JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Sekuel film horor eksorsisme Kuasa Gelap (2024), Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, tidak hanya menawarkan teror yang lebih intens. Film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 8 Oktober mendatang itu juga membawa penonton lebih jauh ke dalam pergulatan batin salah satu karakter utamanya.
Lukman Sardi kembali memerankan Romo Rendra, sementara Jerome Kurnia menghidupkan kembali karakter Romo Thomas. Keduanya kembali berhadapan dengan entitas jahat yang merasuki Daniel, diperankan Venly Arauna.
Jika film pertama lebih banyak mengeksplorasi sosok Romo Thomas, sekuelnya akan memberikan ruang yang lebih besar bagi Romo Rendra. Lukman menyebut latar belakang dan pergulatan karakter tersebut akan menjadi bagian penting dalam perkembangan cerita.
Baca Juga: Kevin Julio Kembali ke Layar Kecil, Bintangi Jodoh Wasiat Bapak Reborn
“Kalau di film pertama, Romo Thomas yang dieksplorasi. Kali ini, ceritanya Romo Rendra akan didalami,” ujar Lukman dalam wawancara bersama Jawa Pos di Jakarta Selatan.
Belajar Bahasa Latin dan Ritual Eksorsisme
Untuk kembali memerankan Romo Rendra, Lukman tidak sekadar mengandalkan pengalaman dari film pertama. Ia bersama para pemain menjalani workshop untuk mempersiapkan adegan-adegan eksorsisme yang menjadi salah satu elemen utama film.
Persiapan tersebut menjadi semakin penting karena ritual yang ditampilkan dalam sekuel disebut lebih kompleks. Bahasa Latin juga akan digunakan lebih banyak dalam adegan doa eksorsisme.
“Doa eksorsisme itu ada levelnya. Di sekuel Kuasa Gelap, doa bahasa Latinnya akan lebih banyak,” kata Lukman.
Lukman dan Jerome pun mempelajari bahasa Latin secara langsung dari seorang pastor yang memiliki pemahaman mengenai bahasa tersebut. Keduanya juga mendapat materi latihan melalui voice note yang dikirimkan ke ponsel.
Baca Juga: Pemkab Nias Selatan Gelar Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke 65 Tahun
Bimbingan itu bahkan tidak berhenti pada tahap persiapan. Saat proses syuting berlangsung, keduanya tetap mendapatkan pendampingan agar penggambaran ritual dan unsur keagamaan dalam film tetap dilakukan secara cermat.
“Kami dibimbing, ada namanya Romo Rocky. Selain paham ritual, dia juga paham bahasa Latin. Kami sadar bahwa film ini ada institusi agama, jadi harus lebih cermat,” papar Lukman.
Masa Lalu Romo Rendra Mulai Terungkap
Selain menghadirkan ancaman supranatural yang lebih kuat, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga membawa penonton menyelami masa lalu Romo Rendra.
Kisahnya akan mengungkap masa kecil Romo Rendra hingga alasan yang membuatnya memilih jalan hidup sebagai pastor, termasuk keputusan untuk menekuni bidang eksorsisme atau pengusiran roh jahat.
Pendalaman karakter tersebut membuat Romo Rendra tidak lagi sekadar menjadi pendamping Romo Thomas dalam menghadapi entitas jahat. Pergulatan personalnya justru menjadi bagian penting dari konflik dalam sekuel.
Baca Juga: Jangan Jadi Orang Tidak Tahu Diri, Ini Ciri-cirinya
“Di film pertama, Romo Rendra ini semacam pendukung Romo Thomas dalam melakukan eksorsisme. Di Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, pergumulan internal Romo Rendra akan muncul,” jelas Lukman.
Menariknya, ketika Romo Rendra mulai dilanda keraguan dan pergulatan batin, dinamika hubungan kedua pastor itu pun berubah. Jika sebelumnya Romo Rendra berada di sisi Romo Thomas untuk menghadapi teror, kini giliran Romo Thomas yang harus menjadi sandaran bagi Romo Rendra.
Dengan porsi cerita yang lebih dalam, persiapan ritual yang lebih serius, serta konflik personal yang semakin kuat, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tak hanya berusaha menghadirkan ketegangan melalui teror supranatural. Film ini juga menjadikan pergulatan iman dan manusia di balik sosok pengusir roh jahat sebagai pusat emosinya. (jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan