Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ibnu Jamil dan Sheryl Sheinafia Jalani Debut di AirAsia HYROX Jakarta 2026

Johan Panjaitan • Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB
 Ibnu Jamil dan Sheryl Sheinafia, yang sama-sama menjalani debut di AirAsia HYROX Jakarta 2026, berbagi pengalaman soal latihan, strategi pacing, dan progres kebugaran. (Jawa Pos)
Ibnu Jamil dan Sheryl Sheinafia, yang sama-sama menjalani debut di AirAsia HYROX Jakarta 2026, berbagi pengalaman soal latihan, strategi pacing, dan progres kebugaran. (Jawa Pos)

 

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Arena AirAsia HYROX Jakarta 2026 di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, 27–28 Juni lalu, dipenuhi peserta yang datang untuk menguji batas kemampuan diri. Dalam kompetisi kebugaran yang memadukan lari dan rangkaian latihan fungsional itu, bukan hanya atlet yang ambil bagian, tetapi juga sejumlah figur publik yang ingin merasakan langsung tantangan HYROX.

Di antara mereka adalah Ibnu Jamil dan Sheryl Sheinafia, yang sama-sama menjalani debut pada ajang tersebut. Keduanya datang bukan sekadar mengejar garis finis, melainkan membawa target pribadi: menaklukkan diri sendiri.

Bagi Ibnu, HYROX menghadirkan tantangan yang berbeda dari rutinitas olahraga yang selama ini ia jalani. Meski dikenal gemar berlari, kompetisi ini menuntut lebih dari sekadar stamina.

"Ini olahraga anak-anak gym, fitness race, cuma memang ada larinya. Selama ini kan saya memang lari. Jadi, saya first timer," ujarnya.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dorong Ekosistem Halal Berkelanjutan bagi UMKM di Lhokseumawe

Presenter yang dikenal aktif mempromosikan gaya hidup sehat itu mengaku mempersiapkan diri selama beberapa bulan. Latihannya tak hanya berfokus pada kebugaran fisik, tetapi juga melatih pernapasan, kekuatan mental, hingga kemampuan mengatur ritme sepanjang perlombaan.

Menurutnya, tantangan terbesar HYROX bukan sekadar kuat berlari atau mengangkat beban, melainkan mengetahui kapan harus menahan tenaga dan kapan harus mengeluarkan kemampuan terbaik.

"Di sini saya belajar mengatur tenaga. Larinya nggak boleh langsung di-push. Harus ada strateginya dan itu sudah diajarkan para coach. HYROX ini benar-benar seni mengolah pacing di dalam diri," tuturnya.

Pengalaman serupa dirasakan penyanyi sekaligus aktris Sheryl Sheinafia. Persiapan menuju kompetisi dijalaninya selama tiga bulan dengan latihan rutin sekitar satu setengah jam setiap hari.

Meski melelahkan, seluruh proses itu justru memberinya kepuasan tersendiri.

"Setiap hari latihan sekitar 1,5 jam, tapi aku merasa semuanya worth it. Setiap selesai latihan aku selalu merasa puas," katanya.

Pada AirAsia HYROX Jakarta 2026, Sheryl turun di kategori Women's Doubles. Ia mengungkapkan, menjaga pola makan menjadi tantangan yang tak kalah penting selama menjalani program latihan.

"Semenjak HYROX aku makan terus," ujarnya sambil tertawa.

Baca Juga: Jajaran BPN Batu Bara, Asahan, dan Tanjung Balai Nobar Film Tanah Sengketa, Perkuat Edukasi Cegah Mafia Tanah

Di arena pertandingan, dua tantangan yang paling menguras tenaga baginya adalah sesi sled push dan sled pull. Kedua latihan fungsional tersebut membutuhkan kombinasi kekuatan, teknik, dan daya tahan, sehingga menjadi bagian yang paling berat sepanjang perlombaan.

Namun, dari seluruh proses latihan hingga menyelesaikan kompetisi, Sheryl justru memperoleh pelajaran yang lebih besar daripada sekadar hasil akhir.

"Aku jadi belajar bahwa setiap progres sekecil apa pun layak untuk diapresiasi. Perjalanan ini bikin aku makin percaya diri menghadapi tantangan baru," ungkapnya.

Bagi Ibnu Jamil maupun Sheryl Sheinafia, debut di HYROX bukan hanya soal menyelesaikan lintasan atau mencatat waktu terbaik. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi perjalanan mengenali batas kemampuan, membangun disiplin, serta membuktikan bahwa konsistensi dan proses adalah fondasi utama untuk mencapai garis finis.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#hyrox #sheryl sheinafia #ibnu jamil #airasia