JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com– Di tengah arus aktor yang berlomba-lomba menjajal kursi sutradara, Jerome Kurnia memilih jalur berbeda: memperluas peran, bukan sekadar di depan kamera, tetapi juga di balik layar. Dalam sekuel horor eksorsisme Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, ia tampil sebagai Pastor Romo Thomas—sekaligus mengemban tanggung jawab sebagai produser eksekutif.
Langkah ini bukan sekadar diversifikasi karier, melainkan sinyal keseriusan Jerome dalam membaca arah industri. Ia tidak ingin berhenti sebagai aktor yang “hadir”, tetapi juga menjadi bagian dari proses kreatif dan strategis sebuah film.
“Aku terlibat karena percaya dengan IP ini, dan ingin masuk lebih dalam sebagai produser eksekutif,” ujarnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Garuda Uji Nyali Lawan Bulgaria: John Herdman Siapkan Serangan Cerdas
Alih-alih mengikuti tren menjadi sutradara, Jerome justru menunjukkan kesadaran diri yang jarang ditemui. Ia mengakui belum memiliki kapasitas untuk mengarahkan film, dan memilih jalur yang dinilainya lebih realistis—sekaligus relevan dengan pengembangan karier jangka panjang.
“Kalau jadi sutradara, aku belum sampai sana. Ini langkah yang logis. Lagian, hidup harus coba hal baru,” katanya.
Pilihan tersebut juga membuka ruang belajar yang lebih luas, terutama dalam aspek bisnis dan investasi di industri perfilman. Jerome melihat peran produser sebagai pintu masuk untuk memahami ekosistem film secara utuh—dari pengembangan ide hingga strategi distribusi.
Kesuksesan film Kuasa Gelap (2024) yang menembus lebih dari 1,4 juta penonton menjadi fondasi kuat bagi sekuelnya. Namun, menariknya, Jerome justru menanggalkan beban ekspektasi komersial.
Baca Juga: AS Berencana Lakukan Serangan Darat? Demi Apa?
“Aku nggak peduli angka penonton. Yang penting mereka terhibur dan pulang membawa pesan,” ucapnya, menegaskan orientasi yang lebih artistik ketimbang hitungan pasar.
Ini bukan debutnya sebagai produser. Sebelumnya, ia pernah mengisi peran serupa dalam proyek film pendek di Thailand—pengalaman yang kini menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh di industri regional.
Disutradarai oleh Rizal Mantovani, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan melanjutkan kisah Romo Thomas bersama Romo Rendra yang diperankan Lukman Sardi. Film ini tetap mengusung atmosfer kelam eksorsisme, dibalut konflik batin antara iman, ketakutan, dan kekuatan tak kasat mata.
Didukung jajaran pemain seperti Ferry Salim, Lydia Kandou, Febi Febiola, Kiki Marendra, dan Sisca Saras, film ini diproyeksikan memperkuat posisi horor Indonesia yang semakin matang—bukan hanya dalam teror visual, tetapi juga kedalaman narasi.
Dengan langkah berani ini, Jerome Kurnia tidak sekadar menambah kredit, tetapi sedang membangun fondasi: dari aktor menjadi kreator yang utuh. Di industri yang terus berubah, keberanian untuk berevolusi sering kali menjadi pembeda antara yang bertahan dan yang tertinggal.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan