JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Usai menuai apresiasi lewat Penerbangan Terakhir, Nadya Arina kembali hadir di layar lebar melalui film Senin Harga Naik. Di bawah arahan sutradara Dinna Jasanti dan produksi Starvision, Nadya memerankan Mutia—seorang anak kedua yang terjebak di persimpangan antara ambisi karier dan luka keluarga yang belum sembuh.
Cuplikan adegan yang dirilis Selasa (20/1) memperlihatkan dinamika hangat sekaligus rapuh dalam keluarga Retno, yang diperankan Meriam Bellina. Retno adalah pemilik toko roti Mercusuar, usaha yang dirintis dari nol dan menjadi saksi perjalanan hidupnya. Konflik memuncak ketika Mutia berselisih dengan sang ibu hingga memilih pergi dari rumah.
Tiga tahun berlalu, Mutia kembali dengan status baru—jabatan mentereng di sebuah perusahaan properti. Ironisnya, promosi itu menuntutnya menggusur toko roti milik ibunya sendiri. Terjepit keadaan, Mutia pulang dan bersekutu dengan saudara-saudaranya untuk membujuk Retno menjual Mercusuar. Namun, bagi Retno, toko tersebut bukan sekadar bangunan, melainkan ruang penuh kenangan dan pengorbanan.
Bagi Nadya Arina, Senin Harga Naik bukan sekadar proyek akting, melainkan pengalaman emosional yang membekas. Ia mengaku tak kuasa menahan air mata saat menonton cuplikan filmnya sendiri.
“Ini pertama kalinya aku nangis nonton film sendiri,” ujar Nadya saat konferensi pers di Metropole XXI, Jakarta Pusat. Ia larut dalam relasi kompleks antara Mutia dan Retno. “Kami nangis di bagian yang berbeda. Itu justru yang paling menarik buat aku,” tuturnya.
Menyelami Karakter Lewat Perbedaan
Nadya mengungkapkan bahwa proses pendalaman karakter Mutia menuntut banyak penyesuaian. Sebagai anak pertama di kehidupan nyata, ia harus masuk ke sudut pandang anak kedua yang lebih rebel dan impulsif.
“Aku mengambil referensi dari adikku. Cara berpikirnya, caranya melawan, itu berbeda,” katanya.
Pendalaman emosi semakin kuat berkat metode reading yang diterapkan tim produksi. Para pemain dan kru membedah skrip bersama dalam diskusi terbuka, saling bertukar perspektif tentang posisi masing-masing dalam keluarga.
“Kami cerita dari sudut pandang anak pertama, anak kedua, dan seterusnya. Semua terbuka, dan itu sangat membantu membangun chemistry yang natural,” ungkap Nadya.
Kehangatan dan ketegangan yang lahir dari proses tersebut terasa nyata di layar. Senin Harga Naik turut dibintangi Andri Mashadi, Nayla Purnama, Givina, Brandon Salim, Nungki Kusumawati, dan Hamish Daud—sebuah drama keluarga yang menyentuh, dekat dengan realitas, dan sarat emosi.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan