JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Sebuah obrolan di podcast berujung menjadi proyek layar lebar. Itulah yang dialami Denny Sumargo. Kisah nyata yang dibagikan Fanny Kondoh dalam siniar Denny tahun lalu kini diangkat menjadi film drama berjudul Baby Udon, yang dijadwalkan tayang di bioskop bulan depan.
Film produksi Sumargo Film itu terinspirasi dari perjalanan hidup Fanny bersama mendiang suaminya, Hajime Kondoh. Tak hanya berada di balik layar sebagai produser, Denny juga mengambil peran penting di depan kamera dengan memerankan sosok Hajime.
Keputusan menjalani dua peran sekaligus ternyata tidak datang begitu saja. Denny mengaku sempat ragu saat pertama kali terpikir mengadaptasi kisah tersebut menjadi film.
"Pas denger cerita Fanny di podcast, intuisi gue bilang, ini bagus jadi film. Dan kebetulan Fanny juga lagi dideketin banyak production house," ujarnya dalam jumpa pers di Senayan City, Jakarta Pusat, kemarin (3/8).
Baca Juga: PSSI Mundurkan Kongres Pemilihan, Erick Masih Abu-Abu
Namun, menurut Fanny, belum ada rumah produksi yang benar-benar sesuai dengan harapannya. Di situlah Olivia Sumargo, istri Denny yang juga bertindak sebagai produser, mendorong agar Sumargo Film mengambil proyek tersebut.
Denny mengaku awalnya justru ingin menghindari tantangan itu. Baginya, mengangkat kisah nyata berarti memikul tanggung jawab besar agar hasil akhirnya mampu memenuhi ekspektasi Fanny maupun penonton.
"Saya awalnya nggak mau, karena itu berarti saya bakal repot dan harus bikin film bagus supaya Fanny dan penonton nggak kecewa. Tapi Oliv tetap maksa saya, dan dia ngomong sambil ada panci di belakangnya," selorohnya, memancing tawa para tamu.
Dukungan serupa datang dari sutradara Fajar Bustomi. Keyakinan terhadap rekam jejak Fajar akhirnya membuat Denny luluh dan resmi memproduksi Baby Udon.
Persoalan rupanya belum selesai. Saat proses pencarian pemeran Hajime dimulai, tim produksi kesulitan menemukan aktor yang sesuai.
Baca Juga: Chelsea Pecahkan Rekor Belanja, EUR 400 Juta Ludes untuk Perkuat Skuad
"Gue udah nawarin aktor yang Asian look, tapi dia nggak bisa. Akhirnya ditodong lagi sama kru, katanya gue aja yang jadi Hajime atau proyek ini nggak jalan dan kru nggak ada kerjaan," ungkap Denny.
Tak ingin produksi terhenti, mantan pebasket nasional itu akhirnya menerima tantangan tersebut. Demi menghidupkan karakter Hajime secara meyakinkan, Denny melakukan berbagai persiapan, mulai dari berdiskusi intens dengan Fanny, belajar bahasa Jepang bersama Hiroaki Kato, hingga rela menggunduli rambutnya untuk adegan ketika Hajime menjalani kemoterapi akibat kanker.
Bagi Denny, Baby Udon bukan sekadar proyek film. Karya itu menjadi upaya menerjemahkan kisah nyata tentang cinta, kehilangan, dan perjuangan ke layar lebar dengan tetap menjaga emosi serta keaslian cerita yang dialami keluarga Kondoh.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan