Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Samosir Mendunia, Musisi Mancanegara Satu Panggung dengan Artis Batak

Johan Panjaitan • Kamis, 2 Juli 2026 | 21:18 WIB
Musisi manca negara menyampaikan antisiasnya untuk tampil di Samosir. (Pra Evasi/Sumut Pos)
Musisi manca negara menyampaikan antisiasnya untuk tampil di Samosir. (Pra Evasi/Sumut Pos)

 

SIANTAR, Sumutpos.jawapos.com – Kawasan Danau Toba kembali bersiap menjadi pusat perhatian dunia. Puluhan musisi mancanegara akan berbagi panggung dengan ratusan artis Batak dalam ajang Samosir Music International (SMI) yang digelar pada 3–4 Juli 2026 di Kabupaten Samosir.

Festival musik bertaraf internasional yang digagas Yayasan Lestari Budaya Sumatera itu tidak hanya menjadi ruang pertemuan lintas budaya, tetapi juga diharapkan menjadi pengungkit sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di kawasan Danau Toba.

Pendiri Yayasan Lestari Budaya Sumatera, Henry Manik, mengatakan SMI lahir dari kecintaannya terhadap tanah kelahiran. Meski telah lama menetap dan berkarier di Belanda, ia mengaku terus berupaya membawa panggung internasional ke Samosir.

Baca Juga: Massa LMP Geruduk Polres Tanah Karo: Tuntut Pengusutan Tuntas Kasus Penyerangan Markas

Hal itu disampaikannya saat konferensi pers di Kopi Bahagia, Kota Pematangsiantar, Kamis (2/7).

"Kali ini saya membawa musisi dari berbagai negara. Ada dari Spanyol, Kuba, Venezuela, Jerman, dan beberapa negara lainnya," ujar Henry.

Selama dua hari penyelenggaraan, panggung SMI akan diisi ratusan musisi Batak yang berkolaborasi dengan seniman dari berbagai belahan dunia. Menurut Henry, perpaduan musik tradisional Batak dengan warna musik internasional diharapkan menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat maupun wisatawan.

Lebih dari sekadar hiburan, festival ini diyakini akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal.

"Dengan adanya acara ini, geliat UMKM semakin meningkat dan tingkat hunian penginapan hampir penuh. Kami berharap kegiatan ini benar-benar mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Samosir," katanya.

Henry mengungkapkan, gagasan menghadirkan Samosir Music International berawal dari pengalamannya selama bertahun-tahun menggelar konser di berbagai negara Eropa.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Sebut PSEL Masih Jadi Solusi Terbaik untuk Masalah Persampahan

"Saya sering mengadakan konser musik di Eropa. Lalu saya berpikir, mengapa tidak menghadirkan atmosfer yang sama di kampung halaman sendiri. Dari situlah muncul keinginan mengumpulkan musisi dunia untuk tampil di Samosir," tuturnya.

Pengurus Yayasan Lestari Budaya Sumatera, Saut Situmorang, menambahkan bahwa musik menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai budaya tanpa sekat.

Menurutnya, Danau Toba dan budaya Batak memiliki kekayaan musikal yang layak diperkenalkan lebih luas kepada dunia.

"Tujuan musik adalah membahagiakan orang. Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa budaya Indonesia, khususnya budaya Batak, memiliki identitas yang kuat dan mampu menjadi jembatan persahabatan antarbangsa," ujarnya.

Ia berharap SMI menjadi agenda budaya berskala internasional yang mampu memperkuat citra Samosir sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Sementara itu, para musisi mancanegara yang telah tiba di Sumatera Utara mengaku antusias dapat tampil di Indonesia, khususnya di kawasan Danau Toba yang dikenal memiliki panorama alam dan budaya yang khas.

Mereka berjanji akan memberikan penampilan terbaik sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat Samosir sekaligus mempererat persahabatan melalui harmoni musik lintas negara. (pra/han)

Editor : Johan Panjaitan
#batak #artis #musisi #umkm #Samosir Music Internasional