JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Ada haru yang tak bisa disembunyikan Celine Evangelista saat mengantar putri sulungnya, Jemima, memulai kehidupan baru di sebuah pondok pesantren. Di balik senyum yang berusaha ia tunjukkan, tersimpan perjuangan seorang ibu yang harus belajar merelakan anaknya menempuh jalan pendidikan yang dipilih.
Momen tersebut dibagikan Celine melalui media sosial. Dalam video yang diunggahnya, ia tampak mendampingi Jemima hingga ke lingkungan pesantren sebelum akhirnya berpamitan.
Bagi Celine, keputusan melepas sang putri untuk mondok bukan perkara mudah. Namun, ia meyakini langkah itu merupakan bentuk kasih sayang yang sesungguhnya.
"Masyaallah, aku belajar tentang bentuk cinta yang paling berat, merelakan. Mengantar anakku jauh bukan karena ingin berjauhan, tetapi karena ingin dia tumbuh lebih dekat kepada Allah, lebih mandiri, dan lebih berilmu," tulis Celine.
Baca Juga: Kripto Makin Bergairah, Transaksi Hampir Rp100 Triliun
Aktris tersebut mengaku sempat diliputi rasa berat ketika harus meninggalkan Jemima. Bahkan, sebelum benar-benar pulang, ia masih beberapa kali memperhatikan putrinya dari kejauhan untuk memastikan kondisinya baik-baik saja.
"Jujur, hati aku tidak sanggup sewaktu mau meninggalkan Jemima. Rasanya mau terus aku lihat dan temani. Sampai waktunya aku pulang pun, aku masih intip dia di masjid, kayak mau memastikan apakah dia baik-baik saja," ungkapnya.
Meski penuh rasa haru, mantan istri Stefan William itu percaya pendidikan di pesantren akan menjadi bekal berharga bagi masa depan sang putri. Ia berharap Jemima tumbuh menjadi pribadi yang kuat, berakhlak mulia, dan semakin dekat dengan Sang Pencipta.
Baca Juga: Korupsi Bansos Dinsos Labuhanbatu Selatan Rp1,9 Miliar, Empat Tersangka Resmi Ditahan
"Allah menjaga kakak di setiap sujud, melindungi kakak dari segala keburukan, menguatkan iman, dan menjadikanmu berakhlak mulia serta bermanfaat bagi agama, keluarga, dan semua," doa Celine.
Bagi Celine, mengantar anak ke pesantren bukan sekadar melepas langkah menuju bangku pendidikan. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi pelajaran tentang keikhlasan, bahwa terkadang cinta terbesar seorang ibu adalah memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan