Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Anisa Rahma dan Suami Akui Diendors oleh Hanania Group

Juli Rambe • Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:00 WIB
Anisa Rahma dan suami. (Dok: insert)
Anisa Rahma dan suami. (Dok: insert)

 

SUMUT POS- Pasangan artis Anisa Rahma dan suaminya, Anandito Dwis, menjadi saksi dalam kasus travel umrah Hanania Group. 

"Kita hadir di sini untuk memenuhi panggilan dalam kapasitas sebagai saksi untuk memberikan penjelasan terkait Hanania," kata Anandito Dwis di Polda Metro Jaya, Jumat (12/6/2026).

Dalam pemeriksaan tersebut, Anisa dan Anandito menjalani proses berita acara pemeriksaan (BAP) selama kurang lebih empat jam terkait Hanania Travel.

Baca Juga: Vicky Prasetyo Dilaporkan Dugaan Kasus Penggelapan

"Kurang lebih 4 jam ya kita di BAP, kita ditanya-tanya, dan sekitar 30 pertanyaan," ujar Anisa Rahma.

"Dari pihak Anisa sendiri diberikan sekitar 32 pertanyaan, dan kalau dari Anindito ada 31 pertanyaan. Jadi total 4 jam kita berada di sini," jelas Verdy, kuasa hukum Anisa Rahma dan Anandito Dwis.

Saat ditanya mengenai hubungan kerja sama dengan Hanania Travel, Anandito menegaskan kerja sama yang dilakukan bersifat endorsement dengan sistem barter promosi. Namun, ada anggota keluarga lain yang ikut.

"Kalau kita dengan Hanania benar-benar murni kerja sama sih. Kerja sama dalam artian diberangkatkan, tapi juga kita ada barter promo, barter konten, kayak gitu-gitu," ungkapnya.

"Iya, betul (endorsement)," jawab Anisa singkat.

Verdy menjelaskan awal mula kerja sama tersebut. Menurutnya, pada 2023 Anisa Rahma dan Anandito menerima tawaran endorsement dengan imbalan berupa fasilitas perjalanan umrah.

"Benefit yang diterima oleh klien kami berupa barter. Pada tahun 2023, setelah menerima tawaran, klien kami akhirnya diberangkatkan untuk umrah. Klien kami berangkat dua orang," beber Verdy.

Meski mendapatkan fasilitas keberangkatan untuk dua orang, keluarga Anisa dan Anandito yang ikut dalam perjalanan tersebut tetap bayar.

"Selama perjalanannya, ada keluarga klien kami yang ikut. Akan tetapi semua biaya ditanggung oleh klien kami. Kurang lebih Rp100 juta yang dibayarkan oleh klien kami," lanjutnya.

"Kami diberangkatkan dua orang, tapi kami tidak hanya berdua. Kami membawa lima anggota keluarga, termasuk anak kami. Dan itu menggunakan biaya kami sendiri, totalnya mungkin sekitar Rp100 juta. Jadi kami tidak hanya kerja sama endorse, tapi juga membawa jamaah dari keluarga kami dan kami membayar semuanya sendiri," jelasnya.

Sementara itu Anisa mengungkapkan dirinya dan suami telah dua kali menggunakan jasa Hanania Travel untuk perjalanan umrah. Perjalanan pertama dilakukan pada 2023 dan yang kedua pada 2025.

Terkait dugaan adanya uang saku yang diterima, Anandito menyerahkan seluruh penjelasan kepada penyidik.

"Sudah disampaikan ke tim penyidik, dari segi kontraknya, invoice yang kami keluarkan, dan kewajiban-kewajiban yang sudah kami lakukan. Semuanya sudah disampaikan ke tim penyidik," ujarnya.

Anandito berharap keterangannya dapat membantu proses penyidikan sehingga hak-hak para jamaah yang dirugikan bisa segera dipenuhi.

"Kita berharap apa yang kita sampaikan bisa membantu proses penyidikan ini agar jemaah-jemaah di luar sana yang mungkin tertunda ataupun tidak bisa mendapatkan haknya agar cepat selesai. Kita juga turut prihatin," tutur Dito.

"Kita juga turut prihatin dengan kejadian ini. Semuanya juga nggak ada yang mau. Ini kan harapan setiap muslim untuk menjalankan ibadah umrah, dan uang yang dikeluarkan juga nggak sedikit," ucap Anisa. (bbs/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Hanania Group #anisa rahma dan suami