilai mampu membuat ruangan terasa lebih hidup dan berkelas.
2. Kayu Berwarna Terang
Kayu berwarna terang seperti oak pucat, ash, dan maple perlahan bergeser dari tren utama.
Jenis kayu ini kini terasa datar jika dibandingkan dengan warna kayu yang lebih kaya seperti walnut atau mahogani.
Meningkatnya minat terhadap furniture vintage turut mendorong kembalinya warna kayu yang lebih gelap dan hangat.
Selain terlihat lebih klasik, kayu dengan tone dalam juga dinilai memberi kesan mewah dan tahan tren.
3. Kursi Berlapis Rumbai
Meski terlihat elegan, furniture dengan detail tufted dinilai kurang praktis.
Kursi berumbai cenderung lebih keras dan tidak senyaman kursi tanpa detail tersebut.
Selain itu, celah-celah pada rumbai membuat perabotan lebih sulit dibersihkan. (lin)
Editor : Redaksi