JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Aktor Iqbaal Ramadhan kembali menunjukkan keseriusannya dalam mendalami peran. Kali ini, ia dipercaya menjadi tokoh utama dalam film drama-komedi terbaru garapan Imajinari berjudul Operasi Pesta Copet, yang sebelumnya sempat dikenal dengan judul Operasi Pestapora.
Dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/6), Iqbaal mengungkapkan bahwa perubahan judul tersebut tak mengubah esensi cerita yang ia bawakan. Ia tetap memerankan karakter utama bernama Ijal, sosok pemuda dari pinggiran kota yang berjuang bertahan hidup dengan pekerjaan serabutan.
“Judulnya agak diganti sedikit jadi Operasi Pesta Copet,” ujar Iqbaal sambil tersenyum.
Film yang disutradarai Edy Khemod ini mengangkat kisah unik tentang sekelompok pencopet yang beraksi di tengah riuhnya festival musik Pestapora. Ijal, karakter yang diperankan Iqbaal, digambarkan sebagai sosok yang kemudian membentuk komplotan untuk menjalankan aksi di tengah keramaian festival.
Menariknya, proses produksi film ini turut melibatkan festival musik Pestapora yang memang digelar setiap tahun di Jakarta sejak 2022. Pengambilan gambar dilakukan langsung di JIEXPO Kemayoran saat Pestapora 2025 berlangsung, dengan ratusan pemeran tambahan yang berbaur dengan pengunjung tanpa menyadari bahwa mereka sedang berada di lokasi syuting.
Belajar Mencopet dari Ilusionis
Demi mendalami perannya, Iqbaal tidak sekadar berakting di depan kamera. Ia bahkan harus belajar teknik mencopet secara khusus dari ilusionis Bow Vernon. Namun, metode yang diajarkan bukan praktik kriminal, melainkan teknik sulap dan trik tangan cepat yang biasa digunakan dalam pertunjukan ilusi.
Baca Juga: Spanyol vs Arab Saudi: Ajang Pembuktian Kualitas Saudi Pro League di Panggung Dunia
“Gue sampai dibilang tim, kalau bisa di luar syuting gue nyopet, haha,” canda Iqbaal.
Bow Vernon melatihnya menggunakan ponsel mainan untuk mengasah ketangkasan tangan. Salah satu latihan yang dijalani adalah “senam dua jari”, yakni teknik mengambil objek secara cepat tanpa disadari lawan main.
Iqbaal juga mengungkapkan bahwa dalam skenario aksi pencopetan di tempat ramai, biasanya diperlukan kerja tim yang solid. Ada yang bertugas mengalihkan perhatian, ada yang mengambil barang, dan ada pula yang menampung hasilnya.
“Disuruh senam dua jari buat ambil HP. Sebulan lebih belajar sama Bow,” ungkapnya.
Transformasi Total untuk Peran Ijal
Tak hanya dari sisi teknik, Iqbaal juga melakukan transformasi fisik demi menghidupkan karakter Ijal. Ia menurunkan berat badan dari 60 kilogram menjadi 52 kilogram agar tampil lebih kurus dan sesuai dengan latar belakang tokoh yang diperankannya.
Selama dua bulan, ia juga rutin berjemur sekitar dua jam setiap hari untuk menggelapkan warna kulit. Penampilan tersebut dilengkapi dengan kumis dan janggut tipis untuk memperkuat kesan karakter yang lebih keras dan jalanan.
“Gue juga menikmati momen syuting di Petamburan,” tambahnya, merujuk salah satu lokasi pengambilan gambar di kawasan Jakarta.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan